Memasang Tindikan dan Tato di Sekitar Organ Reproduksi, Apakah Aman?

Tindikan tato organ reproduksi

Modifikasi tubuh dengan berbagai jenis tindikan dan tato telah lama dikenal di berbagai budaya. Salah satu bagian tubuh yang sering dimodifikasi adalah alat kelamin, baik penis laki-laki maupun vulva perempuan. Motivasi orang melakukannya bermacam-macam, mulai dari keinginan untuk menambah nilai estetika, meningkatkan rangsangan seksual, menandai peristiwa penting dalam kehidupan, ekspresi diri, hingga ritual spiritual (Thomas, Crosby & Milford, 2015). Meskipun begitu, memasang tindikan dan tato di sekitar organ reproduksi berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Baca Juga: Perawatan Organ Intim yang Benar di Masa Kehamilan

Berikut beberapa risiko memasang tindikan dan tato di sekitar organ reproduksi, baik penis maupun vulva:

  • Menyebabkan komplikasi
    Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap laki-laki dan perempuan dengan tindik di organ reproduksi bagian luar mereka, setengahnya mengalami komplikasi setelah prosedur penindikan (Moulton & Jernigan, 2017). Komplikasi juga banyak dialami oleh orang-orang yang membuat tato (Khunger, Molpariya & Khunger, 2015). Wujud komplikasinya macam-macam, mulai dari iritasi, alergi, hingga pendarahan dan kerusakan struktur genitalia
    Memasang Tindikan dan Tato di Sekitar Organ Reproduksi, Apakah Aman?
  • Meningkatkan risiko terkena tetanus dan infeksi menular seksual (IMS)
    Bila peralatan tindik atau tato tidak steril dan telah digunakan oleh lebih dari satu orang, risiko terkena infeksi HIV, hepatitis B, hepatitis C, dan tetanus sangat tinggi (Hashemi-Shahri, Sharifi-Mood, Metanat, et al., 2015; Dweck & Westen, 2017). Selain karena peralatan, risiko IMS juga menjadi lebih tinggi karena aksesori tindik. Soalnya, beberapa jenis IMS bisa menyebar dari pertukaran darah dan cairan seksual, dan aksesori tindik dapat merobek kondom serta melukai pasangan saat terjadi hubungan seks.
    Memasang Tindikan dan Tato di Sekitar Organ Reproduksi, Apakah Aman?
  • Meningkatkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan (KTD)
    Secara teori, aksesori tindik dengan model tertentu bisa saja merobek kondom dan mengakibatkan kebocoran sperma, sehingga terjadi kehamilan yang tidak direncanakan (WebMD Medical Reference, 2019). Meskipun begitu, belum ada penelitian yang mencari tahu apakah hal ini pernah benar-benar terjadi. Tentu saja, bila Anda khawatir akan hal ini, Anda bisa saja berganti kontrasepsi, namun ingat bahwa kondom merupakan satu-satunya kontrasepsi yang bisa mencegah IMS.
    Memasang Tindikan dan Tato di Sekitar Organ Reproduksi, Apakah Aman?
  • Meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK)
    Bila tindikan dibuat di dekat uretra alias saluran kencing, risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) akan meningkat (Davis & Rantell, 2017). Soalnya, menjaga kebersihannya jadi jauh lebih sulit. Bakteri bisa dengan mudahnya masuk ke dalam uretra.
    Memasang Tindikan dan Tato di Sekitar Organ Reproduksi, Apakah Aman?
  • Mempersulit penanganan medis pada situasi darurat
    Terkadang tindikan harus dilepaskan bila terjadi situasi darurat yang menyebabkan seseorang harus dibawa ke rumah sakit. Soalnya, perhiasan yang tidak dicopot terlebih dahulu bisa merusak hasil X-ray serta hasil scan medis lainnya. Hal ini bisa menjadi masalah, apalagi jika pasien sedang dalam keadaan tidak sadar. Menurut sebuah penelitian hanya ada sekitar 21% dokter di UGD yang mengetahui cara melepas aksesori tindikan dengan aman dari tubuh pasien (Messahel & Musgrove, 2009).
    Memasang Tindikan dan Tato di Sekitar Organ Reproduksi, Apakah Aman?

Baca Juga: Tips Merawat Organ Intim saat Menstruasi

Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda berpikir dua kali sebelum memasang tindik atau membuat tato di sekitar penis atau vulva. Selain itu, jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya

keunggulan kondom

4 Keunggulan Kondom Berbahan Lateks

Kondom berbahan lateks memiliki pori-pori yang sangat kecil sehingga transmisi segala mikroba atau patogen bisa diminimalisir. Fungsi kondom sebagai kontrasepsi dan mencegah terjadinya infeksi menular

Read More »