Berhubungan Intim Bila Ada Keputihan Tanda Hamil, Bahaya Nggak Ya?

Berhubungan Intim

Meski merupakan kabar yang membahagiakan, kehamilan pertama seringkali diiringi dengan perasaan khawatir. Walaupun kamu dan pasanganmu telah belajar mempersiapkan diri menghadapi kehamilan, rasanya tentu berbeda ketika betul-betul sedang dijalani. Banyak pertanyaan yang muncul, mulai dari menu makanan, olahraga, hingga hubungan intim di masa kehamilan. Bolehkah tetap melakukan aktivitas seksual ketika hamil? Bagaimana bila ada keputihan tanda hamil? Adakah cara membedakan keputihan biasa dan keputihan yang berbahaya ketika sedang mengandung?

Baca Juga: Tanda Keputihan yang Tidak Normal Selama Kehamilan

Asalkan tidak ada larangan khusus dari dokter karena kondisi medis tertentu, seks di saat hamil secara umum boleh dilakukan. Tak perlu takut, sebab posisi janin di dalam rahim tak akan bisa ‘tersodok’ ketika penis masuk ke dalam vagina (Dweck & Westen, 2017). Seringkali, persoalannya bukanlah tentang boleh-tidaknya berhubungan intim, namun apakah perempuan yang sedang hamil ingin melakukannya, sebab tentunya ada momen-momen badan terasa sakit, pegal, atau lelah karena kehamilan itu sendiri. Akan tetapi, bila memang kamu dan pasanganmu sama-sama merasa nyaman dan bergairah, tak ada alasan mengapa seks harus dihindari. Yang penting, carilah posisi yang nyaman dan tidak membebani tubuh.

Perlu diketahui juga, kehamilan meningkatkan kadar hormon estrogen yang memicu keluarnya cairan dari organ reproduksi perempuan (Tal & Taylor, 2021). Fungsinya adalah untuk melindungi janin dari infeksi dengan memblokir jalur masuk dari vagina ke rahim. Cairan ini dikenal dengan sebutan keputihan tanda hamil.

Bagaimana kalau keputihan tanda hamil keluar dari vagina saat akan berhubungan intim? Apakah seks tetap boleh dilanjutkan? Bila keputihan tanda hamil punya ciri-ciri keputihan yang normal, boleh-boleh saja. Kalau disertai dengan keluhan atau gejala-gejala penyakit, sebaiknya rencana berhubungan intim ditunda dulu.

Keputihan yang normal biasanya bening keputih-putihan, tidak berbau, dan tidak menyebabkan rasa gatal maupun sakit. Sebaliknya, keputihan tanda penyakit cenderung memiliki warna kekuningan / kehijauan / keabuan, berbau amis, dan muncul secara berlebihan (Trilisnawati, Purwoko, Devi, et al., 2021). Tak hanya itu, kemunculannya pun seringkali disertai dengan gatal-gatal, ruam-ruam merah, atau rasa nyeri, baik ketika buang air kecil maupun berhubungan seks. Bila kamu mencurigai adanya keputihan yang merupakan gejala penyakit, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Soalnya, bisa jadi ada gangguan kesehatan reproduksi atau infeksi menular seksual (IMS) yang bisa mengancam kesehatan diri dan kesehatan janin. Semakin cepat kamu melakukan konsultasi, semakin cepat dokter bisa memberikan penanganan yang dibutuhkan.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Munculnya Keputihan Tanda Hamil

Jadi, selama keputihan tanda hamil yang kamu lihat memiliki ciri-ciri yang normal, tak perlu takut untuk menjalin romansa, ya! Untuk mengurangi risiko penyebaran IMS, ada baiknya menggunakan kondom secara tepat dan konsisten setiap kali berhubungan intim di saat hamil. Pasalnya, bila ibu sampai terkena IMS, bayi juga bisa terinfeksi. Beberapa jenis IMS dapat menyebar dari ibu ke bayinya melalui plasenta, sisanya berisiko menyebar dari ibu ke bayi saat proses persalinan. Memakai kondom adalah cara sederhana untuk melindungi ibu sekaligus melindungi bayi. Punya pertanyaan lebih lanjut soal kesehatan reproduksi atau aktivitas seksual yang aman ketika sedang hamil? Kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau via Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya