Meski Nikmat Sesaat, Sering Selingkuh Ternyata Bisa Mengancam Kesehatan Reproduksi

Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki kemungkinan untuk berselingkuh. Apapun yang mendasari keputusan seseorang untuk diam-diam menjalin hubungan dengan orang ketiga tanpa sepengetahuan pasangannya, selingkuh tetap bisa membawa banyak masalah. Selain masalah dalam hubungan dengan pasangan, masalah lain yang cukup serius dan bisa timbul adalah ancaman terhadap kesehatan reproduksi.

Semakin sering Anda berganti pasangan, semakin rentan Anda dan pasangan-pasangan Anda terhadap infeksi menular seksual (IMS). Bahkan dari sekadar berciuman pun, Anda bisa mengekspos diri Anda terhadap risiko terkena herpes (Mollaei, Monayari, et al., 2014). Belum lagi ketika perselingkuhan melibatkan tindakan seksual yang lebih intim. Melalui hubungan seks oral, vaginal, dan anal, seseorang bisa tertular klamidia dan gonorrhea tanpa menyadarinya (Dweck & Westen, 2017). Selain itu, masih ada sifilis, trikomoniasis, hepatitis B, dan HIVAIDS. Beberapa jenis IMS bisa berujung pada kemandulan, bahkan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani (WHO, 2019). Peliknya lagi, ketika Anda mencari pengobatan, pasangan dan selingkuhan Anda sama-sama membutuhkan penanganan medis juga. Menjelaskan kepada pasangan Anda mengapa ia terkena IMS tersebut dan harus dibawa berobat ke dokter pun menjadi tantangan yang tidak kalah sulit.

Seprai, selimut, handuk, dan pakaian pun bisa menjadi perantara gangguan kesehatan reproduksi ketika Anda berselingkuh dan tidak menyadari bahwa selingkuhan Anda ternyata memiliki masalah kutu kelamin. Kutu kelamin penyebab gatal-gatal di rambut-rambut halus yang melindungi penis serta vagina bisa menular dengan mudah melalui benda-benda mati. Ketika ini terjadi, repotnya luar biasa. Anda, pasangan, dan selingkuhan Anda sama-sama membutuhkan salep atau sampo khusus dari dokter, kemudian seluruh pakaian, selimut, seprai, serta handuk yang terekspos kutu kelamin harus segera dicuci dalam air panas dan dijemur di suhu yang tinggi hingga kutu mati semua (Dweck & Westen, 2017). Kalau tidak, kutu kelamin akan terus berkembang biak.

Baca juga : 5 Strategi Menjaga Kesehatan Reproduksi Sambil Mencegah Penularan Virus Corona

Semua kesulitan dan ancaman gangguan kesehatan reproduksi tadi dapat dicegah dengan tetap setia, menggunakan kondom, dan menghindari segala bentuk perilaku seksual berisiko. Jika memang Anda kurang puas dengan hubungan Anda, baik secara emosional maupun secara seksual, masih banyak jalan lain yang bisa diambil. Upayakan untuk berdiskusi secara terbuka dengan pasangan Anda dan bersama-sama mencari solusi. Apabila sulit dilakukan sendiri, Anda juga bisa menggunakan jasa konselor pernikahan dengan pasangan Anda atau berkonsultasi secara pribadi dengan psikolog. Selain itu, jika Anda masih memiliki pertanyaan, Anda pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 / Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin-Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp