Cegah Infeksi Menular Seksual dengan Kondom

Cegah penyakit dengan kondom

Sejak penemuannya seabad yang lalu, kondom telah terbukti efektif mengurangi risiko infeksi menular seksual (IMS). Kondom menghalangi kontak dengan cairan tubuh yang dapat menyebarkan infeksi menular seksual.

Meskipun kondom tidak dapat menjamin perlindungan 100% dari infeksi menular seksual, namun jika digunakan secara konsisten dan benar, maka dapat secara dramatis mengurangi risiko terkena atau menularkan PMS.

Baca Juga: Pakai Kondom Tak Kurangi Kepuasan Seksual

Sebelum memahami cara kerja kondom dalam mencegah IMS, kamu harus tahu dulu bagaimana IMS ditularkan. Infeksi seperti HIV, gonore, klamidia, dan trikomoniasis biasanya menyebar ketika sekresi atau cairan yang terinfeksi dari uretra atau vagina menyentuh permukaan mukosa, yang meliputi uretra pria, vagina, atau serviks.

Infeksi yang biasanya terkait dengan ulkus genital, seperti herpes genital, sifilis, dan human papillomavirus (HPV), sering ditularkan melalui kontak kulit seseorang dengan permukaan mukosa atau kulit yang terinfeksi (seperti luka) dari pasangan yang terinfeksi.

Kondom diperkirakan 98% efektif melindungi terhadap sebagian besar IMS seperti klamidia dan gonore. Selain itu, penggunaan kondom yang tepat sangat efektif dalam mencegah HIV (virus penyebab AIDS). Namun memang kondom agak kurang efektif dalam melindungi terhadap infeksi seperti herpes, HPV, dan sifilis. Itu karena IMS ini dapat menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit (dibandingkan hanya ditularkan melalui cairan tubuh seperti air mani atau darah).

Tentu saja, kondom harus digunakan dengan benar agar dapat memberikan perlindungan. Ketika digunakan secara tidak benar, robek, atau terlepas, maka risiko penularan dapat terjadi.

Risiko penularan IMS selalu ada setiap kali seseorang melakukan aktivitas seksual, terutama pada seseorang yang berganti-ganti pasangan seksual. Untuk kasus ini, kondom perlu digunakan setiap kali berhubungan seks, baik melalui vagina, oral, atau anal.

Dalam penelitian di laboratorium, kondom lateks telah terbukti memberikan “penghalang yang hampir tidak dapat ditembus” oleh partikel seukuran patogen penyebab IMS. Ini berarti mencegah agen infeksi melewati penghalang, dan secara signifikan mengurangi risiko tertular atau menularkan IMS.

Kondom lateks juga mengurangi risiko infeksi menular seksual lainnya, termasuk yang terkait dengan lesi genital seperti herpes dan sifilis. Penggunaan kondom yang rutin juga dapat menurunkan risiko infeksi HPV, yang merupakan faktor risiko paling signifikan untuk kanker serviks.

Meskipun rutin menggunakan kondom, jangan lupa rutin melakukan tes IMS sehingga jika memang terinfeksi, dokter akan segera memberikan pengobatan.

Baca Juga: Mengapa Kondom Memiliki Aroma dan Rasa

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya