Hasil Tes HIV: Positif, Negatif, dan Reaktif, Apakah Artinya?

hasil test hiv

Hasil tes HIV negatif, bukan berarti kamu aman dari HIV.

Stigma yang menyelubungi penyakit HIV membuat tidak banyak orang yang bersedia untuk melakukan tes HIV. Padahal idealnya jika sudah aktif secara seksual melakukan tes HIV untuk mendeteksi secara dini. Adapun hasil tes HIV bisa positif, negatif dan reaktif, apakah artinya? Yuk pahami bagaimana cara membaca hasil tes HIV.

Baca Juga: Kenali Gejala HIV Sesuai Stadiumnya

Siapakah yang sebaiknya melakukan tes HIV?

Melakukan tes HIV sebenarnya sama dengan pemeriksaan kesehatan lainnya, sebaiknya dilakukan secara rutin. Idealnya dokter akan menganjurkan melakukan tes HIV setiap 3 atau 6 bulan sekali, terutama yang berusia 13-64 tahun. Karena pada prinsipnya mereka yang sudah aktif secara seksual memiliki potensi terinfeksi HIV. Faktanya, hubungan seksual adan penggunaan jarum suntik bekas penderita HIV adalah cara penularan HIV yang tertinggi.

Tes HIV selain dilakukan atas kesadaran sendiri, sering kali juga atas rekomendasi dokter karena melihat adanya gejala yang mengarah pada infeksi HIV. Selain itu, ketika kamu terdiagnosa infeksi menular seksual, hepatitis B atau C dan tuberkulosis, dokter pun akan merekomendasikan untuk dilakukan tes HIV. Selain itu, individu yang masuk dalam faktor risiko seperti melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan pasangan pengidap HIV juga disarankan untuk melakukan tes HIV secara reguler.

Tes ini penting dilakukan untuk mendeteksi apakah human immunodeficiency virus atau HIV sudah ada di dalam tubuh. Ketika virus ini ada di dalam tubuh adalah sel CD4 yang merupakan sel darah putih yang melawan infeksi yang akan diserang. Ketika kadar CD4 terus menurun di dalam tubuh maka dapat dipastikan sistem kekebalan melemah, inilah yang kemudian membuat penyakit HIV rentan menyebabkan pengidapnya mengalami infeksi lain yang bisa berujung pada kematian.

Tiga kategori hasil tes HIV: Positif, Negatif, Reaktif.

Adapun cara untuk menegakkan diagnosa HIV adalah dengan pemeriksaan fisik dan tes HIV melalui pemeriksaan darah. Yang dideteksi dalam pemeriksaan darah adalah adakah antibodi HIV. Untuk hasil tesnya sendiri memiliki tiga kategori yaitu positif, negatif dan reaktif. Apakah artinya?

Tes HIV Positif.

Hasil tes dipastikan positif ketika viral load HIV di dalam darah sudah di atas 1ml. Dokter akan memberikan rencana pengobatan sesuai dengan kondisi kamu. Jenis obat yang digunakan adalah antiretroviral atau ARV yang bisa menghambat virus bereplikasi. Kondisi ini akan membuat virus HIV tidak bisa menghancurkan sel CD4. Selain itu kamu juga akan dibekali dengan informasi tentang bagaimana cara mencegah penularan, terutama kepada pasangan. Salah satu pencegahan penularan yang wajib dilakukan adalah ketika melakukan hubungan seksual yaitu dengan menggunakan kondom.

Penggunaan kondom berbahan lateks telah terbukti secara klinis mencegah penularan HIV. Jika saat menggunakan kondom kamu dan pasangan ingin menggunakan lubrikan, pastikan yang dipilih adalah lubrikan berbahan air agar kondom tidak robek. Contohnya seperti Supreme Premium Condom yang terbuat dari lateks terbaik dan dilengkapi dengan pelumas khusus.

Tes HIV Negatif.

Hal yang harus diantisipasi dari hasil tes HIV negatif adalah periode jendela HIV atau window period. Ini adalah kondisi di mana virus HIV sudah ada di dalam tubuh tapi viral load di dalam darah belum cukup banyak untuk bisa terdeteksi. Periode jendela ini merupakan jeda waktu antara virus pertama kali masuk ke dalam tubuh sampai bisa terbaca secara akurat pada alat tes HIV. Periodenya sangat bervariasi pada setiap orang.

Jadi ketika hasil tes HIV negatif dan kamu merupakan kelompok faktor risiko atau tetap aktif melakukan hubungan seksual, sebaiknya jangan langsung terlena. Apalagi pada periode jendela seringkali gejala HIV belum terlihat jelas. Lakukan kembali tes HIV setelah 3 bulan untuk memastikan kondisi terdeteksi atau tidaknya antibodi HIV di dalam tubuh. Pada periode jendela, virus HIV akan terus bereplikasi yang artinya tetap bisa menularkan ke orang lain. Maka sangat penting untuk menjalani perilaku seks yang sehat yaitu dengan tetap menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual. Agar lebih baik, ajak juga pasangan untuk melakukan tes HIV sebagai bentuk perlindungan dan pencegahan.

Tes HIV Reaktif.

Ini adalah hasil tes positif yang perlu dikonfirmasi ulang melalui tes tambahan. Biasanya dokter tidak akan langsung menegakkan diagnosis tanpa hasil dari tes tambahan keluar. Sambil menunggu hasil tes tambahan, tetaplah ikuti saran dokter dalam memantau gejala HIV serta apa yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus.

Baca Juga: Sudah Tahu Beda HIV dan AIDS?

Kalau kamu ingin tahu lebih detail lagi bagaimana mengetahui gejala HIV, langsung saja konsultasi ke HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Jangan kuatir, semua informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya

kondom

Ketika Kondom Kedaluwarsa Lebih Cepat

Kondom kedaluwarsa jika tetap dipakai justru berbahaya untuk kesehatan. Kondom bisa berfungsi dengan optimal jika digunakan sebelum melewati tanggal kadaluarsanya. Tapi kebanyakan orang berpikir, definisi

Read More »