Jangan Anggap Sepele, Stres bisa Memicu Disfungsi Ereksi Lho

disfungsi ereksi

Stres adalah hal yang normal. Namun dalam kondisi tertentu, stres bisa memicu disfungsi ereksi.

Kesehatan mental ternyata bisa mempengaruhi kualitas ereksi lho. Jadi, anggapan bahwa stres bisa memicu disfungsi ereksi benar adanya, bukan sekadar mitos.

Baca Juga: Pria Wajib Tahu: Top 6 Penyebab Disfungsi Ereksi

Eits, jangan langsung paranoid terhadap stres ya. Stres adalah hal yang normal, dan pasti dialami oleh semua orang. Stres sebenarnya merupakan reaksi kita terhadap suatu perubahan yang mengharuskan kita menyesuaikan, atau merespons. Dan, stres lah yang membuat kita tetap waspada. Masalah muncul ketika kita tidak mampu mengelola stres. Ketika ini terjadi, tubuh dan pikiran kita kewalahan sehingga muncullah berbagai masalah pada fisik, misalnya disfungsi ereksi.

Bagaimana Stres bisa Memicu Disfungsi Ereksi

Kamu pasti pernah merasakan, mendadak pusing, perut mulas, atau berkeringat dingin ketika stres. Stres memang bisa menimbulkan berbagai gejala pada tubuh. efeknya memang sementara. Begitu stres reda, keluhan pun hilang. Namun tidak demikian bila kita mengalami stres berkepanjangan (kronis).

Stres kronis bisa melemahkan sistem imun. Selain itu juga meningkatkan risiko terhadap berbagai kondisi yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi, seperti penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Sedikit kilas balik, ada tiga jenis ereksi. Yaitu reflektif (akibat rangsangan fisik), psikogenik (akibat rangsangan visual/mental), dan nokturnal yang terjadi saat tidur. Ereksi terjadi ketika otak mengirimkan sinyal, yang kemudian direspons oleh pembuluh darah di sekitar penis untuk mengalirkan darah lebih banyak ke penis.

Ada banyak yang terlibat dalam proses tersebut. Antara lain sistem saraf, pembuluh darah, otot, hormon, dan emosi. Bila ada gangguan pada satu saja faktor-faktor tadi, disfungsi ereksi bisa terjadi. Nah, stres kronis bisa menimbulkan pada faktor-faktor tersebut. Lebih jauh, stres bisa memicu disfungsi ereksi karena bisa mengganggu sinyal antara otak dan tubuh.

Jadi bisa saja kamu terangsang secara psikologis, tapi otak tidak mengirimkan sinyal yang tepat kepada pembuluh darah di sekitar penis untuk meningkatkan aliran darah ke organ tersebut. Alhasil tidak terjadi peningkatan aliran darah ke penis, dan ereksi pun tidak terjadi. Atau bisa saja ereksi tetap terjadi, tapi tidak cukup lama atau cukup keras sebagaimana mestinya.

Lingkaran Setan yang Harus Diputus

Menariknya, stres dan ansietas (kecemasan) terhadap disfungsi ereksi yang dialami, juga bisa memicu terjadinya lingkaran setan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi yang dialami seseorang bisa menyebabkan perubahan perilaku, serta menimbulkan perasaan malu, stres dan kecemasan terhadap disfungsi ereksi. Akhirnya disfungsi ereksi makin berat, orang tersebut makin stres, dan seterusnya.

Tentu saja, banyak sekali hal yang bisa menimbulkan stres hingga berujung pada disfungsi ereksi. Misalnya kehilangan pekerjaan, stres/masalah di kantor, konflik dalam hubungan, masalah keuangan, atau kematian orang yang disayangi.

Untuk itu, jangan sepelekan bila kamu mengalami gangguan kecemasan atau stres berkepanjangan. Bicarakanlah secara terbuka dengan pasangan mengenai disfungsi ereksi yang kamu alami; jangan biarkan masalah ini menjadi bara dalam pernikahan kalian. Carilah pertolongan profesional. Psikolog atau psikiater akan membantumu menemukan penyebab stres yang kamu alami, dan memberikan pengobatan yang tepat. Jangan berusaha mengobati sendiri dengan sembarangan minum obat kuat ya. Bila memang dibutuhkan, dokter bisa meresepkan sildenafil sitrat misalnya TOPGRA dari DKT Indonesia, untuk membantumu lebih mudah ereksi. Ingat ya, obat ini harus dengan resep dokter.

Baca Juga: Pilihan Makanan yang Membantu Atasi Disfungsi Ereksi

Jadi, bukan hoaks ya kalau stres bisa memicu disfungsi ereksi. Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya