Siklus Menstruasi Normal karena Kerjasama Hormonal

Siklus menstruasi normal

Untuk mendapatkan siklus menstruasi yang normal dibutuhkan kerjasama yang normal pula dari poros hormon di otak hingga hormon di ovarium.

Tiap individu memang memiliki siklus menstruasi yang berbeda. Sebab adanya perbedaan dari keseimbangan hormon reproduksi juga pemakaian obat-obatan hormonal.

Baca Juga: Menstruasi Tidak Teratur Saat Sedang WFH? Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya

Indikasi siklus menstruasi yang benar dan sehat, siklusnya terjadi antara 21-35 hari.

Sebaliknya, indikasi siklus menstruasi yang tidak sehat di antaranya: lebih pendek dari 21 hari; lebih panjang dari 35 hari; perdarahan di luar waktu haid; dan perdarahan lebih lama dari 14 hari.

Siklus normal 28-30 hari setiap bulannya. Berlangsung selama 7 hari, volume darah sebanyak 80cc/24 jam. Di luar batasan tersebut, bisa dikatakan siklus menstruasinya tidak normal.

Untuk menghasilkan kerja hormon yang baik ini dibutuhkan organ reporoduksi yang baik pula. Mulai dari otak, rahim, indung telur, saluran telur, juga vagina. Tentu saja normal dalam hal ini terakit bentuk dan fungsinya.

Para Pemicu Terganggunya Siklus

Terganggunya siklus menstruasi bisa terjadi di semua rentang usia. Mulai dari remaja belia hingga mereka yang sudah memasuki usia senja atau yang disebut masa menopause.

Sebab, kembali lagi, siklus terjadi karena ketidakseimbangan hormonal yang bisa dialami semua usia. Mereka yang masih belia baru pertama kali haid siklus terkadang belum teratur, kemudian makin teratur. Lalu jelang menopause mulai tidak teratur lagi.

Selain itu kekacauan siklus menstruasi, terjadi karena gangguan dari segi bentuk dan fungsi organ reproduksi. Misalnya kelainan bawaan pada organ reproduksi. Seperti, tidak terbentuk vagina, tidak terbentuk rahim, saluran telurnya mampet atau tidak berkembang. Terjadinya menopause dini yang ditandai indung telur menciut secara cepat.

Penyebab lainnya, gangguan kesuburan (sel telur tidak matang dan menetas) sehingga berdampak pada kesulitan terjadinya kehamilan.

Bagi yang sudah menikah penggunaan kontrasepsi yang tidak tepat juga ikut memengaruhi siklus menstruasi. Pada pengguna IUD volume darah haid cenderung lebih banyak, kadang-kadang disertai rasa nyeri perut, juga keputihan.

Sebab IUD bekerja dengan mekanisme menimbulkan reaksi radang normal pada dinding rahim. Itu sebabnya pengguna kontrasepsi IUD mesti kontrol rutin, cuci vagina, cek posisinya karena posisi IUD bisa berubah.

Perlu diwaspadai ketidakteraturan siklus menstruasi bisa jadi merupakan alarm terjadinya masalah kesehatan, seperti problem ketidaksuburan atau kesulitan terjadinya kehamilan.

Karena itu pentingnya memahami siklus menstruasi untuk menghitung masa subur bagi mereka yang akan melakukan program hamil atau mencegah kehamilan. Juga bermanfaat untuk mendeteksi adanya perubahan siklus dan menduga adanya kelainan atau penyakit tertentu.

Baca Juga: Delapan Kondisi yang Memicu Gangguan Siklus Menstruasi‎

Periksakan diri ke dokter bila siklus menstruasi terganggu, guna memastikan adakah kelainan organ maupun hormonal. Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya