Jangan Takut, Vaksinasi COVID saat Menstruasi itu Aman

Vaksinasi COVID saat menstruasi

Jangan percaya kabar yang mengatakan bahwa vaksinasi COVID saat menstruasi bisa berisiko. Itu cuma hoaks.

Vaksin adalah salah satu cara efektif untuk membuat pandemi COVID-19 segera berakhir. Tak heran bila pemerintah berusaha keras agar vaksinasi COVID berjalan cepat dan mencapai target. Namun sebagian perempuan masih ragu apakah vaksinasi saat menstruasi itu aman.

Baca Juga: Bolehkah Ikut Vaksin COVID-19 Ketika Sedang Menggunakan Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui?

Bila kamu termasuk di antaranya, hilangkanlah keraguan itu. Gak perlu takut atau khawatir. Vaksinasi COVID saat menstruasi tidak ada risikonya, alias aman.

Vaksinasi COVID saat Menstruasi Aman, Jangan Percaya Hoaks

Beberapa waktu lalu sebuah screenshot sempat banyak beredar di media sosial dan grup WA, dengan menampilkan nama ginekolog Dr. Aditi Raghuvanshi. Screenshot yang dilengkapi aksara India itu berisi imbauan bahwa vaksinasi harus dilakukan 5 hari sebelum atau 5 hari setelah menstruasi, karena “vaksinasi saat menstruasi bisa menyebabkan masalah bagi wanita”. Ini adalah bohong belaka alias hoaks. Departemen informasi publik India telah menyanggah isi screenshot tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO juga telah menegaskan bahwa kabar tersebut tidak memiliki dasar ilmiah. Dr. Soumya Swaminathan dalam laman WHO Science in 5 menjelaskan soal vaksinasi terkait menstruasi dan fertilitas. Ia menjelaskan, tidak ada halangan secara ilmiah bagi perempuan untuk mendapat vaksin saat menstruasi. Ini berlaku untuk vaksin secara umum; vaksin COVID maupun vaksin lainnya.

Jadi, bila kamu mendapat jadwal vaksinasi COVID saat menstruasi, jangan ragu untuk datang dan mendapat vaksin. Tidak perlu meminta jadwal ulang vaksinasi. Menunda vaksinasi COVID hingga selesai haid hanya akan membuatmu kehilangan kesempatan untuk segera mendapatkan proteksi. Alhasil, kamu memiliki risiko lebih besar terkena COVID-19. Makin cepat mendapat vaksin, makin baik untukmu.

Juga, jangan khawatir soal fertilitas (kesuburan). Vaksin COVID juga tidak akan mengganggu fungsi organ-organ reproduksi perempuan. Jadi, kekhawatiran bahwa vaksin COVID bisa menyebabkan infertilitas (kemandulan) tidaklah benar.

Vaksinasi Membuat Haid Terlambat?

Secara ilmiah, tidak ada bukti konkret yang menunjukkan bahwa vaksin COVID bisa mempengaruhi siklus menstruasi. Namun memang sebagian perempuan yang melaporkan adanya perubahan dalam menstruasi, sehabis vaksinasi. Ada yang merasa darah haidnya menjadi lebih banyak, ada yang jadi lebih sedikit, ada yang melaporkan haid datang terlambat, ada pula yang menjadi lebih cepat dari jadwal.

Diduga, perubahan pola menstruasi seperti tadi dipengaruhi oleh respons tubuh terhadap stres. Vaksinasi bertujuan memicu respons imun tubuh untuk membentuk kekebalan. Proses ini bisa menimbulkan stres tersendiri bagi tubuh, dan inilah yang diduga bisa memicu perubahan pola menstruasi. Biasanya, perubahan hanya terjadi dalam 1-2 siklus haid, dan tidak perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: Benarkah Pasien Covid Tidak Boleh Gunakan KB Hormonal Selama Pengobatan?

Bila kamu merasa khawatir dengan perubahan pola haid setelah vaksinasi, ada baiknya ke dokter. Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya