Belum Dikaruniai Keturunan? Ini Cara Menghitung Masa Subur untuk Berhubungan Intim di Momen yang Tepat

Cara Menghitung Masa Subur

Sudah lama mencoba, namun tak berhasil juga. Sebagai pejuang garis dua, rasa frustasi yang muncul sangat luar biasa. Waduh, jangan pasrah dulu! Belum tentu ada masalah kesuburan. Mungkin, kamu berhubungan seks di waktu yang salah. Berikut ini beberapa cara menghitung masa subur untuk berhubungan intim di momen yang tepat.

Baca Juga: Hindari Tiga Kesalahan Ini Ketika Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Alat Tes Ovulasi

  • Metode kalender
    Salah satu cara menghitung masa subur yang paling banyak digunakan orang adalah dengan menggunakan metode kalender (Jensen & Stewart, 2015). Kamu boleh menggunakan kalender biasa maupun aplikasi pelacak menstruasi di smartphone. Caranya begini.

    1. Dengan kalender, tandai hari pertama kamu mulai menstruasi selama beberapa bulan. Misalnya: 13 Maret, 8 April, 3 Mei.
    2. Kemudian, cari tahu panjang siklus menstruasimu, sebab tiap orang punya panjang siklus yang berbeda. Hitung jarak antara hari pertama menstruasimu di beberapa bulan tersebut. Misalnya, bila menggunakan contoh yang tadi, siklusmu terjadi setiap 26 hari sekali.
    3. Hitung maju dari hari pertama menstruasi di bulan ini + panjang siklusmu untuk menemukan tanggal prediksi hari pertama menstruasi di bulan depan. Misalnya, 3 Mei + 26 hari, maka kamu akan menstruasi lagi di tanggal 28 Mei.
    4. Masa subur perempuan adalah saat ovulasi, yaitu ketika indung telur melepas sel telur. Ini terjadi secara konstan setiap 14 hari sebelum hari pertama menstruasi, berapapun panjang siklusmu. Hitung mundur 14 hari dari tanggal prediksi menstruasi pertama di bulan depan, 28 Mei – 14 hari = 15 Mei.
    5. Jadwalkan hubungan intim di sekitar tanggal 15 Mei. Perbanyak juga berhubungan intim beberapa hari sebelum dan sehari sesudahnya.

  • Mengukur suhu basal tubuh
    Suhu basal tubuh adalah suhu terendah tubuh ketika dalam keadaan sedang beristirahat. Sesudah ovulasi, suhu basal tubuh biasanya agak meningkat sekitar 0,4 derajat (Beckett, Golara, Khan, et al., 2012). Untuk mengukur suhu basal tubuh, begini caranya:

    1. Gunakan termometer setiap baru bangun tidur di pagi hari pada jam yang sama.
    2. Catat suhu tubuh harian.
    3. Setelah beberapa bulan, kamu akan menemukan sebuah pola. Misalnya, ternyata dari catatanmu terlihat bahwa setiap 35 hari sekali (panjang siklus menstruasimu), suhu basal tubuh naik selama 1-2 hari.
    4. Pada bulan berikutnya, upayakan untuk berhubungan intim selama 1-2 hari sebelum suhu basal tubuh diperkirakan akan naik. Misalnya, jika berdasarkan perkiraanmu suhu basal tubuh akan naik pada tanggal 28 Juni, maka momen paling ideal untuk berhubungan seks adalah di tanggal 26-27 Juni.


  • Alat tes ovulasi
    Butuh cara menghitung masa subur yang lebih mudah? Kamu bisa memakai alat tes ovulasi. Alat ini akan mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin perempuan, sebab kadar LH biasanya meningkat menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Pilihlah Andalan Ovulation Kit dengan tingkat keakuratan hingga 99,9%. Pemakaiannya mudah sekali.

    1. Teteskan urin ke dalam lubang sampel dengan pipet yang disediakan.
    2. Tunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul.
    3. Baca hasil. Jika ada dua garis merah muda yang mirip atau salah satunya lebih gelap, maka kemungkinan besar kamu akan ovulasi 24-48 jam lagi. Lakukan hubungan intim setelah 24 jam namun sebelum 48 jam. Bila ternyata hasilnya hanya satu garis pink saja, berarti tubuh sedang tidak di masa subur.

Baca Juga: Cara Menghitung Masa Subur Tanpa Repot dengan Andalan Ovulation Test

Itulah 3 cara menghitung masa subur untuk berhubungan intim di momen yang tepat bagi kamu yang belum dikaruniai keturunan. Punya pertanyaan? Kamu bisa berkonsultasi dengan Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya