Bau Tak Sedap, Salah Satu Hal yang Membedakan Keputihan Akibat Chlamydia dengan Keputihan Tanda Hamil

Bau Tak Sedap

Cairan yang tahu-tahu muncul atau bertambah banyak di pakaian dalam bisa jadi merupakan keputihan tanda hamil. Akan tetapi, kalau disertai dengan bau tak sedap, kamu perlu mewaspadainya. Soalnya, ini adalah salah satu gejala Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebut dengan chlamydia.

Sebagian IMS disebabkan oleh virus, sementara sebagian lagi disebabkan oleh bakteri. Nah, dari jenis-jenis IMS akibat serangan bakteri, WHO (2016) menyebutkan bahwa chlamydia merupakan yang paling sering terjadi. Chlamydia bisa menyebar melalui hubungan seks vaginal, oral, dan anal dengan seseorang yang sudah memiliki chlamydia (Dweck & Westen, 2017), khususnya bila hubungan seks dilakukan tanpa menggunakan kondom sebagai pengaman. Selain itu, bayi juga bisa terkena chlamydia dari ibunya saat baru lahir.

Baca Juga: Cara Hilangkan Bau Berlebih pada Vagina

Pada perempuan, chlamydia tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas (Westheimer & Lehu, 2019). Akan tetapi, ada kalanya perempuan juga merasakan gejala chlamydia, seperti keputihan yang tidak normal, keluarnya cairan dari anus, nyeri di bagian perut, dan keluarnya darah setelah berhubungan seks. Baik ketika chlamydia menyebabkan gejala yang patut dikeluhkan maupun tidak, chlamydia tetap harus ditangani oleh dokter. Soalnya, chlamydia yang tidak segera ditangani bisa melukai, menyempitkan, bahkan memblokir tuba falopi, yaitu saluran yang menyambungkan indung telur dengan rahim serta jalur yang harus dilalui sel telur untuk bisa bertemu dengan sperma. Bila tuba falopi terblokir, bisa terjadi gangguan kesuburan, kehamilan ektopik di luar rahim, dan nyeri panggul yang berkepanjangan (Hill, 2019).

Inilah alasan mengapa kamu harus waspada jika keputihan terlihat tidak normal, khususnya saat kamu dan pasanganmu sedang berusaha untuk hamil. Lalu bagaimana cara membedakan keputihan akibat chlamydia dengan keputihan tanda hamil? Nggak sulit, kok.
Secara medis, terdapat dua jenis keputihan, yaitu keputihan normal dan keputihan patologis. Keputihan tanda hamil termasuk jenis keputihan yang normal serta mengandung bakteri baik lactobacillus doderlein yang diperlukan sebagai benteng untuk melindungi vagina dari serangan jamur dan bakteri buruk. Ciri-cirinya: tidak berbau, jernih, serta tidak menyebabkan rasa gatal maupun perih (Marhaeni, 2016).

Berbeda dengan keputihan tanda hamil, keputihan akibat chlamydia biasanya berwarna kekuning-kuningan dan berbau tidak sedap (Planned Parenthood, 2021). Bila keputihanmu ciri-cirinya seperti ini, sebaiknya segera jadwalkan kunjungan ke dokter agar kamu bisa segera diperiksa. Kalau memang betul bahwa penyebabnya adalah chlamydia, deteksi dini akan membantumu mendapatkan penanganan yang tepat. Jadi, semakin cepat ketahuan, semakin baik. Tak perlu malu untuk mencari bantuan medis, sebab dokter dan pihak rumah sakit berkewajiban menjaga kerahasiaan kondisi setiap pasien. Privasi akan tetap terjaga.

Kalau ternyata bukan chlamydia, apakah sudah pasti keputihan tanda hamil? Belum tentu juga. Untuk memastikan bahwa kamu betul-betul hamil, gunakanlah alat uji kehamilan / test pack. Kamu bisa menggunakan Andalan Pregnancy Test Midstream, alat tes kehamilan pribadi dengan tingkat keakuratan 99,9% yang bisa dipakai dengan mudah di rumah.

Baca Juga: Ini Perbedaan Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Akibat Bacterial Vaginosis (BV)

Itulah perbedaan keputihan akibat chlamydia dengan keputihan tanda hamil. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan, kamu juga bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya