Alasan di Balik Pentingnya Mengkonsumsi Zat Besi saat Menstruasi

Zat besi saat menstruasi

Kekurangan zat besi saat menstruasi menempatkanmu dalam risiko anemia. Cukupi selalu kebutuhan zat besi setiap hari ya.

Mungkin kamu sudah sering dengar, perempuan perlu mengonsumsi cukup zat besi saat menstruasi. Bahkan tak jarang, dokter meresepkan suplemen penambah zat besi. Ya, sepenting itulah zat besi untuk perempuan ketika haid. Kenapa ya? Yuk cari tahu alasannya.

Baca Juga: 7 Makanan yang Baik Dikonsumsi saat Menstruasi, Apa Saja Ya?

Pentingnya Mencukupi Zat Besi saat Menstruasi

Tahukah kamu, rerata perempuan kehilangan 40 – 80 ml darah selama periode menstruasi. Ini memang sangat sedikit bila dibandingkan total darah di tubuh kita, yang umumnya berkisar antara 4,5 – 5,6 L. Namun dalam setiap mililiter darah haid, terkandung zat besi yang ikut keluar. Menurut penelitian, hilangnya zat besi saat menstruasi rerata mencapai 1,6 mg dalam 40 ml darah haid.

Bisa dibayangkan kalau darah haid yang keluar lebih dari 40 mL. Bila darah haid kamu mencapai 60 mL berturut-turut selama beberapa periode menstruasi, cadangan zat besi dalam tubuhmu bisa terkuras. Dan kalau darah yang keluar sampai 80 mL, kamu bisa mengalami anemia.

Diperkirakan, 20-25% orang di dunia mengalami kekurangan (defisiensi) zat besi, terutama anak-anak dan perempuan. Perempuan usia reproduktif lebih berisiko, karena tiap bulan kehilangan darah saat haid. Itu sebabnya, penting sekali mengasup zat besi saat menstruasi. Tidak lain untuk menggantikan zat besi yang ikut keluar bersama darah haid, sehingga cadangan zat besi di tubuhmu tidak terkuras habis, dan kamu terhindar dari risiko anemia.

Anemia adalah masalah serius lho. Kalau kamu mengalami anemia, berarti kadar hemoglobin (Hb) dalam darahmu rendah. Padahal, Hb penting untuk mengangkut oksigen dalam darah, untuk diedarkan ke seluruh organ tubuh. kalau Hb kamu rendah, otomatis oksigen dalam darah kamu rendah, dan organ-organ tubuhmu lama-lama kekurangan oksigen. Makanya kamu akan tampak pucat, lemah, gampang capek, dan mudah pusing.

Anemia jadi masalah yang makin serius bila dialami oleh kamu yang berusia produktif. Bila kamu hamil dalam kondisi anemia, kehamilanmu bisa berisiko lho. Ketika melahirkan, risiko perdarahan mengintai. Dan anak yang kamu lahirkan nanti pun berisiko mengalami anemia.

Kecukupan zat besi ternyata juga penting lho untuk mengurangi keluhan PMS. Penelitian di Harvard menemukan, perempuan yang mengonsumsi makanan tinggi zat besi memiliki kemungkinan 30-40% lebih kecil mengalami PMS, dibandingkan mereka yang mengonsumsi zat besi lebih rendah.

Yuk, Cukupi Kebutuhan Zat Besi

Sebagai perempuan, kamu butuh zat besi lebih banyak daripada laki-laki. Kamu perlu mengasup sekitar 18 mg zat besi setiap hari, dan jangan sampai kurang mengasup zat besi saat menstruasi ya.

Kamu bisa mendapat zat besi dari makanan sehari-hari. Misalnya daging merah, hati, kuning telur, brokoli, dan sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam dan pakcoy. Namun saat haid, daging merah sebaiknya memilih sumber zat besi selain daging merah, karena pangan tersebut mengandung prostaglandin, yang bisa memperberat kram dan nyeri perut.

Baca Juga: Cara Alami atasi Nyeri Saat Menstruasi

Bila telapak tanganmu pucat, kamu mungkin mengalami anemia, dan memerlukan suplemen zat besi. Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya