Menyingkap Mitos Seputar KB Modern

Mitos kb modern

Mitos-mitos ini membuat banyak pasangan ragu untuk ber-KB

Merencanakan kehamilan dengan ber-KB adalah tanggung jawab suami dan istri. Karena tujuannya adalah menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera. Maka untuk mencapai tujuan ini, baik suami maupun istri punya peran yang penting dalam serta memutuskan metode KB mana yang hendak dipilih.

Baca Juga: Mencegah Kehamilan dengan Kontrasepsi: 6 Metode KB Modern dan Masa Perlindungannya

Jika dilihat dari metodenya, KB terdiri dari tradisional dan modern. Keduanya sama-sama merencanakan kehamilan, tapi apakah yang membedakan antara KB tradisional dengan KB modern? KB tradisional meliputi senggama putus, pantang berkala atau metode kalender dan pemberian ASI eksklusif. Sedangkan KB modern meliputi kondom, pil, suntik, implan, dan kontrasepsi darurat.

Diantara keduanya yang paling praktis dan efektif mencegah kehamilan adalah KB modern. Tapi data PBB pada 2019 menyebutkan, 1 dari 4 kehamilan di dunia adalah kehamilan yang tidak direncanakan (KTD). Kok bisa? Karena mengandalkan KB tradisional dan enggan menggunakan KB modern. Ada banyak mitos yang menyelubungi metode KB modern. Inilah yang kemudian membuat banyak pasangan ragu atau bahkan takut untuk menggunakannya.

Agar kamu tidak terjebak pada rasa takut menggunakan KB modern hanya karena mitos yang bersumber pada informasi yang tidak jelas, mari kita singkap bersama fakta sesungguhnya tentang KB modern.

Mitos 1 : Semua KB modern menggunakan hormon

Faktanya KB modern terdiri atas hormonal dan non hormonal. Jadi untuk kamu yang ingin ber-KB non hormonal, bisa menggunakan kondom, intrauterine device (IUD) atau biasa disebut spiral. Kelebihan dari KB modern adalah para laki-laki pun bisa berperan aktif dalam mencegah kehamilan yaitu dengan menggunakan kondom. Kontrasepsi ini bekerja dengan menampung sperma di dalam kantong kondom sehingga tidak dapat masuk ke saluran reproduksi wanita. Kabar baiknya lagi, teknologi KB modern memungkinkan pengguna kondom merasakan manfaat ganda seperti memaksimalkan performa bercinta karena dilengkapi pelumas khusus yang dapat menunda ejakulasi. Kondom Supreme Premium adalah contohnya.

Untuk KB spiral, meski non hormonal tetap bisa mencegah kehamilan dengan cara melepaskan unsur tembaga secara perlahan-lahan agar sel sperma tidak bisa membuahi sel telur. Dan terbukti secara klinis memiliki efektivitas hingga 99%! Adapun masa perlindungannya bisa 5 sampai 10 tahun, jadi sangat praktis dan nyaman.

Mitos 2 : KB modern pengaruhi kesuburan di masa depan

Ini bisa jadi salah satu mitos yang paling banyak “menakut-nakuti” orang untuk menggunakan KB modern. Padahal faktanya, KB modern dibuat berdasarkan hasil penelitian medis yang bertujuan mengatur kesuburan agar tidak terjadi kehamilan. Kesuburan sendiri diatur dengan cara hormonal atau non hormonal. Dan ketika penggunaan kontrasepsi dihentikan, maka kesuburan akan kembali seperti semula. Contohnya pil KB, sesaat kamu berhenti mengkonsumsinya, kesuburan akan kembali dengan segera.

Mitos 3: KB modern bikin gemuk.

Mitos ini membuat banyak perempuan takut menggunakan KB modern. Padahal faktanya, KB modern, khususnya yang hormonal tidak terbukti membuat berat badan bertambah. Sebuah studi yang dilakukan pada 2014 yang melibatkan perempuan dengan berat badan normal dan obesitas yang mengonsumsi pil KB. Sebagaimana disebutkan pada US National Library of Medicine National Institute of Health, hasil studi ini menyebutkan tidak terjadi penambahan indeks massa tubuh selama para responden mengonsumsi pil KB.

Mitos 4: Batas umur maksimal yang bisa menggunakan KB modern adalah 35 tahun.

Jika kamu berpikir perempuan berusia 40 tahun tidak bisa hamil, ini salah. Karena faktanya, perempuan tetap bisa hamil selama dia belum memasuki masa menopause. Sedangkan masa menopause sendiri dialami perempuan saat berusia 40 tahun ke atas. Jadi selama kamu belum menopause dan ingin merencanakan kehamilan, tetaplah ber-KB.

Baca Juga: KB Tradisional vs KB Modern, Mana yang Lebih Efektif?

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya