Begini Cara Kerja Pil KB Mengatasi PCOS

Pil KB

PCOS adalah gangguan endokrin, di mana biasanya kadar hormon androgen terlalu tinggi. Bagaimana ya cara kerja pil KB mengatasi PCOS?

Mungkin sebagian dari kamu masih bingung, kenapa dokter meresepkan pil KB untuk meredakan keluhan PCOS yang kamu alami. Padahal, PCOS kan salah satu penyebab infertilitas, tapi kok malah diberi pil KB? Memangnya bisa ya pil KB mengatasi PCOS?

Baca Juga: Minum Pil KB sekaligus Mencegah Anemia, Bisa Banget!

Sebelumnya, kita perlu pahami dulu apa itu PCOS. PCOS (polycystic ovarium syndrome) atau sindrom ovarium polikistik adalah gangguan endokrin (hormonal). Salah satu tanda utama PCOS yakni tidak terjadinya ovulasi (anovulasi). Inilah yang menimbulkan keluhan haid tidak teratur, dan merupakan hal yang paling sering dikeluhkan oleh mereka dengan PCOS.

Tanda PCOS lainnya yaitu gambaran polikistik pada ovarium, serta kadar hormon androgen yang terlalu tinggi (hiperandrogen), yang kerap memicu jerawat dan pertumbuhan rambut berlebihan di wajah dan tubuh. Biasanya seseorang didiagnosis mengalami PCOS bila memiliki setidaknya 2 dari 3 tanda tadi.

Bagaimana Pil KB Mengatasi PCOS

Pada dasarnya, pil KB bekerja mengatasi PCOS dengan menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. Seperti sudah dijelaskan, pada PCOS terjadi gangguan hormonal. Ini biasanya bermanifestasi dalam ketidakseimbangan hormon, di mana kadar hormon androgen terlalu tinggi. Maka, salah satu cara yang bisa dilakukan yakni menyeimbangkan hormon dengan pil KB.

Hormon yang terkandung dalam pil KB akan membuat hormon dalam tubuh seimbang dan stabil. Untuk mengatasi PCOS, umumnya yang digunakan yaitu pil KB kombinasi, yang mengandung hormon estrogen dan progestin (progesteron sintetis). Estrogen dalam pil KB kombinasi memicu serangkaian proses, yang akan mengurangi kadar testosteron bebas.
Sementara itu progestin menekan sekresi hormon LH, salah satu hormon yang berperan dalam perkembangan folikel sel telur dan ovulasi. Tanpa LH, folikel tidak akan berkembang, dan tidak terjadi ovulasi. Menariknya lagi, jenis progestin tertentu bekerja langsung menekan efek androgen, sehingga berbagai keluhan akibat hiperandrogen, bisa mereda. Contoh pil KB dengan efek antiandrogen yaitu Elzsa dari Andalan.

Selain pil KB kombinasi, bisa pula digunakan pil mini yang hanya berisi progestin, dan biasa digunakan untuk ibu menyusui. Atau metode KB hormonal lainnya, seperti suntik dan susuk (implan).

Nah, sekarang kamu sudah paham bagaimana pil KB bekerja mengatasi PCOS. Namun jangan mengobati diri sendiri ya. Kamu tetap perlu ke dokter, untuk memastikan bahwa kamu benar memiliki PCOS. Setelah itu dokter kandungan akan memutuskan terapi yang cocok untukmu, dengan mempertimbangkan kondisi, riwayat kesehatanmu, serta apakah kamu dan pasangan berencana untuk punya anak dalam waktu dekat. Tentunya, pil KB bukan pilihan tepat bila kamu tengah merencanakan kehamilan, sehingga dokter perlu meresepkan obat lain.

Perlu diingat meski pil KB mengatasi PCOS, tapi pil KB bukanlah obat untuk menyembuhkan kondisi ini. Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan pil KB. Obat-obat yang tersedia, termasuk pil KB, bisa membantu meredakan gejala, tapi tidak menyembuhkan.

Baca Juga: Siklus Menstruasi Tidak Teratur, bisa Dibantu dengan Pil KB?

Kamu bisa berkonsultasi lebih jauh soal pil KB dan PCOS ke Halo DKT, dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya