Benarkah Pasien Covid Tidak Boleh Gunakan KB Hormonal Selama Pengobatan?

Pasien covid kb hormonal

Selama dalam pengawasan dokter, KB hormonal tetap aman digunakan oleh pasien Covid-19.

Tingginya angka penularan di Indonesia membuat siapa saja berpeluang untuk tertular virus corona yang adalah penyebab dari Covid-19. Dan salah satu reaksi tubuh yang dialami para pasien Covid-19 adalah pengentalan darah. Inilah yang kemudian membuat banyak orang bertanya-tanya apakah penggunaan KB hormonal, khususnya yang memiliki kandungan hormon estrogen, selama pengobatan Covid tetap aman atau harus dihentikan? Pertanyaan ini muncul karena persepsi kandungan estrogen pada KB hormonal membuat potensi terjadinya pembekuan darah cukup besar. Benarkah demikian?

Baca Juga: Jangan Takut, Vaksinasi COVID saat Menstruasi itu Aman

Royal Australian College of General Practitioners (RACGP) menyebutkan ada beberapa situasi terkait KB hormonal dan Covid-19. Pertama, pada perempuan yang terinfeksi Covid-19 dan bergejala berat serta menggunakan KB hormonal yang mengandung hormon estrogen, terlihat adanya peningkatan risiko komplikasi. Tapi pada perempuan yang mengalami gejala ringan Covid-19 serta menggunakan KB hormonal, tidak terjadi perburukan kondisi. Menariknya lagi, RACGP juga menekankan perempuan yang terinfeksi Covid-19 cenderung bergejala ringan dengan angka kematian yang cukup rendah.

Bahkan sampai hari ini belum ada bukti yang merujuk situasi pembekuan darah pada pasien Covid-19 yang menggunakan KB hormonal, perempuan hamil, maupun mereka yang sedang terapi hormonal untuk meningkatkan kadar estrogen. Adapun risiko terjadinya pembekuan darah sangat tergantung pada jenis KB hormonal yang dikonsumsi dan dosis estrogen serta progesterone yang diberikan. Ini mengapa para pasien Covid-19 yang menggunakan KB hormonal sangat penting untuk menjelaskan secara detail segala penyakit penyerta serta obat yang rutin dikonsumsi. Dengan begitu tim dokter yang menangani bisa juga melibatkan dokter kandungan sehingga pemberian KB hormonal tetap bisa dilakukan dalam pengawasan.

Lantas apakah setelah sembuh dari Covid-19, penggunaan KB hormonal tetap aman? Tentu saja. Lagi-lagi sampai hari ini belum ada hasil penelitian yang menegaskan KB hormonal sebaiknya dihentikan bagi penyintas Covid-19. Hanya saja sama seperti penyintas Covid-19 yang lain, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter penyakit dalam dan dokter kandungan untuk memastikan kondisi tubuh tetap baik tanpa adanya gejala ikutan. Adapun dokter kandungan akan menentukan apakah kamu tetap aman untuk melanjutkan KB hormonal atau tidak.

Tapi jangan sampai kamu tidak ber-KB selama pandemi ini. Karena kehamilan yang tidak direncanakan tentu berdampak langsung pada kualitas rumah tangga. Ditambah lagi, ibu hamil adalah salah satu faktor risiko tinggi selama pandemi. Mengapa? Kehamilan membuat tubuh ibu mengalami fluktuasi hormon yang dahsyat dan ini berdampak pada kekuatan imun tubuh.

Adapun KB yang direkomendasikan selama pandemi adalah KB jangka panjang seperti Andalan IUD yang masa perlindungannya hingga 8 tahun atau Andalan Implan yang hanya mengandung hormon progestin dan masa perlindungannya hingga 4 tahun. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan terkait memasang, melepas dan mengganti KB. Karena kamu tetap butuh pertimbangan dari ahlinya untuk memilih metode KB yang aman dan nyaman untuk tubuh.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Melindungi Orang dengan HIV

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya