Beragam Metode KB Jangka Panjang, Cocok untuk Si Pelupa

kb-jangka-panjang

Sering lupa minum pil KB atau suntik Kb tiap 1-3 bulan sekali? Kamu bisa mempertimbangkan metode KB jangka panjang.

Buat kamu yang pelupa, metode KB jangka panjang lebih cocok. Cukup pasang sekali, KB bisa dipakai hingga bertahun-tahun. Pastinya ini lebih nyaman ketimbang KB jangka pendek, kalau kamu termasuk pelupa.

Baca Juga: Agar Tidak Lupa Minum Pil KB, Ini Tujuh Tipsnya

Secara umum, KB jangka panjang memiliki efektivitas yang tinggi dan kegagalan rendah, serta efek samping yang lebih sedikit. Namun tentu, ini kembali lagi ke kondisi masing-masing ya, karena tiap orang tidak sama.

4 Metode KB Jangka Panjang

Ada banyak pilihan metode KB jangka panjang. Kamu bisa memilihnya sesuai kenyamanan, kondisi, dan kebutuhanmu. Yuk kita intip pilihannya berikut ini.

  1. IUD
    IUD atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) adalah metode KB jangka panjang yang paling populer di Indonesia. Alat berbentuk huruf T mungil yang dipasang di rongga rahim ini efektif mencegah kehamilan hingga 99,4%. IUD bisa dipakai 5-10 tahun, tergantung jenisnya.

    Secara umum ada 2 jenis AKDR, yaitu non-hormonal dan hormonal. Yang non-hormonal misalnya copper T seperti IUD Andalan TCu, yang bisa dipakai selama 8-10 tahun. Lilitan kawat tembaga pada copper T melepaskan ion-ion tembaga ke rongga rahim, membuat cairan pada tuba falopi dan rahim menjadi lebih tidak ramah terhadap sperma. Ada pula IUD hormonal yang menggunakan inti perak, seperti IUD Andalan Silverline.

    Adapun IUD hormonal mengandung progestin, yang dilepaskan sedikit demi sedikit setiap hari. Progestin membuat cairan serviks jadi lebih kental, sehingga mempersulit pergerakan sperma menghampiri sel telur.

  2. Susuk/implan
    Susuk atau implan kerap dipandang sebelah mata. Padahal efektivitasnya mencegah kehamilan >99%. Susuk KB terbuat dari plastik lentur, berbentuk seperti batang korek api. Ditanam di bawah kulit di area lengan, progestin di dalam susuk dilepaskan sedikit demi sedikit setiap hari.

    Progestin dari susuk mencegah terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur ke tuba falopi, mengentalkan lendir serviks, dan menipiskan endometrium sehingga seandainya terjadi pembuahan, sel telur yang telah dibuahi akan sulit melekat.

  3. Tubektomi
    Bila kamu dan pasangan sudah memutuskan untuk tidak punya anak atau tidak ingin menambah anak lagi, kamu bisa mempertimbangkan opsi tubektomi. Metode ini sangat efektif mencegah kehamilan.

    Tubektomi dilakukan dengan tindakan operasi untuk mengikat, memotong, atau memasang cincin pada saluran telur (tuba falopi). Dengan demikian, sel telur yang sudah matang dan dilepaskan dari indung telur, tidak bisa mencapai tuba falopi untuk dibuahi oleh sperma.

  4. Vasektomi
    Ini adalah KB jangka panjang dengan metode steril untuk laki-laki. Sebenarnya, ini opsi yang lebih baik ketimbang vasektomi, karena termasuk operasi kecil. Alhasil, risiko pasca operasi lebih rendah, dan biayanya pun lebih murah. Vasektomi adalah satu dari sedikit pilihan bagi suami untuk berpartisipasi aktif dalam KB. Jadi kalau kamu pelupa, kamu bisa mengajak suami untuk ikut jangka panjang KB dengan vasektomi.

    Vasektomi dilakukan dengan memotong vas deferens, saluran dalam skrotum yang berfungsi membawa sperma dari testis ke penis. Tenang, vasektomi tidak mengurangi kejantanan. Vasektomi bukanlah kebiri. Yang dipotong hanya saluran sperma, tapi testis tetap utuh. Laki-laki yang sudah divasektomi tetap bisa ereksi dan mengeluarkan mani saat ejakulasi. Hanya saja, mani tidak mengandung sperma.

Baca Juga: Jangan Percaya Mitos Pil KB Bikin Gemuk

Bila kamu memerlukan konsultasi seputar kontrasepsi, kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT, dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya