Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

Dari sekian banyaknya hal yang bisa memengaruhi faktor kesuburan laki-laki, infeksi menular seksual (IMS) merupakan salah satu yang paling umum. Sebagai contoh, HIV yang tidak tertangani bisa merusak testis dan dalam jangka panjang menyebabkan kemandulan. Sebagian besar IMS sebenarnya bisa disembuhkan bila dideteksi sejak dini. Masalahnya, banyak kasus IMS yang tidak bergejala, khususnya pada laki-laki, sehingga seringkali kasus-kasus ini baru diketahui ketika situasinya sudah lebih kompleks. Apalagi, dibandingkan dengan perempuan, laki-laki lebih jarang melakukan tes IMS (Cuffe, Newton-Levinson, et al., 2016).

Cek IMS secara berkala sebaiknya dilakukan untuk menjaga faktor kesuburan laki-laki, khususnya bagi laki-laki yang aktif secara seksual. Beberapa jenis IMS yang bisa diperiksa statusnya misalnya: HIV, klamidia, gonorrhea, dan hepatitis B. Untuk memeriksakan diri, tinggal mendaftar di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya yang menawarkan jasa pemeriksaan IMS. Salah satu hal yang sering menjadi sumber kekhawatiran laki-laki terkait dengan pemeriksaan IMS adalah privasi. Meskipun begitu, tak perlu khawatir, sebab fasilitas kesehatan biasanya memiliki kebijakan khusus untuk menjaga kerahasiaan hasil tes. Oleh karena itu, privasi pun dijamin.

Cek IMS secara berkala memiliki sejumlah manfaat, yaitu:

  • Lebih mengetahui status kesehatan pribadi
    Meskipun sekilas terdengar menyeramkan, yakinlah bahwa mengetahui jauh lebih baik daripada tidak mengetahui. Bila tidak ada apa-apa, tinggal melanjutkan upaya pencegahan IMS saja. Lanjutkan penggunaan kondom dan hindari perilaku seksual berisiko. Jadi, tak perlu menduga-duga dan membayangkan segala macam hal yang mengerikan hanya karena ada dua-tiga buah jerawat pada penis. Nah, kalau ternyata ada IMS yang terdeteksi, ini juga bukan akhir dunia, sebab penanganan yang tepat bisa segera dicari. Apapun hasil tesnya, pada akhirnya memeriksa status IMS tetap bisa membantu menjaga faktor kesuburan laki-laki.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

  • Lebih mampu membuat perencanaan
    Tergantung dari status IMS, perencanaan yang diperlukan mungkin berbeda. Sebagai contoh, bila seorang laki-laki ternyata memiliki klamidia, ia perlu mencari pengobatan, memberitahu orang yang terakhir berhubungan seks dengannya agar bisa memeriksakan diri ke dokter, serta merencanakan penggunaan kondom yang lebih konsisten ke depannya. Kalau statusnya dan pasangannya sama-sama positif HIV, ada serangkaian prosedur yang perlu dijalani jika ingin punya anak dengan status negatif HIV. Akan lebih mudah untuk menyusun berbagai perencanaan setelah mendapatkan kejelasan dari status IMS.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

  • Bila memiliki pasangan, dapat melindungi pasangan dari risiko IMS, khususnya bila tes IMS dilakukan sebelum memutuskan untuk berhubungan seks
    Ini terutama sangat penting untuk laki-laki yang berniat melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Misalnya, jika sedang ada rencana untuk menikah. Kalau kamu memeriksakan status IMS terlebih dahulu, kamu bisa melindungi pasanganmu. IMS yang bisa diobati dapat segera diobati, sedangkan IMS yang tidak bisa disembuhkan secara permanen bisa dikontrol agar dampaknya tidak terlalu mengganggu serta risiko penyebarannya menurun. Jangan lupa, selalu gunakan kondom untuk mencegah IMS.
    Cek IMS Berkala, Salah Satu Cara untuk Menjaga Faktor Kesuburan Laki-laki

Baca juga: Sehabis Pasang KB Susuk Tak Boleh Kerja Berat, Betulkah?

Itulah sekilas informasi mengenai cek IMS berkala sebagai salah satu cara untuk menjaga faktor kesuburan laki-laki. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat