Kok Perempuan Lebih Rentan Alami Infeksi Menular Seksual? Ini Alasannya

Rentan infeksi menular seksual

Perempuan wajib tahu penyebabnya untuk mengetahui cara melindungi diri dari infeksi menular seksual

Sebenarnya infeksi menular seksual atau IMS bisa dialami oleh siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Tapi CDC menyebutkan, perempuan lebih rentan mengalami infeksi menular seksual ketimbang laki-laki. Adapun jenis infeksi menular seksual yang kerap dialami perempuan adalah klamidia, human papillomavirus (HPV), sifilis, dan gonorrhea.

Baca Juga: Vagina Berbau Amis Tanda Infeksi Menular Seksual?

CDC mencatat terjadi peningkatan kasus pada infeksi menular seksual sifilis dan gonorrhea pada 2018. Jika dibandingkan pada 2014, peningkatan kasus klamidia naik hingga 19%, gonorrhea naik hingga 63%, sifilis naik hingga 71% dan sifilis pada bayi baru lahir meningkat sampai 185%. Lantas apa yang menyebabkan perempuan lebih rentan mengalami infeksi menular seksual? Berikut alasannya:

  1. Anatomi vagina:

    Secara anatomi, alat kelamin perempuan lebih terbuka ketimbang alat kelamin laki-laki. Ditambah vagina berbentuk selaput lendir atau mukosa yang membuat virus dan bakteri lebih mudah menembusnya ketimbang pada penis yang dilapisi kulit. Apalagi mukosa pada saluran reproduksi perempuan berbentuk kantong yang membuat mikroorganisme seperti virus dan bakteri bisa tinggal lebih lama di dalamnya. Alhasil kesempatan virus dan bakteri untuk menembusnya pun jadi lebih besar.

  2. Kebanyakan infeksi menular seksual tidak bergejala:

    Klamidia dan gonore yang terjadi pada perempuan sering kali tidak bergejala. Ini berbeda ketika infeksi menular seksual yang sama terjadi pada laki-laki, gejalanya sangat mudah dikenali karena penis mengeluarkan cairan. Pada kondisi normal, penis tidak mengeluarkan cairan sehingga perubahan tersebut menjadi sangat signifikan dan mendorong laki-laki untuk memeriksakan diri.

  3. Perempuan seringkali menganggap gejala infeksi menular seksual adalah masalah menjaga kelembaban di area vagina:

    Gejala infeksi menular seksual yang khas adalah vagina mengalami keputihan, terasa gatal dan ada sensasi panas. Kebanyakan perempuan mempersepsikan ini sebagai masalah vagina yang lembab dan mengundang datangnya jamur. Sering kali gejala ini diabaikan membuat infeksi menular seksual pada perempuan terlambat tertangani.

  4. Vagina bisa mengalami kekeringan karena faktor hormonal:

    Pertambahan usia membuat hormon reproduksi perempuan mengalami perubahan. Ini kemudian memengaruhi kondisi di sekitar vagina, seperti membuatnya lebih kering. Vagina yang kering membuatnya rentan mengalami luka dan ini kemudian menjadi “pintu masuk” untuk bakteri serta virus penyebab infeksi menular seksual.

  5. Perempuan sungkan meminta pasangannya untuk menggunakan kondom setiap kali bercinta:

    Pengaruh faktor budaya dan gender membuat perempuan tidak leluasa untuk meminta pasangannya menggunakan kondom setiap kali bercinta. Padahal kondom yang berbahan lateks telah terbukti secara klinis mampu mencegah penularan infeksi menular seksual. Perempuan harusnya semakin berani untuk berhubungan seksual yang aman demi memproteksi dirinya sendiri.

Mengingat perempuan begitu rentan terhadap infeksi menular seksual, maka kamu harus tahu bagaimana cara mencegahnya. Jika kamu sudah aktif secara seksual maka sangat penting untuk melakukan pap smear setiap 3-5 tahun sekali. Pemeriksaan ini sebenarnya bukan hanya untuk mendeteksi adanya perubahan lesi pada serviks yang bisa berujung pada kanker serviks saja, tapi biasanya juga akan diperiksa apakah ada virus atau bakteri penyebab infeksi menular di dalam mukosa vagina.

Selain melakukan pap smear secara rutin, kamu juga wajib untuk menggunakan kondom ketika berhubungan seksual. Sebenarnya segala bentuk hubungan seksual seperti anal, oral, atau vaginal haruslah menggunakan kondom untuk melindungi kamu dan pasangan dari risiko terjadinya infeksi menular seksual. Dan saat ini juga sudah tersedia kondom perempuan yang bisa memberikan manfaat proteksi yang sama terhadap infeksi menular seksual.

Baca Juga: Penting Diketahui, Ini Cara Terbaik Mencegah Infeksi Menular Seksual

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya