Lima Drama Saat Menstruasi Tiba

drama-saat-menstruasi

Siklus menstruasi yang terjadi pada wanita memang dianggap hal biasa. Sebiasa problem ikutan yang ada di dalamnya jelang menstruasi datang.

Baca Juga: Atasi Gangguan Mood saat Menstruasi‎

Pada sebagian wanita, drama bulanan ini memang tak bisa dihindari. Berikut lima drama yang biasa terjadi kala menstruasi :

  • Keluarnya darah beku
    Tiap orang memiliki karakter menstruasinya tersendiri. Yang pasti polanya hampir sama, yaitu dimulai dengan keluarnya darah dalam jumlah sedikit di fase awal, lalu fase deras, dan terakhir kembali berkurang seperti semula. Di fase deras, darah yang keluar bisa dalam bentuk encer maupun gumpalan kecil darah beku.

    Rata-rata seorang wanita kehilangan 2-4 sendok makan volume darah selama siklus menstruasi. Indikator lainnya bisa dari pergantian pembalut yang dilakukan tiap dua jam atau lebih. Jika kamu harus mengganti pembalut kurang dari dua jam, karena volume darah menstruasi yang berlebihan atau keluar gumpalan darah beku lebih besar dari batas normal, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter ahli.

  • Kram perut
    Proses pengeluaran darah dari rahim memicu kontraksi otot di sekitar rahim, akibatnya muncullah rasa sakit atau kram yang menjalar dari perut ke punggung bagian bawah. Inilah yang sumber nyeri perut saat menstruasi.

    Sensasi kram ini bisa terjadi jelang menstruasi yang disebut gejala premenstrual syndrome (PMS) lalu hilang perlahan setelah menstruasi datang. Atau ada juga yang merasakan kram sepanjang menstruasi berlangsung. Jika nyeri terasa hebat tak tertahankan, lakukan pemeriksaan ke dokter. Untuk mencari tahu sumber nyeri tersebut.

  • Bad mood
    Senggol bacok, begitulah anekdot ketika seseorang menjadi sangat sensitif karena PMS. Ya, saking familiarnya PMS kini jadi bahan olok-olok ketika seseorang mudah marah tanpa sebab yang jelas.

    Naik turunnya emosi dan perubahan mood, jelang dan saat menstruasi ini tak lepas dari ketidakseimbangan hormon yang terjadi dalam tubuh dalam mendukung proses menstruasi yang sedang berlangsung. Kondisi biologis ini memang tak bisa dihindari, namun kamu bisa meminimalisir dampaknya dengan berbagai cara. Misalnya, tidur yang cukup agar kualitas tidur terjaga sehingga siang harinya tidak mengantuk dan mencegah kelelahan yang berujung mudah emosional.

    Olahraga rutin, tekuni hobi, agar energi dan emosi tersalurkan secara positif. Hindari makanan yang memicu perut kembung, seperti kafein. Pilih makanan sehat agar sistem pencernaan tidak terganggu.

  • Siklus yang tak mulus
    Tidak selamanya siklus menstruasi berjalan mulus seperti kondisi ideal yang ada di jurnal-jurnal kesehatan. Ada kalanya siklus menstruasi yang normal berubah menjadi kacau balau lantaran berbagai sebab. Seperti kelelahan, stress, penyakit tertentu, berat badan, termasuk pola makan yang keliru.

    Siklus menstruasi ideal terjadi selama 28 hari. Standarnya antara 21-35 hari. Di luar batas tersebut, bisa dibilang siklus menstruasi yang kamu alami tidaklah normal. Nah, untuk melacaknya kamu bisa memulai dengan mencatat tanggal menstruasi pertama setiap bulannya. Sehingga bila terjadi kemunduran atau majunya menstruasinya, bisa segera terdeteksi. Selain dari segi tanggal, indikasi menstruasi yang tidak normal juga bisa dilihat dari volume dan aliran darah yang keluar, apakah masih dalam batas wajar atau tidak.

  • Terlambat datang bulan
    Tidak selamanya telat datang bulan itu tanda kehamilan. Keterlambatan bila terjadi sesekali wajar kok. Bisa jadi disebabkan beberapa hal seperti penyakit tertentu, stress yang berat ataupun olahraga terlalu ekstrim.

    Jika kamu mengalami keterlambatan lebih dari satu kali, dan tidak sedang hamil, kamu wajib berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apa yang terjadi sehingga siklus menstruasi terlambat beberapa kali.

  • Mual
    Kondisi PMS tak lepas dari kerja hormon prostaglandin yang diproduksi saat menstruasi yang memicu terjadinya mual, muntah, diare, hingga sakit kepala.

    Untuk mengatasinya, konsumsi obat nyeri yang dijual bebas. Pastikan obat tersebut mengandung ibuprofen dan naproxen yang membantu mengurangi produksi hormon prostaglandin dan mengatasi rasa mual, muntah, diare dan sakit kepala yang timbul akibat PMS.

Baca Juga: 9 Hal Ini bisa Mengurangi Mood Swing Menjelang Menstruasi

Nah, jangan biarkan drama-drama tersebut merenggut keceriaan kamu ya. Lakukanlah antisipasi sebelumnya sehingga dampak buruknya bisa dikurangi. Jika kamu mengalami keluhan menstruasi yang tak biasa, kamu bisa berkonsultasi secara online dengan menghubungi Halo DKT di nomor 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya