Ini Tiga Manfaat Penundaan Kehamilan Bagi Kesehatan Mental Anda

Tahukah Anda? Di samping fungsi utama untuk membantu pasangan merencanakan waktu yang paling ideal untuk melanjutkan keturunan, menunda kehamilan dengan berkontrasepsi ternyata juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan mental. Kira-kira apa saja, ya? Berikut sekilas pembahasannya.

  1. Adanya kendali atas kehidupan pribadi
    Dengan menunda kehamilan, Anda memiliki kendali yang lebih besar terhadap kehidupan Anda. Anda bisa menyusun prioritas berdasarkan hal-hal yang Anda anggap penting dan ingin dicapai dulu sebelum memiliki anak. Mungkin Anda ingin berkarir, melanjutkan pendidikan, atau berkelana keliling dunia terlebih dahulu. Segalanya bisa direncanakan dengan fleksibel bila Anda belum memiliki momongan. Sebaliknya, tanpa penundaan kehamilan, pilihan Anda lebih terbatas karena harus mempertimbangkan keluarga dan memprioritaskan berbagai kebutuhan anak. Faktanya, sebanyak 10% laki-laki dan 10-20% perempuan mengalami depresi dan kehilangan kendali atas kehidupan mereka sendiri ketika baru memiliki anak (Holopainen, Arja, et al, 2019). Hal ini bisa dicegah dengan perencanaan yang lebih matang dan menunda punya anak sebelum merasa siap.
    Ini Tiga Manfaat Penundaan Kehamilan Bagi Kesehatan Mental Anda

  2. Mengurangi kekhawatiran finansial
    Rata-rata perempuan di Indonesia menikah pada usia 19-21 tahun, sementara laki-laki menikah di usia 22-24 tahun (Badan Pusat Statistik, 2019). Artinya, banyak yang menikah setelah baru tamat SMA dan S1. Dengan ijazah SMA ataupun S1, pekerjaan yang bisa dilamar biasanya masih berupa pekerjaan entry-level dengan gaji pas-pasan. Wajar saja bila pasangan yang baru menikah banyak sekali yang mengalami kecemasan akibat kondisi finansial yang belum cukup stabil. Memikirkan biaya kontrakan, listrik, air, dan makan sehari-hari saja sudah membuat kepala pusing, apalagi bila harus menyiapkan biaya kehamilan dan persalinan, serta budget untuk segala kebutuhan anak. Tidak sedikit pasangan yang sampai harus berutang, meminjam uang ke keluarga atau teman. Hal ini tentunya menjadi sumber kekhawatiran yang besar. Tak mengherankan bila akhirnya banyak yang membutuhkan bantuan psikologis. Ini merupakan sesuatu yang amat disayangkan, sebab hanya dengan menunda punya keturunan selama beberapa tahun saja, sebenarnya Anda dan pasangan sudah bisa lebih mapan secara finansial, sehingga kecemasan terkait keuangan pun akan jadi lebih rendah.
  3. Belum ada beban pikiran terkait pengasuhan anak
    etelah punya anak, Anda harus memikirkan banyak hal sekaligus. Banyak orangtua merasa khawatir soal kemampuan mereka memberikan yang terbaik untuk si buah hati. Bila apa yang diberikan kurang maksimal, muncul rasa bersalah dan perasaan tidak berdaya. Belum lagi menghadapi komentar orang-orang mengenai cara Anda membesarkan anak serta perbandingan yang kerap muncul antar orang tua yang satu dengan orang tua lainnya. Jika Anda belum siap secara mental untuk menghadapi hal ini, Anda bisa stres luar biasa. Dengan menunda punya anak, Anda dapat menikmati masa muda Anda bersama pasangan terlebih dahulu tanpa banyak beban pikiran.
    Ini Tiga Manfaat Penundaan Kehamilan Bagi Kesehatan Mental Anda

Baca juga : 4 Alasan Mengapa Anda Tidak Bisa Mengandalkan Metode Ejakulasi di Luar Sebagai Kontrasepsi

Itulah tiga manfaat penundaan kehamilan bagi kesehatan mental Anda. Jika ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp