Tiga Infeksi Menular Seksual Penyebab Keputihan, Apa Saja Ya?

infeksi menular seksual

Setidaknya ada tiga infeksi menular seksual penyebab keputihan. Yuk kenali tanda-tanda lainnya.

Tidak semua infeksi menular seksual menyebabkan gejala. Malah, banyak infeksi menular seksual yang tidak menimbulkan gejala apapun. Pada sifilis dan HIV misalnya, gejala sering kali tidak nampak, terutama di awal penyakit. Tahu-tahu penyakit sudah berat, dan baru diketahui. Namun ada beberapa infeksi menular seksual penyebab keputihan yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga: Bukan Hoaks, Beberapa Infeksi Menular Seksual bisa Menular Lewat Ciuman

Sebelumnya, perlu kamu pahami dulu bahwa keputihan adalah hal yang normal dialami perempuan. Nah keputihan yang abnormal biasanya disertai gejala lain, misalnya bau, dan gatal di area V. Keputihan abnormal sendiri tak melulu disebabkan oleh infeksi menular seksual. Justru lebih sering oleh infeksi non seksual, seperti infeksi bakteri (bakterial vaginosis) dan jamur (misalnya kandidiasis).

3 Infeksi Menular Seksual Penyebab Keputihan dan Ciri-cirinya

Setidaknya, ada 3 infeksi menular seksual penyebab keputihan yang cukup umum dijumpai. Meski demikian, ketiga penyakit ini tidak selalu menimbulkan keputihan. Gejala khusus seperti keputihan sering kali hanya dialami oleh sekian persen dari penderitanya. Yuk, kenali ciri-ciri khusus keputihan yang disebabkan oleh 3 infeksi menular seksual berikut ini.

  1. Trikomoniasis
    Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis, dan sering kali tidak bergejala. Menurut WHO, 50% perempuan yang mengalami trikomoniasis tidak mengalami gejala apapun. Pada kasus yang bergejala, bisa muncul keputihan dengan gejala berikut ini. yaitu keputihan berwarna kuning atau kuning kehijauan, berbuih/berbusa atau ada gelembung kecil-kecil, dan biasanya berbau amis. Keputihan yang keluar pun umumnya lebih banyak daripada biasanya, terutama menjelang periode haid. Keputihan kerap disertai gatal dan nyeri pada vulva, serta sakit saat buang air kecil.

  2. Klamidia
    Sekitar 80% penderita klamidia tidak merasakan gejala apapun (asimtomatik). Bila tidak diobati, infeksi yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis ini bisa menyebabkan penyakit radang panggul (PRP) pada 10-40% perempuan. PRP bisa menimbulkan gangguan kesuburan dan kehamilan di luar kandungan (ektopik).

    Meski sebagian besar tak bergejala, infeksi klamidia bisa menimbulkan keputihan yang berisi nanah dari serviks (leher rahim). Keputihan akibat klamidia umumnya berwarna kuning, dengan bau yang menyengat. Gejala lain misalnya nyeri saat buang air kesil, dan rasa seperti terbakar pada area genital.

  3. Gonorrhea
    Gonore mudah dikenali pada laki-laki karena sering menyebabkan kencing nanah. Namun pada perempuan biasanya tidak bergejala, sehingga sering tidak disadari. Keputihan yang terjadi berasal dari nanah pada serviks. Cairan keputihan tampak keruh, dan bisa berwarna putih, kuning, atau hijau. Gejala lainnya antara lain perdarahan, bahkan di luar periode haid.

Ketiga infeksi menular seksual penyebab keputihan di atas, meningkatkan risiko terhadap infeksi menular seksual lainnya, termasuk HIV. Infeksi menular seksual juga bisa menyebabkan kemandulan (infertilitas). Karenanya, jangan pernah mengabaikannya ya. Segeralah ke dokter bila kamu merasakan gejala keputihan yang abnormal. Ada baiknya kamu rutin melakukan tes untuk infeksi menular seksual, bila kamu aktif berhubungan seksual. Untuk melindungi dirimu dan pasangan, jangan lupa pakai kondom ya. Andalan memiliki pilihan kondom Sutra, Fiesta, dan Supreme yang bisa kamu pilih sesuai seleramu.

Baca Juga: Yuk, Pahami Cara Penularan Infeksi Menular Seksual Gonore

Tak perlu malu berkonsultasi ke dokter mengenai infeksi menular seksual. Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya