4 Alasan Mengapa Anda Tidak Bisa Mengandalkan Metode Ejakulasi di Luar Sebagai Kontrasepsi

Dianggap sebagai cara yang paling alami untuk mencegah kehamilan, metode ejakulasi di luar merupakan strategi yang cukup populer dan banyak digunakan pasangan dari berbagai kalangan. Adam Levine pun mengaku menerapkan teknik ini sebelum memiliki anak. Meskipun begitu, kenyataannya metode ini memiliki banyak kelemahan. Berikut beberapa alasan mengapa Anda tidak bisa mengandalkan metode ejakulasi di luar sebagai kontrasepsi.

  • Mengontrol ejakulasi ketika sedang terangsang itu sulit
    Banyak laki-laki merasa yakin bisa mengontrol momen ejakulasi, namun faktanya sebagian besar dari mereka mencapai klimaks sebelum menarik penis keluar  (Westheimer & Lehu, 2019). Padahal, keberhasilan metode ejakulasi di luar dalam mencegah kehamilan sangat ditentukan dari menemukan waktu yang tepat untuk menarik penis keluar dari vagina. Jika terlambat sedetik saja, sperma bisa masuk. Risiko terjadinya kehamilan sangat besar. Satu dari setiap lima pasangan yang menggunakan metode ejakulasi di luar hamil dalam setahun sejak menerapkan metode ejakulasi di luar (Perez, 2019).
  • Tidak semua pasangan bisa dipercaya
    Pasangan yang sudah hidup bertahun-tahun bersama saja masih bisa tiba-tiba berubah pikiran, apalagi yang baru dikenal. Bisa saja di awal pasangan berjanji akan ejakulasi di luar demi mendapatkan seks, namun ketika hampir mencapai klimaks janji tersebut diabaikan karena kehilangan fokus hingga terlupa atau memang atas dasar keegoisan pribadi sebab ejakulasi di dalam vagina terasa lebih enak. Bisa pula, pasangan Anda sebenarnya tidak seprinsip dengan Anda dan ingin memiliki anak, sehingga ia membuat janji palsu dan kemudian melanggarnya.
  • Cairan pra-ejakulasi bisa saja mengandung sperma
    Kalaupun penis berhasil dikeluarkan tepat sebelum ejakulasi, masih ada kemungkinan terjadinya kehamilan akibat cairan pra-ejakulasi, yaitu cairan bening yang keluar dari penis ketika laki-laki mulai terangsang. Oleh banyak orang, cairan pra-ejakulasi seringkali dianggap tidak mengandung sperma, sebab tekstur dan warnanya berbeda dari cairan mani yang keluar saat laki-laki mengalami ejakulasi. Akan tetapi, kenyataannya cairan pra-ejakulasi bisa mengandung sperma serta bisa membawa sperma bekas ejakulasi sebelumnya yang tertinggal di saluran uretra (Westheimer & Lehu, 2019).
  • Adanya risiko yang besar untuk terkena infeksi menular seksual (IMS)
    Kondom adalah satu-satunya metode kontrasepsi yang bisa mencegah IMS (Witton, 2017). Ejakulasi di luar tidak bisa melindungi Anda dari ancaman ini. Meskipun pasangan Anda setia, bukan berarti bebas IMS. Bisa saja ia belum pernah mengambil tes IMS, sehingga tidak pernah menyadarinya. Soalnya, beberapa jenis IMS hadir tanpa gejala apapun. Langkah yang bijak adalah senantiasa menggunakan kondom dan melakukan tes IMS. Beberapa jenis kondom berkualitas yang bisa digunakan untuk meningkatkan keamanan bercinta misalnya kondom Sutra, Fiesta, Andalan, dan Supreme. Masing-masing tersedia dalam berbagai varian dan fitur menarik yang bisa disesuaikan dengan selera Anda dan pasangan.

Baca juga : Seks Oral Tanpa Kondom, Ini Risikonya Bagi Kesehatan Reproduksi

Itulah 4 alasan mengapa Anda tidak bisa mengandalkan metode ejakulasi di luar sebagai kontrasepsi. Jadi, jangan serta-merta mengandalkannya hanya karena banyak orang yang melakukannya. Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai topik ini, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang Anda sampaikan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Chat kami melalui whatsapp whatsapp