Ternyata Ini Penyebab Munculnya Keputihan Tanda Hamil

Munculnya keputihan tanda hamil adalah pengalaman yang dirasakan banyak perempuan ketika sedang mengandung. Ada yang merasa biasa-biasa saja, ada pula yang merasa risih karena timbulnya keputihan ini. Apa sebenarnya penyebab kemunculannya? Apakah keputihan tanda hamil perlu diobati? Berikut sekilas penjelasannya.

Leukorea alias keputihan adalah cairan yang keluar dari alat kelamin perempuan. Kemunculannya bisa terjadi karena berbagai faktor, tak hanya bila ada infeksi, namun juga bila ada perubahan hormonal. Ketika keputihan sedang normal, warnanya putih cenderung bening dan tidak berbau. Keputihan yang seperti ini tidak perlu diobati. Cukup ganti pakaian dalam secara rutin saja agar bisa merasa lebih nyaman. Sebaliknya, keputihan tanda penyakit biasanya berwarna kekuningan/kehijauan/keabuan, berbau amis, volumenya berlebihan, dan menyebabkan gatal, ruam-ruam merah, serta nyeri baik saat sedang buang air kecil maupun berhubungan seks (Trilisnawati, Purwoko, Devi, et al., 2021). Keputihan yang mengganggu seperti ini perlu diperiksakan ke dokter, sebab biasanya menandakan adanya masalah kesehatan reproduksi.

Baca Juga: Inilah Tanda Kehamilan Bermasalah yang Wajib Ibu Kenali

Lalu mengapa terkadang keputihan muncul bila sedang hamil? Keputihan tanda hamil terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh. Kehamilan menyebabkan naiknya kadar hormon estrogen yang memicu keluarnya cairan dari organ reproduksi perempuan (Tal & Taylor, 2021). Cairan yang menyerupai lendir ini membantu melindungi janin dari infeksi dengan memblokir jalur masuk dari vagina ke rahim. Jadi, boleh dibilang bahwa keputihan tanda hamil sebenarnya punya manfaat tersendiri bagi perkembangan bayi.

Meskipun begitu, ada langkah-langkah yang perlu dilakukan agar keputihan tetap normal dan tidak berubah menjadi keputihan tanda penyakit. Beberapa di antaranya yaitu:

  • Menghindari perilaku seksual berisiko serta menggunakan kondom secara tepat dan konsisten setiap kali berhubungan seks. Memakai kondom akan mengurangi risiko penyebaran infeksi menular seksual serta mencegah kontraksi dini pada trimester ketiga kehamilan. Pilihlah kondom berkualitas yang telah lulus uji elektronis, telah tersertifikasi oleh Kemenkes, serta sesuai dengan standar internasional. Kondom Sutra, Fiesta, Andalan, dan Supreme bisa menjadi pilihan yang jitu.
  • Bila memakai sabun ataupun tisu pembersih, gunakanlah yang memang ramah terhadap organ seksual dan reproduksi perempuan. Kamu bisa menggunakan Andalan Fresh Intimate Wash dan Andalan Fresh Intimate Wipes, sebab keduanya terbuat dari bahan-bahan alami dengan kandungan prebiotik yang baik serta derajat keasaman yang sesuai untuk vulva perempuan, efektif untuk membuat kamu merasa bersih, segar, dan nyaman. Bersihkan bagian luar alias vulva saja, hindari memasukkan sabun ke dalam lubang vagina agar keseimbangan ekosistem bakteri baik dalam vagina tidak terganggu.
  • Melakukan kunjungan kehamilan ke dokter secara rutin. Bila saat hamil kamu mengalami keputihan dengan disertai gejala apapun yang mengganggu, sampaikan pada dokter dengan jujur. Tak perlu merasa malu. Sampaikan secara detil tekstur dan warna keputihan seperti apa, demikian juga aromanya. Kalau perlu, pada hari kunjungan ke dokter, tunda dulu membersihkan keputihan hingga setelah selesai berkonsultasi. Dengan begitu, dokter bisa segera mengambil langkah yang tepat.

Baca Juga: Kehamilan Kosong Itu Seperti Apa?

Itulah penyebab munculnya keputihan tanda hamil dan hal-hal yang bisa kamu lakukan agar keputihan yang normal tidak berubah menjadi keputihan tanda gangguan penyakit. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan atau ingin berkonsultasi, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya