Kenali Gejala HIV Sesuai Stadiumnya

gejala-hiv-stadium

Dengan mengenali gejala HIV sesuai dengan perjalanan penyakitnya maka pemahaman kita dapat mencegah penularan lebih optimal.

Jika mendengar kata ‘HIV’ maka kebanyakan orang langsung meyakini kalau dirinya tidak akan tertular penyakit ini. Karena stigmanya, penyakit ini hanya menghampiri orang-orang yang tidak baik seperti pekerja seks komersial (PSK) dan pemakai narkoba jarum suntik. Faktanya menurut Kemenkes pada 2019, angka ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV paling tinggi ada pada ibu rumah tangga yaitu mencapai 16.844 sementara pada PSK hanya 3.499. Ini artinya penularan HIV/AIDS tetap dapat terjadi ketika aktivitas seksual dilakukan tanpa proteksi. Mengingat HIV bisa terjadi pada siapa saja, maka penting untuk mengetahui apa saja gejala HIV sesuai stadiumnya. Mengapa?

Baca Juga: Berapa Lama HIV Baru Menunjukkan Gejala?

Mengumpulkan segala informasi tentang HIV termasuk apa saja gejalanya, akan membuat kamu memiliki kesadaran untuk menghindari diri terinfeksi penyakit ini. Karena sesungguhnya informasi tentang gejala HIV sesuai stadiumnya juga akan membantu kamu untuk mendeteksinya lebih cepat. Kualitas hidup orang yang hidup dengan AIDS (ODHA) bisa tetap terjaga jika pengobatan dilakukan secara disiplin. Tanpa berlama-lama lagi mari kita cari tahu bagaimana saja gejala HIV sesuai stadiumnya:

  1. Gejala tahap awal atau HIV Akut: Pada tahap awal, gejala HIV mulai terlihat pada 3-6 minggu atau 3 bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh. Sesaat setelah menginfeksi tubuh, barulah muncul gejala awal HIV. Hanya saja pada tahap ini gejala HIV sangat mirip dengan flu biasa seperti demam, kelenjar getah bening yang membengkak, nyeri pada otot dan sendi.
  2. Gejala HIV stadium I : Pada tahap ini, HIV disebut asimtomatik karena gejala awal mulai menghilang. Kalaupun ada gejala, bentuknya sangat ringan seperti membengkaknya kelenjar getah bening yang ada di ketiak, leher, serta lipatan paha. Periode ini bisa terjadi 5-10 tahun dan disebut sebagai periode jendela karena tidak bergejala tapi sangat menularkan ke orang lain. Karena begitu tubuh terinfeksi HIV maka virus berlipat ganda dengan cepat dan karena tidak menampilkan gejala yang spesifik akhirnya segala kebiasaan seks tidak terproteksi tetap dilakukan. Alhasil penularan HIV berlangsung sangat cepat tapi mereka tidak menyadari sudah ada virus di dalam tubuh.
  3. Gejala HIV stadium II: Karena virus terus berlipat-ganda maka imun tubuh ikut diserang alhasil gejala HIV pun muncul kembali. Gejala yang spesifik terjadi di stadium ini adalah diare, infeksi saluran pernapasan atas, radang mulut dan sariawan yang berulang, dermatitis seboroik atau munculnya ketombe dan tidak bisa ditangani dengan baik.
  4. Gejala HIV stadium III: Mulai muncul gejala-gejala infeksi primer. Hal ini dapat terjadi karena HIV menghancurkan sel T, padahal fungsinya untuk melawan infeksi. Ketika jumlah sel T terus saja menurun maka sebenarnya sistem kekebalan tubuh kamu pun ikut merosot. Alhasil penyakit infeksi pun bermunculan seperti jamur di mulut, ada bercak putih dengan permukaan kasar dan berbulu pada lidah. Satu lagi gejala HIV yang spesifik adalah tiba-tiba mengalami tuberkulosis paru.
  5. Gejala HIV/AIDS stadium IV: AIDS adalah stadium akhir dari HIV yang ditandai dengan kadar CD4 yang sangat rendah. Idealnya CD4 dalam tubuh bisa mencapai 500-1600 sel/mm³. Tapi pada stadium ini kadar CD4 bisa hanya di bawah 200 sel/mm³. Alhasil pengidap HIV/AIDS menjadi sangat rentan mengalami beragam infeksi sekunder. Adapun gejalanya adalah pneumonia, TBC, diare, infeksi jamur herpes, infeksi pada paru dan lain sebagainya.

Jika kamu termasuk kelompok yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS maka sebaiknya melakukan pemeriksaan darah rutin. Tujuannya agar begitu terdeteksi adanya HIV di dalam tubuh, maka pengobatan segera dilakukan. Selain itu, setiap kali melakukan hubungan seksual tetaplah menggunakan kondom seperti Kondom Fiesta Beraroma. Karena ini adalah alat kontrasepsi yang juga ampuh mengalau masuknya HIV ke dalam tubuh.

Baca Juga: Gejala HIV di Kulit Akibat Efek Samping Obat Antiretroviral

Kalau kamu ingin tahu lebih detail lagi tentang gejala HIV dan penularannya, langsung saja konsultasi ke HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Jangan kuatir, semua informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya