7 Hoaks Infeksi Menular Seksual Ini Tidak Perlu Dipercaya

infeksi menular seksual

Hoaks infeksi menular seksual bisa membuatmu paranoid, atau malah abai. Cari tahu dulu kebenarannya yuk.

Mungkin kamu pernah mendengar kalau kita bisa tertular infeksi menular seksual dari dudukan toilet. Ini adalah salah satu hoaks infeksi menular seksual yang paling banyak dipercaya. Masih banyak lagi hoaks, mitos, atau anggapan keliru mengenai infeksi menular seksual yang beredar di masyarakat. Agar tidak terjebak, yuk kita bahas satu per satu.

Baca Juga: Tiga Infeksi Menular Seksual Penyebab Keputihan, Apa Saja Ya?

7 Hoaks Infeksi Menular Seksual

Hoaks infeksi menular seksual bisa sangat berbahaya. Bisa membuatmu jadi paranoid terhadap hal yang tidak semestinya, dan malah abai dengan hal yang berisiko. Berikut ini tujuh hal seputar infeksi menular seksual (IMS) yang banyak beredar, dan kebenarannya tidak terbukti secara ilmiah.

  1. IMS adalah penyakitnya gay
    Anggapan ini sangat populer dulu. Namun jangan salah, hingga hari ini pun masih banyak yang percaya. Ini adalah hoaks yang sangat berbahaya. Selain menstigma dan mendiskriminasi LGBTQ+, anggapan yang salah dan usang ini juga bisa membuat orang lalai karena menganggap bahwa hubungan lawan jenis aman dari IMS.

  2. Blue waffle disease
    Kamu mungkin masih ingat mengenai hoaks yang ramai di internet pada 2010 ini. Berita bohong tersebut mengungkapkan bahwa IMS seperti gonore dan klamidia bisa menyebabkan vagina (“waffle”) berubah menjadi biru, disertai lesi/luka, gatal, dan rasa terbakar pada vagina, serta keputihan yang berbau. Blue waffle adalah penyakit fiksi, dan tidak ada dalam dunia nyata. Jangan percaya kalau masih ada yang menyebarkan hoaks ini.

  3. Toilet umum bisa menyebarkan IMS
    Hal ini masih banyak dipercaya. Jangan khawatir, ini hanya hoaks. IMS membutuhkan kontak langsung dengan mukosa atau kulit. Kuman/virus penyebab IMS seperti herpes simplex, gonore, sifilis, klamidia, bahkan HIV, tidak bisa bertahan hidup di permukaan benda mati seperti dudukan toilet. Jadi, jangan takut terkena IMS setelah menggunakan toilet umum.

  4. Douching setelah berhubungan bisa mencegah IMS
    Katanya, mandi atau douching (membersihkan vagina dengan cairan khusus douching) bisa mencegah IMS. Ini juga masih banyak dipercaya. Sayang sekali, ini tidak benar. Justru douching bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri pada vagina, yang bisa embuatmu terkena infeksi bakteri oleh bakteri patogen. Lebih gawat lagi, bila kamu melakukan douching padahal sedang mengalami IMS, tekanan dari douching justru bisa membuat kuman/virus penyebab IMS naik hingga ke organ reproduksi di rahim, dan meningkatkan risikot terjadinya penyakit radang panggul.

  5. IMS hanya terjadi pada yang hobi gonta-ganti pasangan
    Berhubungan seks dengan lebih dari satu orang memang meningkatkan risiko terkena IMs hingga berkali lipat. Tapi jangan salah. Pasangan monogamis yang saling setia pun bisa terkena IMS. Intinya, setiap hubungan seksual memiliki risiko penularan IMS.

    IMS seperti hepatitis B dan HIV juga bisa ditularkan melalui darah. Bisa saja seseorang terinfeksi virus hepatitis B atau HIV tanpa menyadarinya, misalnya lewat transfuse darah, atau alat tindik/tato yang tidak steril. Lalu tanpa sadar menularkan penyakit tersebut kepada pasangannya.

  6. Orang dengan IMS bisa terlihat dari fisiknya
    Ini sangat tidak benar. IMS bahkan sering tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga banyak penderita IMS yang tidak menyadarinya. Apalagi orang lain, hanya dengan melihat tampilan fisik.

  7. IMS hanya menular lewat penetrasi penis ke vagina
    Pendapat ini juga keliru. IMS bisa menular melalui aktivitas seksual di luar penetrasi penis dan vagina, misalnya seks oral atau anal. Klamidia bahkan bisa menyebabkan gangguan pada mata, bila air mani atau cairan vagina yang mengandung klamidia mengenai mata saat berhubungan oral.

Baca Juga: Kok Perempuan Lebih Rentan Alami Infeksi Menular Seksual? Ini Alasannya

Pastinya masih banyak lagi hoaks infeksi menular seksual lainnya. Jangan mudah percaya ya. Telitilah dulu kebenarannya, sebelum kamu percaya apalagi membagikan informasi tersebut. Pakailah kondom saat berhubungan seksual – oral, vagina, maupun anal – untuk mencegah penularan IMS.memang, kondom tidak 100% melindungi, tapi pastinya jauh lebih aman daripada tidak memakai kondom. DKT memiliki beragam merk kondom yang bisa kamu pilih. Ada Fiesta, Sutra, Andalan, dan Supreme.

Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya