Pertanyaan Wajib Soal Kontrasepsi Saat Konsul ke Dokter

konsul-kontrasepsi

Tanyakan 5 pertanyaan ini pada saat kamu konsultasi ke dokter sebelum memasang kontrasepsi.

Kamu pasti sering mendengar bahwa wajib konsultasi ke dokter sebelum memasang kontrasepsi. Konsultasi pertama ini menjadi penting karena dengan begitu dokter bisa memberikan rekomendasi medis yang tepat tentang kontrasepsi apa yang paling cocok untuk tubuh kamu. Yup memakai kontrasepsi bukan hanya perkara merencanakan kehamilan tapi juga memilih yang terbaik untuk tubuh agar segala kelebihan kontrasepsi dapat dioptimalisasi dan kekurangannya bisa diminimalisir. Meski banyak yang paham harus konsultasi dulu sebelum memasang kontrasepsi, tapi tidak sedikit juga yang tahu apa saja yang wajib ditanyakan ketika konsultasi.

Baca Juga: Kamu Wajib Tahu, Manfaat Pakai Kontrasepsi Lebih dari Mencegah Kehamilan

Membekali diri dengan daftar pertanyaan wajib soal kontrasepsi menjadi sangat penting karena dengan begitu kamu punya gambaran yang detail tentang bagaimana alat ini bekerja dan bereaksi di dalam tubuh. Karena itu DKT Indonesia bantu pilihkan 7 pertanyaan wajib kamu tanyakan saat konsultasi ke dokter, berikut daftarnya:

  1. Apa sajakah jenis kontrasepsi itu?
    Jika bicara tentang jenis kontrasepsi maka kita bicara tentang metode kerja kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan. Berdasarkan hal ini maka jenis kontrasepsi terdiri atas hormonal dan non hormonal. Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang mencegah kehamilan dengan mengandalkan hormon progesteron, estrogen atau kombinasi keduanya. Sedangkan kontrasepsi non hormonal adalah kontrasepsi yang tidak menggunakan hormon, contohnya adalah kontrasepsi IUD non hormonal yang di dalamnya ada kandungan tembaga, dan kontrasepsi kondom.
  2. Kontrasepsi mana yang lebih cocok untuk saya?
    Setelah dokter menjelaskan jenis-jenis kontrasepsi, mintalah dokter untuk menjelaskan apa saja yang menjadi kelebihan serta kekurangan dari masing-masing kontrasepsi. Ceritakan juga tentang pola makan dan olahraga, riwayat penyakit pribadi serta orang tua. Penjelasan-penjelasan ini akan membantu dokter untuk merekomendasikan kontrasepsi yang sesuai, plus kamu juga mengetahui apa saja kelebihan dari masing-masing kontrasepsi.
  3. Berapa lama setelah pemakaiankah kontrasepsi efektif mencegah kehamilan?
    Pertanyaan ini akan membantu kamu untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk mulai minum atau memasang kontrasepsi. Pada dasarnya secara umum kontrasepsi efektif mencegah kehamilan hingga 98% tapi karena cara kerjanya berbeda maka perlu waktu untuk bereaksi. Adapun kontrasepsi pil kombinasi akan efektif sesaat setelah diminum. Sedangkan pil KB yang hanya diisi oleh hormon progesteron biasanya akan efektif memberikan manfaat, 48 jam setelah dikonsumsi.

    Kontrasepsi IUD non hormonal akan mulai efektif memberikan manfaat mencegah kehamilan sesaat begitu dimasukkan ke dalam rahim, apalagi jika pemasangan dilakukan pada hari kedua menstruasi. Tapi jika tidak, kontrasepsi IUD mulai bekerja memberikan proteksi setelah seminggu dimasukkan ke dalam rahim. Sedangkan kontrasepsi non hormonal langsung efektif bekerja sesaat setelah dimasukkan.

  4. Apakah kontrasepsi bisa mencegah terjadinya infeksi menular seksual?
    Hanya kontrasepsi kondom yang bisa mencegah penularan infeksi menular seksual atau IMS. Tapi pilihlah kondom yang berbahan lateks karena penelitian menyebutkan kondom jenis ini efektif mencegah IMS hingga di atas 90%. Contoh kondom berbahan lateks adalah Andalan Kondom, Kondom Sutra, Kondom Fiesta, dan Supreme Premium Kondom.
  5. Kapankah waktu terbaik menggunakan kontrasepsi setelah melahirkan?
    Pertanyaan ini wajib diajukan karena setiap kontrasepsi memiliki pemilihan waktu terbaik untuk mulai menggunakannya. Terutama pada ibu yang baru melahirkan, pertanyaan ini juga bisa menjadi rujukan atas kontrasepsi apa yang aman digunakan selama menyusui. Sebagai gambaran, menurut Planned Parenthood, kontrasepsi pil kombinasi bisa mulai dikonsumsi pada siklus pertama setelah melahirkan. Adapun waktu yang disarankan adalah hari pertama sampai kelima haid di siklus haid. Kontrasepsi IUD bisa dipasang tiga jam atau maksimal tiga hari setelah melahirkan normal. Sedangkan pada persalinan sesar bisa dilakukan segera setelah operasi.

Baca Juga: Menggunakan Pil Kontrasepsi Darurat Lebih Dari Sekali, Aman Nggak, Sih?

Kalau kamu ingin lebih detail lagi tentang pilihan kontrasepsi terbaik, yuk konsultasi langsung di HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Tenang segala informasi pribadi akan dijaga dengan baik, jadi jangan ragu untuk berkonsultasi ya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya