Menggunakan Pil Kontrasepsi Darurat Lebih Dari Sekali, Aman Nggak, Sih?

Menggunakan pil kontrasepsi darurat

Tak ada orang yang ingin mengalami situasi darurat, namun kenyataannya situasi darurat tetap saja bisa terjadi. Bahkan, terkadang situasi darurat bisa terjadi beberapa kali. Dalam hal perencanaan keluarga, wujud dari situasi darurat bisa bermacam-macam, mulai dari ‘khilaf’ berhubungan seks di tanggal subur, kondom lepas karena kesalahan pemakaian, lupa minum pil KB, lupa jadwal suntik KB, dan sebagainya. Pada situasi-situasi seperti tadi, solusi yang ampuh adalah pil kontrasepsi darurat. Pertanyaannya, bolehkah pil kontrasepsi darurat digunakan lebih dari sekali?

Baca Juga: Serba Serbi Pil Kontrasepsi

Pil kontrasepsi darurat adalah pil yang bisa dikonsumsi untuk mencegah kehamilan hingga maksimal 5 hari pasca berhubungan seks (Witton, 2017). Cara kerjanya adalah dengan mengeluarkan hormon progesteron dosis tinggi yang memberi sinyal pada tubuh untuk menunda pelepasan sel telur, agar sperma yang sudah terlanjur masuk tak bisa membuahi sel telur. Untuk mengonsumsinya, biasanya pil kontrasepsi darurat harus diminum dua butir sekaligus.

Salah satu produk pil kontrasepsi darurat yang banyak digunakan yaitu Andalan Postpil. Setiap tablet Andalan Postpil mengandung 0,75 mg Levonorgestrel (hormon progesteron). Setiap kemasan sudah berisikan 2 buah tablet, sehingga bisa digunakan untuk satu kali kejadian darurat.

Bagaimana bila situasi darurat terjadi lebih dari sekali, bolehkah mengonsumsi pil kontrasepsi darurat lagi? Boleh, asalkan tidak digunakan terus-terusan setiap hari seperti kontrasepsi reguler. Soalnya, meskipun pil kontrasepsi darurat aman bagi tubuh, dosis yang terkandung bukan diracik untuk penggunaan rutin. Bila kamu memakainya sehari-hari, keseimbangan hormon di dalam tubuh bisa terganggu, sehingga bisa muncul efek samping seperti pusing atau mual yang mengurangi kenyamananmu. Kalau situasi darurat terkait kontrasepsi sudah terjadi beberapa kali, ada baiknya kamu dan pasanganmu mendiskusikan lebih lanjut mengenai efektivitas strategi pencegahan kehamilan yang sedang kamu gunakan. Sampaikanlah dengan jujur bila memang ada kendala yang mempersulit. Komunikasi yang terbuka adalah kunci utama.

Bersama-sama, evaluasilah letak kekurangan metode yang kamu gunakan dengan pasanganmu saat ini. Sebagai contoh, metode KB senggama terputus alias ‘keluar di luar’ memang pada umumnya sangat rentan gagal (Westheimer & Lehu, 2019). Pertama, mengontrol ejakulasi itu sulit. Kedua, pasangan bisa saja ‘terbawa suasana’ hingga lupa menarik penis keluar. Selain itu, kalaupun penis ditarik sebelum orgasme, cairan pra-ejakulasi yang keluar sejak awal penis ereksi pun kadang sudah mengandung sperma, sehingga berpotensi menyebabkan kehamilan. Daripada mengambil risiko kehamilan yang tidak direncanakan, lebih baik kamu dan pasanganmu beralih ke metode KB modern.

Metode KB modern pun harus sesuai dengan kondisi kebutuhan pribadimu. Kalau kamu punya disiplin yang tinggi, pil KB bisa jadi solusi yang tepat. Akan tetapi jika kamu pelupa, cobalah mempertimbangkan IUD tembaga atau KB implan. Apapun metode KB yang kamu pilih, konsultasikanlah dengan dokter atau bidan dan pastikan bahwa metode tersebut memang sesuai dengan kebutuhanmu.

Baca Juga: Pilihan Kontrasepsi Hormonal Untuk Atasi Masalah Haid

Begitulah sekilas pembahasan soal boleh-tidaknya menggunakan pil kontrasepsi darurat lebih dari sekali. Jadi, boleh-boleh saja, namun jangan diteruskan untuk pemakaian harian, ya! Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya