Bolehkah Pakai Menstrual Cup Saat Gunakan KB Spiral atau IUD?

Menstrual cup saat kb

Pada prinsipnya menstrual cup dan KB spiral atau IUD dipasang di tempat yang berbeda jadi tetap aman jika ingin digunakan bersamaan.

Menstrual cup semakin banyak digunakan perempuan karena bisa dicuci dan dipakai berkali-kali. Ini tentu bisa menghemat pengeluaran. Durasi pemakaian menstrual cup yang bisa 8-12 jam dan mampu menampung darah menstruasi hingga 30 milliliter, merupakan dua kali lipat lebih banyak dibandingkan penggunaan alat bantu menstruasi lain seperti pembalut atau tampon.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Bagaimana Cara Kerja KB Spiral

Meski fungsinya sama, tapi cara memakai menstrual cup dengan pembalut sangat berbeda jauh. Jika pembalut dipakai dengan direkatkan pada celana dalam, maka menstrual cup dipakainya dengan cara memasukkan ke dalam vagina. Karena di masukkan ke dalam vagina inilah yang kemudian membuat beberapa perempuan, khususnya yang menggunakan KB spiral bertanya-tanya, “Amankah menggunakan kontrasepsi spiral atau IUD dengan menstrual cup secara bersamaan?”

Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita sama-sama memahami di bagian mana menstrual cup dan KB spiral atau intrauterine device (IUD) diletakkan. Untuk menstrual cup, alat bantu menstruasi ini dimasukkan ke dalam vagina. Sedangkan KB spiral di letakkan di dalam rahim. Artinya, secara anatomi penempatan keduanya berada di tempat yang berbeda. Maka untuk perempuan yang menggunakan KB spiral dan memakai menstrual cup pada saat menstruasi, sebenarnya aman-aman saja.

Hanya saja disarankan untuk memberi jeda waktu antara pemasangan KB spiral dengan penggunaan menstrual cup. Pasca pemasangan KB spiral ada potensi kontrasepsi ini bisa lepas sendiri. Tapi sebenarnya ini sangat langka terjadi, hanya saja untuk menjamin vagina dalam keadaan siap untuk dimasukkan menstrual cup. Para ahli menyarankan sebaiknya menunggu dua kali siklus menstruasi baru kemudian menggunakan menstrual cup.

Agar kamu semakin yakin menggunakan menstrual cup, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter kandungan. Tanyakan apakah panjang benang KB spiral yang dipasang tetap aman untuk penggunaan menstrual cup. Bahkan WebMD menyarankan, jika memang diperlukan, kamu bisa meminta dokter kandungan untuk sedikit memotong benang KB spiral agar ketika memasukkan atau mengeluarkan menstrual cup tidak mengubah posisi KB spiral atau IUD.

Selain itu, pemilihan ukuran menstrual cup yang akan kamu gunakan benar-benar sesuai dengan kondisi vagina. Yup, menstrual cup terdiri atas beberapa ukuran dan model, jadi kamu harus memilih yang sesuai dengan kebutuhan. Penting juga untuk bertanya kepada dokter kandungan, bagaimana posisi serviks. Untuk kamu yang posisi serviks-nya miring ke belakang, ini tentu akan membuat benang KB spiral ikutan tertarik saat mengeluarkan menstrual cup. Jika benang KB spiral atau IUD ikut tertarik maka kemungkinan besar bisa mengubah posisi KB spiral atau IUD.

Hal yang juga penting untuk diingat adalah selalu menjaga kebersihan area kewanitaan, khususnya selama menstruasi. Karena tingkat keasaman di area akan berubah selama menstruasi dan ini membuat bakteri baik yang bertugas melindungi vagina jadi kalah jumlah. Untuk mengembalikan keseimbangan floral pada area kewanitaan, gunakanlah Andalan Feminine Care, minimal sekali sehari. Produk ini mengandung prebiotik alami yang bisa membebaskan kamu dari gatal dan iritasi.

Baca Juga: Bersenggama bisa Menggeser KB IUD, Ah Cuma Mitos

Jika kamu punya pertanyaan tentang penggunaan menstrual cup dan bagaimana menjaga area kewanitaan tetap bersih selama menstruasi, Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya