Ini Tiga Syarat yang Harus Dipenuhi Agar Menyusui Bisa Menjadi Metode KB yang Efektif

metode kb

Membuat keputusan untuk mulai berhubungan intim lagi sehabis jeda pasca melahirkan bisa membuat siapapun merasa berdebar-debar. Di satu sisi, ada keinginan untuk kembali menjalin romansa dengan pasangan. Di sisi lain, tubuh baru saja melewati pengalaman reproduksi yang berat. Agar pasangan bisa tetap menikmati aktivitas seksual tanpa khawatir akan risiko kehamilan yang berturut-turut, dibutuhkan strategi kontrasepsi yang tepat. Kabar baiknya, menyusui bisa menjadi alternatif untuk menunda kehamilan. Akan tetapi, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi supaya menyusui bisa menjadi metode KB yang efektif.

Baca Juga: Ini Lima Pilihan Metode KB untuk Ibu Menyusui

Metode KB menyusui disebut juga dengan Lactational Amenorrhea Method (LAM). LAM dapat mencegah kehamilan beruntun dengan tingkat efektivitas 98% bila tekniknya dilakukan dengan tepat (Abraha, Teferra, et al., 2018). Artinya, tak bisa sekadar menyusui saja, namun ada syarat-syarat yang harus diperhatikan.

Berikut 3 syarat yang harus dipenuhi agar menyusui bisa menjadi metode KB yang efektif menurut Diagram Kriteria Kecocokan Medis untuk Penggunaan Kontrasepsi milik WHO edisi ke-5 tahun 2015.

  • Amenorrhea alias belum mengalami menstruasi
    Selama ibu belum menstruasi pasca melahirkan, menyusui bisa dijadikan metode KB. Sebaliknya, bila sudah menstruasi, menyusui sudah tidak bisa lagi digunakan sebagai metode KB. Syarat ini tetap berlaku meskipun volume menstruasi masih sedikit serta siklus menstruasi belum teratur.

  • Menyusui secara eksklusif
    Agar menyusui bisa membantu mencegah kehamilan, menyusui harus dilakukan secara eksklusif. Artinya, ibu sepenuhnya menyusui, bukan hanya kadang-kadang saja dengan selingan susu formula. Bila menyusui tidak dilakukan secara eksklusif, maka menyusui tak bisa diandalkan sebagai kontrasepsi.

  • Baru melahirkan kurang dari 6 bulan
    Ampuh-tidaknya menyusui sebagai cara untuk menunda kehamilan juga bergantung pada lamanya waktu yang telah berlalu sejak ibu melahirkan. Bila belum 6 bulan, menyusui masih bisa dijadikan metode KB. Akan tetapi, setelah 6 bulan, biasanya kesuburan sudah kembali sehingga metode ini tak bisa dipakai lagi.

Dari ketiga syarat tadi, semuanya harus terpenuhi sebelum menyusui bisa menjadi metode KB yang efektif. Bila satu syarat saja tidak terpenuhi, kamu berisiko mengalami kehamilan yang tidak direncanakan. Oleh karena itu, akan lebih baik bila kamu menggunakan metode KB modern. Kondom dan IUD tembaga bisa menjadi alternatif bila kamu menginginkan alat kontrasepsi non-hormonal. Sementara itu, untuk alat kontrasepsi hormonal, terdapat pil KB Laktasi, Suntikan KB Andalan 3 bulanan, dan Andalan Implan yang hanya mengandung hormon progesteron saja, sehingga aman bagi ibu menyusui, aman bagi bayi, dan tidak memengaruhi jumlah serta kualitas ASI.

Perlu diperhatikan juga bahwa metode KB menyusui tidak dapat melindungi kamu dari risiko infeksi menular seksual. Oleh karena itu, bila kamu menyusui untuk mencegah kehamilan, disarankan untuk tetap menggunakan kondom. Gunakanlah kondom secara tepat dan konsisten setiap kali berhubungan seks demi perlindungan maksimal.

Baca Juga: Metode KB Jangka Panjang yang Tidak Mengandung Hormon, Memangnya Ada?

Itulah 3 syarat yang harus dipenuhi agar menyusui bisa menjadi metode KB yang efektif. Selain itu, bila kamu masih bingung atau memiliki pertanyaan terkait topik ini, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya