Gejala HIV di Kulit Akibat Efek Samping Obat Antiretroviral

HIV kulit akibat obat

Orang dengan HIV sering mengalami gejala HIV yang disebabkan efek samping pengobatan. Efek samping umumnya terjadi di kulit, seperti ruam.

Contoh obat antiretroviral yang dimaksud adalah nevirapine. Obat ini menyebabkan ruam pada sekitar 15 hingga 20% orang dengan HIV. Ruam ini biasanya ringan dan menghilang saat tubuh pasien sudah terbiasa dengan obat tersebut.

Baca Juga: Ingin Tes HIV? Pahami Dulu Jenis-jenisnya

Risiko ini justru lebih tinggi pada pasien dengan sistem kekebalan yang lebih baik, sehingga tidak dianjurkan untuk wanita dengan jumlah CD4 di atas 250 atau pria dengan jumlah di atas 400.

Untuk meminimalkan kemungkinan efek samping, dokter mungkin menyarankan pasien memulai dari awal dengan dosis yang lebih rendah dan akan ditingkatkan sampai dosis penuh selama dua minggu. Beberapa negara tidak lagi merekomendasikan nevirapine untuk pengobatan HIV, misalnya di Inggris.

Munculnya ruam juga merupakan efek samping yang cukup umum dari obat anti-HIV lainnya, tetapi dalam kebanyakan kasus, gejalanya ringan dan hilang dengan sendirinya. Beri tahu dokter jika Kamu mengalami ruam, sehingga penyebabnya dapat diselidiki.

Efek Samping yang Lebih Serius

Sejumlah kecil orang dengan HIV yang mengkonsumsi obat nevirapine atau etravirine juga mengembangkan reaksi obat yang sangat serius yang disebut sindrom Stevens Johnson (SJS).

Reaksi di kulit akibat SJS dapat menyebabkan ruam parah, pengerasan kulit atau bisul pada mulut atau alat kelamin, kulit terbakar, dan lapisan kulit mengelupas. Segera kunjungi klinik HIV jika Kamu mengalami ruam bersama dengan salah satu gejala berikut:

  • Demam
  • Merasa tidak sehat atau sangat lelah
  • Nyeri otot atau sendi
  • Kulit melepuh
  • Sariawan
  • Pembengkakan mata, bibir, mulut atau wajah
  • Kesulitan bernafas
  • Kulit atau mata menguning
  • Urin berwarna gelap
  • Warna tinja pucat
  • Rasa sakit atau nyeri di sisi kanan tubuh, di bawah tulang rusuk.

Untuk mencegah gejala HIV lebih berat karena efek samping obat, sebelum memulai pengobatan biasanya dokter akan melakukan tes untuk melihat apakah pasien memiliki risiko ini. Demam dan ruam adalah gejala paling umum dari reaksi hipersensitivitas akibat obat HIV ini. Namun, sebagian orang mungkin mengalami reaksi lain seperti mual, muntah, diare, sakit perut, sesak napas, batuk, sakit kepala dan kelemahan otot.

Baca Juga: Vaksin HIV Berbasis mRNA Mulai Diuji Coba pada Manusia

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya