3 Macam Olahraga untuk Mengurangi Nyeri Menstruasi

Olahrga mengurangi nyeri menstruasi

Setidaknya, ada 3 macam olahraga untuk mengurangi nyeri menstruasi yang bisa kamu lakukan. Ingat, harus rutin dan teratur ya!

Kamu sudah mengerti manfaat olahraga untuk mengatasi keluhan menstruasi di artikel ini:
Yuk disimak Ini 5 Manfaat Olahraga untuk Mengatasi Keluhan Mesteruasi.
Nah sekarang, seperti apa sih olahraga untuk mengurangi nyeri menstruasi? Yuk kita simak.

Baca Juga: Siklus Menstruasi Tidak Teratur, bisa Dibantu dengan Pil KB?

3 Pilihan Olahraga untuk Mengurangi Nyeri Menstruasi

WHO menyarankan untuk berolahraga 30 menit selama 5 hari, atau total 150 menit/minggu. Pilihan olahraga bisa kamu sesuaikan dengan kesukaan, kenyamanan, dan kondisi kamu. Nah, di bawah ini beberapa pilihan olahraga yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi nyeri menstruasi.

  1. Olahraga yang bersifat aerobik

    Olahraga aerobik juga dikenal sebagai latihan kardio, karena memang fungsinya untuk meningkatkan/memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ciri dari olahraga ini: gerakannya berulang-ulang, memiliki intensitas ringan-sedang, dan kita masih bisa bernapas dengan baik selama berolahraga – tidak ngos-ngosan. Contoh olahraga aerobik misalnya jogging, jalan sedang/cepat, bersepeda, dan berenang.
    Kamu bisa memilih olahraga aerobik untuk mengurangi nyeri menstruasi. Menurut penelitian, olahraga aerobik rutin dan kontinyu bisa mengendalikan nyeri haid (dismenore) dan perdarahan haid berat. Bonusnya, olahraga aerobik juga bisa meningkatkan relaksasi tubuh dan pikiran, serta mengurangi kelelahan yang kerap muncul saat menstruasi.

  2. Latihan isometrik

    Ini adalah latihan yang memicu kontraksi pada sekelompok otot tertentu. Gerakannya statis, dan posisi tersebut ditahan selama beberapa saat. Contoh latihan isometrik misalnya plank, duduk bersandar pada dinding, dan glute bridge.
    Latihan isometric bisa menjadi opsi olahraga untuk mengurangi nyeri menstruasi. Penelitian menemukan, latihan isometrik pada area perut, panggul dan selangkangan selama 8 minggu bisa mengurangi keparahan dan durasi nyeri menstruasi, serta efektif mengurangi penggunaan obat pereda nyeri.

  3. Yoga

    Mungkin kamu sering mendengar kalau yoga bisa membantu mengurangi nyeri haid. Ini bukan hoaks atau mitos. Secara umum, yoga memang efektif mengurangi stres serta membuat tubuh dan pikiran kita rileks.
    Manfaat yoga untuk mengatasi keluhan menstruasi telah dibuktikan dalam sebuah penelitian. Menurut penelitian tersebut, banyak perempuan yang berpartisipasi dalam program yoga selama 12 minggu, lebih sedikit mengalami nyeri menstruasi, kram, dan kembung. Mereka juga memiliki mood yang lebih baik, serta lebih berenergi. Beberapa pose yoga yang bisa membantu meredakan dismenore, antara lain: cobra pose, cat pose, dan fish pose.

Yuk, mulai berolahraga secara rutin dan teratur, sesuai rekomendasi WHO. Kamu bisa mengkombinasikan opsi olahraga di atas dengan olahraga lain. Idealnya, kita perlu melakukan 4 jenis olahraga: aerobik untuk endurance (ketahanan), latihan beban untuk kekuatan, latihan fleksibilitas (misalnya yoga), dan latihan keseimbangan.

Baca Juga: Menstruasi yang tak Kunjung Terjadi

Kalau kamu masih ragu, tak ada salahnya lho berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan olahraga. Apalagi kalau kamu memiliki masalah dengan menstruasi, misalnya nyeri hebat, atau darah yang keluar banyak sekali. Dan Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya