Tips Merawat Organ Intim saat Menstruasi

merawat organ intim

Nyeri menstruasi tak kunjung hilang meski sudah minum obat, nyeri menjalar ke punggung/kaki, atau kram disertai demam. Ini adalah tanda bahwa kamu perlu ke dokter.

Menstruasi adalah siklus normal yang dialami perempuan setiap bulan. Ada yang mengalami nyeri, ada pula yang tidak. Bagaimanapun kondisi yang kamu alami, jangan abai merawat organ intim saat menstruasi ya.

Baca Juga: Cara Alami atasi Nyeri Saat Menstruasi

Selama periode ini, terjadi beberapa perubahan di area kewanitaan. Salah satunya, perubahan pH vagina. Dalam kondisi normal, lingkungan vagina bersifat asam, dengan pH sekitar 3,5 – 4,5. Namun saat haid, pH menjadi lebih basa, karena terpengaruh oleh darah yang sifatnya basa. Nah, perubahan pH ini bisa memicu mengganggu keseimbangan mikroflora vagina, sehingga terjadi infeksi jamur.

Tak hanya itu, kondisi vagina pun cenderung lebih lembab saat kamu haid. Terlebih, kita tinggal di negara tropis, dengan cuaca panas dan tingkat kelembaban tinggi, membuat area kewanitaan semakin lembap. Kondisi ini sangat disukai oleh mikroorganisme tertentu. Jamur dan bakteri patogen bisa tumbuh subur, dan menimbulkan infeksi pada vagina. Ciri-cirinya, vagina terasa gatal, tampak kemerahan, dan bisa pula muncul keputihan yang berbau tak sedap.

5 Langkah Merawat Organ Intim saat Menstruasi

Pasti kamu tidak mau kan, terjadi infeksi pada vagina. Jaga selalu kebersihan area kemaluanmu ya. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan, untuk merawat organ intim saat menstruasi.

  1. Rajin mengganti pembalut
    Disarankan mengganti pembalut 4 jam sekali. Alasannya sederhana: pembalut berfungsi menampung darah haid. Hal ini akan meningkatkan kelembapan dan menaikkan pH vagina, serta bisa menjadi media bagi jamur dan bakteri patogen untuk berkembang biak. Dengan mengganti pembalut tiap 4 jam, kamu akan memutus ketiga hal tadi.
  2. Jaga kebersihan organ intim
    Setelah buang air kecil, bersihkanlah area vagina dengan baik, menggunakan air yang bersih. Bersihkan semua darah yang menempel, termasuk pada area rambut kemaluan. Setelah itu, keringkanlah kemaluan dengan baik, sebelum kamu memakai celana dalam dan pembalut.
  3. Gunakan pembersih yang tepat
    Kamu bisa menggunakan pembersih khusus vagina, bila merasa perlu. Namun hindari yang mengandung sabun dan pewangi ya, karena bisa membuat vagina teriritasi. Lebih baik memilih yang mengandung prebiotik berupa ekstrak susu, yang akan membantu memelihara keseimbangan mikroflora vagina. Juga, pilih yang memiliki pH seimbang dan sesuai dengan pH vagina, untuk mengembalikan keasaman vagina normal. Kedua hal tadi bisa kamu temukan dalam Andalan Feminine Care. Gunakanlah secara bijak ya, cukup 1x sehari saat mandi pagi/sore.
  4. Kenakan pakaian dalam yang sesuai
    Pakai celana dalam berbahan katun, karena mampu menyerap keringat dengan baik, sehingga mengurangi gerah dan lembab di area kemaluan. Sesuaikan pula ukurannya ya, hindari celana dalam yang terlalu ketat.
  5. Pilih pembalut yang baik
    Pilih pembalut yang memiliki daya serap baik, dan tidak beraroma. Aroma segar memang terasa menyenangkan, tapi sayangnya bisa menimbulkan iritasi. Apalagi kalau kulit sensitif. Bila kamu merasa gatal ketika menggunakan pembalut tertentu, segera ganti dengan pembalut lain. Mungkin kamu tidak cocok dengan bahan tertentu di pembalut tersebut.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Perdarahan di Luar Menstruasi, Bisa Jadi Tanda Bahaya

Jangan ragu berkonsultasi ke dokter, bila vagina terasa gatal/perih saat menstruasi. Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya