Kehamilan Ektopik dan Infeksi Menular Seksual, Apa Kaitannya?

ektopik-infeksi-menular-seksual

Infeksi menular seksual atau IMS sebabkan kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik adalah hamil di luar rahim. Ini terjadi ketika embrio berkembang tidak di dalam rahim, melainkan di organ lain seperti tuba falopi, indung telur, serviks atau bahkan rongga perut. Tapi paling sering kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi. Kehamilan ektopik sangat berbahaya karena bisa menyebabkan pendarahan dan nyeri hebat di panggul atau perut bawah. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kerusakan fatal pada organ yang ditumpangi embrio dan embrio pun tidak akan berkembang normal. Lantas apa kaitannya kehamilan ektopik dengan infeksi menular seksual?

Baca Juga: Penting Diketahui, Ini Cara Terbaik Mencegah Infeksi Menular Seksual

Salah satu dampak bahaya dari infeksi menular seksual atau IMS adalah sebabkan kehamilan ektopik. Ibu hamil termasuk kategori rentan mengalami infeksi karena fluktuasi hormon menyebabkan reaksi imun menurun. Risiko terjadinya infeksi menular seksual semakin tinggi apabila berhubungan seksual tidak aman. Yang dimaksud dengan hubungan seks tidak aman adalah suami atau istri melakukan perilaku seks berisiko dan tidak menggunakan kondom ketika berhubungan seks.

Kok sudah menikah malah pakai kondom? Sebenarnya kondom tidak hanya alat kontrasepsi yang bisa mencegah terjadinya kehamilan, tapi juga bisa memproteksi diri dari masuknya bakteri atau virus penyebab infeksi menular seksual ke dalam tubuh. Jadi sebenarnya memakai kondom adalah bentuk saling melindungi.

Penelitian membuktikan kondom berbahan lateks efektif hingga 90% untuk memutus mata rantai penularan infeksi menular seksual. Maka menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks, termasuk ketika hamil, juga menjadi cara untuk memastikan kehamilan berlangsung aman dan janin bisa berkembang normal di dalam rahim. Artinya risiko terjadinya kehamilan ektopik bisa diminimalisir dengan setia pada pasangan serta menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.

Tak hanya untuk mencegah penularan infeksi menular seksual, penggunaan kondom setiap kali berhubungan seksual selama hamil juga bisa mencegah terjadinya kontraksi. Karena di dalam air mani terdapat hormon prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi. Agar hubungan seksual tetap bergairah selama kehamilan, kondom Fiesta Ultra Safe bisa menjadi pilihan. Selain berbahan lateks, kondo mini juga dilengkapi dengan pelumas ekstra yang tentu menambah kenikmatan dalam berhubungan seks.

Apa sajakah gejala kehamilan ektopik? Sama seperti infeksi menular seksual, kehamilan ektopik pada tahap awal tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Kamu akan mengalami gejala kehamilan biasa seperti menstruasi terhenti, mual, dan payudara mengeras. Tapi pada tahap selanjutnya, kehamilan ektopik akan menimbulkan beberapa gejala khas seperti perut, panggul, leher, dan bahu yang terasa seperti ditusuk; nyeri pada perut bagian bawah dan seiring berjalannya waktu rasa nyerinya akan semakin hebat, nyeri hebat setiap kali buang air besar, hingga vagina mengeluarkan darah berwarna gelap. Ini adalah indikasi pecahnya tuba falopi karena kehamilan ektopik.

Segeralah memeriksakan diri jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut. Adapun pengobatan untuk kehamilan ektopik bisa menggunakan terapi obat atau tindakan operasi. Sedangkan untuk infeksi menular seksual pada ibu hamil, pengobatannya adalah dengan terapi obat antibiotik.

Baca Juga: Bisakah Infeksi Menular Seksual Disembuhkan?

Jika kamu ingin mencari tahu lebih detail bagaimana mencegah terjadinya infeksi menular seksual, segera konsultasi langsung di HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Tenang, semua informasi pribadi akan dijaga baik. Yuk segera berkonsultasi!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya