Apakah “Obat Kuat” Bisa Mengatasi Ejakulasi Dini?

ejakulasi dini

Ejakulasi dini atau terjadinya klimaks lebih cepat dari keinginan ketika berhubungan seksual merupakan salah satu masalah yang banyak dikeluhkan pria.

Walau begitu, kehilangan kontrol terhadap ejakulasi sebenarnya bukan masalah jika terjadi sesekali. Sebaliknya, jika setiap berhubungan seks sudah terjadi orgasme kurang dari satu menit, maka perlu dilakukan konsultasi dengan dokter.

Ejakulasi dini yang diabaikan bisa menjadi penghalang dalam hubungan, mempengaruhi segalanya mulai dari kepercayaan diri hingga minat pada seks.

Baca Juga: Penyebab Ejakulasi Dini karena Faktor Psikologis

Sayangnya banyak pria yang enggan berkonsultasi karena merasa malu. Banyak pula yang mencoba mengobati diri sendiri dengan membeli “obat kuat” yang dijual di pasaran dan mencoba terapi alternatif.

Menjajal obat-obatan yang tidak diketahui dengan pasti isinya sebenarnya beresiko. Selain itu, mengkonsumsi obat tanpa mengetahui penyebab ejakulasi dini seringkali percuma.

Salah satu obat yang juga sering dikonsumsi adalah obat golongan sildenafil untuk mengatasi disfungsi ereksi.

Saat ini, tidak ada bukti konklusif bahwa sildenafil menghentikan ejakulasi dini. Namun, penelitian menunjukkan bahwa sildenafil memang memiliki beberapa efek yang dapat berguna dalam mengobati ejakulasi dini dan meningkatkan kinerja seksual pria.

Manfaat obat sildenafil

Sildenafil, yang awalnya dirancang sebagai obat untuk hipertensi, paling dikenal sebagai bahan aktif dalam Pil Biru atau TOPGRA untuk pria yang mengalami disfungsi ereksi alias tidak bisa mempertahankan ereksinya saat berhubungan seksual.

Ada dua penelitian tentang sildenafil sebagai pengobatan yang mungkin untuk ejakulasi dini, keduanya memberikan hasil yang sedikit berbeda.

Dalam studi pertama, 180 pria dengan ejakulasi dini primer dibagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama (Grup A) diobati dengan 50 mg sildenafil, sementara orang-orang di kelompok B menerima paroxetine dosis harian 20 mg, obat depresi golongan SSRI yang biasa digunakan untuk mengobati ejakulasi dini.

Orang-orang di kelompok ketiga (Grup C) tidak diberi obat apa pun, tetapi diinstruksikan untuk menggunakan teknik memeras (squeeze) untuk mengurangi sensitivitas saat berhubungan seks.

Para peneliti kemudian menindaklanjuti dengan peserta studi setelah enam bulan.

Orang-orang di Grup A (kelompok yang diberi sildenafil) mengalami peningkatan waktu latensi ejakulasi intravaginal (penetrasi ke vagina), skor kepuasan hubungan seksual dan perbaikan tingkat ejakulasi dini.

Peserta dari kelompok sildenafil juga melaporkan kini mereka berhubungan seks lebih sering, menunjukkan bahwa efek obat pada ejakulasi dini juga meningkatkan kepercayaan diri dan minat seksual.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa sildenafil “sangat efektif dan aman untuk mengobati disfungsi ereksi,” dengan “kemanjuran yang jauh lebih tinggi daripada obat depresi dan teknik squeeze.”

Dalam studi kedua, dilibatkan sekelompok pria berusia antara 18 dan 65 tahun dengan diagnosis ejakulasi dini.

Mereka diberi sildenafil dalam lingkungan double-blind (subyek penelitian dan peneliti tidak tahu terhadap obat yang diberikan) dengan kelompok kontrol diberikan plasebo.

Orang-orang dalam kelompok sildenafil diinstruksikan untuk menggunakan obat selama delapan minggu.

Setelah periode percobaan, pria dalam kelompok sildenafil mengalami peningkatan waktu latensi ejakulasi intervaginal dan peningkatan waktu latensi stimulasi vibrotaktil (memakai alat), dibandingkan dengan kelompok yang diberi plasebo.

Meski skor dalam parameter tersebut meningkat, tetapi hasilnya tidak signifikan.

Pria dalam kelompok sildenafil juga melaporkan peningkatan yang signifikan dalam kontrol ejakulasi, kepercayaan diri dan kepuasan seksual secara keseluruhan.

Mereka juga memiliki waktu refraktori yang lebih pendek – jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mendapat ereksi kedua kalinya setelah ejakulasi.

Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa sildenafil “meningkatkan kepercayaan diri, persepsi kontrol ejakulasi dan kepuasan seksual secara keseluruhan” dibandingkan dengan plasebo.

Meski sildenafil mungkin tidak dirancang sebagai pengobatan untuk ejakulasi dini, mungkin bagi sebagian orang akan efektif.

Jika kamu sering mengalami ejakulasi dini dan ingin mencoba sildenafil, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Baca Juga: Apa Penyebab Utama Ejakulasi Dini?

Untuk masalah seputar ejakulasi dini, kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya