Cara Menghitung Masa Subur untuk Perempuan dengan Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur

Menghitung masa subur

Menstruasi yang nggak teratur seringkali dikeluhkan oleh perempuan, khususnya yang sedang mengupayakan program hamil. Idealnya, pasutri muda memperbanyak hubungan intim di masa subur, agar kesempatan hamil lebih tinggi. Akan tetapi, mencari tahu kapan terjadinya masa subur bisa jadi lebih menantang ketika siklus menstruasi tidak menentu. Lantas bagaimana solusinya, ya? Berikut dua cara menghitung masa subur yang tetap bisa kamu gunakan meskipun ‘tamu bulanan’ sering datang dan pergi sesuka hati.

Baca Juga: Berapa Lama Jarak antara Masa Subur dengan Menstruasi?

  • Memperhatikan lendir leher rahim

    Hanya karena kamu tidak bisa menggunakan metode kalender untuk mencatat siklus menstruasimu layaknya perempuan-perempuan lain dengan siklus mens yang teratur, bukan berarti kamu tidak ada cara menghitung masa subur yang bisa kamu gunakan. Salah satu informasi yang masih bisa kamu manfaatkan adalah lendir leher rahim. Lendir leher rahim cenderung berubah-ubah teksturnya tergantung dari masa suburmu. Kalau kamu merasa nyaman, kamu bisa merabanya dengan memasukkan jari ke dalam vagina, namun kalau kamu tidak nyaman melakukannya, kamu pun bisa melihatnya ketika cairan ini melekat pada pakaian dalam.

    Sehabis menstruasi, biasanya lendir leher rahim cenderung kering. Beberapa hari kemudian, lendir mulai muncul, teksturnya jadi lebih lengket dan tebal seperti karet. Kalau sperma masuk ke rahim di saat-saat yang kurang subur ini, sperma biasanya akan tertahan dan kesulitan masuk lebih jauh lagi. Beberapa hari selanjutnya, lendir leher rahim jadi lebih encer dan basah seperti lotion berwarna putih, suatu kondisi yang menandakan rahim yang sedang memasuki masa subur. Puncak kesuburan adalah ketika lendir rahim yang keluar super licin menyerupai putih telur mentah yang transparan (Hill, 2019). Nah, waktu yang ideal untuk memperbanyak berhubungan intim adalah sejak lendir leher rahim mulai encer hingga lendir leher rahim jadi menyerupai putih telur mentah.

  • Menggunakan alat tes ovulasi

    Bagi kamu yang punya jadwal padat dan tidak sempat memonitor perubahan dari tampilan lendir leher rahim, tenang aja, sebab ada cara lain yang lebih mudah dan praktis untuk menemukan masa subur. Kamu bisa menggunakan alat tes ovulasi yang mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin perempuan. Menjelang pelepasan sel telur dari indungnya, kadar LH biasanya meningkat (Dweck & Westen, 2017). Ini juga merupakan masa-masa tersubur dalam tubuh perempuan.

Gunakan Andalan Ovulation Kit dengan tingkat akurasi hingga 99,9% untuk mendeteksi kadar LH. Caranya sederhana: teteskan sampel urin pada alat tes, tunggu 3-10 menit, dan interpretasikan hasilnya. Jika terlihat dua garis merah muda yang mirip atau salah satunya lebih gelap, maka kemungkinan besar sel telur akan dilepas dalam 24 hingga 48 jam lagi. Momen ideal untuk berhubungan intim adalah setelah 24 jam, sebelum 48 jam. Akan tetapi, bila hanya satu garis pink saja yang muncul, berarti tubuh sedang tidak di masa subur dan kamu mungkin harus menunggu momen yang lebih tepat.

Baca Juga: Pakai Alat Tes Masa Subur Tingkatkan Peluang Kehamilan

Itulah dua cara menghitung masa subur untuk perempuan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur. Mudah-mudahan informasi tadi bisa membantumu merencanakan kehamilan, ya! Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya