Persiapan Menyusui Sejak Awal Kehamilan

Persiapan menyusui awal kehamilan

Ibu baru yang ingin menyusui untuk pertama kali, tantangannya tidaklah mudah. Banyak sekali faktor keberhasilan memberikan ASI, baik fisik maupun psikologis. Agar sukses mengASIhi perlu persiapan sejak awal kehamilan.

Baca Juga: Bolehkah Ikut Vaksin COVID-19 Ketika Sedang Menggunakan Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui?

Apa yang harus dilakukan agar sukses menyusui? WHO sudah memberikan panduan beberapa langkah penting agar sukses menyusui. Berikut ini di antaranya:

Melakukan Perawatan Antenatal

Sejak awal kehamilan, Kamu dan suami, sudah harus aktif mencari informasi tentang kehamilan yang sehat. Karena kunci pemberian ASI yang sukses diawali dengan memastikan kehamilan sehat.

Agar dapat sukses memberikan ASI, maka persiapannya harus jauh-jauh hari. Bila perlu sejak Kamu dinyatakan hamil. Selama perawatan antenatal, rumah sakit tempatmu melakukan cek kehamilan harus cukup memberikan informasi tentang pentingnya ASI. Lebih menguntungkan kalau ada konselor laktasi yang akan menjelaskan apa saja persiapan yang harus dilakukan ibu hamil agar nantinya produksi ASI dan proses menyusui lancar.

Pilih Rumah Sakit pro-ASI

Melahirkan di rumah sakit, klinik, atau di bidan, pastikan mereka adalah penyedia layananan kesehatan yang mendukung pemberian ASI. Artinya, penyedia layananan kesehatan ini tidak mendukung pemberian susu formula untuk bayi, kecuali pada bayi-bayi dengan kasus khusus.

Akan lebih baik jika rumah sakit tersebut sudah menerapkan praktik pelayanan laktasi sesuai standar, jika perlu memiliki konsultan laktasi. Kamu bisa tahu dari rekam jejak rumah sakit tersebut. Biasanya, banyak diceritakan oleh para ibu melalui forum-forum diskusi kehamilan.

Lakukan Inisiasi Menyusu Dini

Ini adalah langkah pertama praktik menyusui secara langsung. Begitu bayi lahir, langsung dilakukan kontak kulit antara bayi dan ibunya, tanpa bayi dibersihkan terlebih dahulu. Perawat membantu meletakkan bayi di dada ibu, dan ia akan belajar menghisap puting untuk pertama kali. Umumnya, waktu yang dibutuhkan antara 45 menit sampai bayi menemukan puting ibunya.

Meneruskan Pemberian ASI setelah keluar dari Rumah Sakit

Setelah keluar dari rumah sakit, diharapkan kamu dapat meneruskan praktik pemberian ASI yang sudah diajarkan di rumah sakit. Sebaiknya Kamu ikut komunitas-komunitas laktasi, agar kemampuan menyusui semakin meningkat dan jika ada masalah segera ditemukan solusinya.

Suplementasi ASI

Selama menyusui Kamu harus memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi yang baik agar kualitas ASI tetap terjaga dan dan produksi ASI tercukupi. Jika perlu, tambahkan suplementasi ASI atau ASI booster. Ada banyak pilihan suplemen pelancar ASI. Jika Kamu memilih yang berbahan herbal, ada Lactaboost yang terbuat dari ekstrak daun katuk yang sudah dikenal memiliki khasiat meningkatkan produksi ASI.

Baca Juga: Mempersiapkan ASI Eksklusif Bisa Sejak Kehamilan

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya