Betulkah Menstruasi Tidak Teratur Tanda Tidak Subur?

Siklus menstruasi tidak teratur

Siklus menstruasi tidak teratur sering kali menandakan tidak terjadi ovulasi. Tanpa terjadinya ovulasi, tentu saja kesuburan terganggu.

Umumnya, siklus menstruasi terjadi setiap 28 hari. Namun tentu saja, kondisi tiap perempuan berbeda. Bisa saja lebih pendek atau lebih panjang. Siklus menstruasi yang terjadi tiap 21 – 35 hari masih normal. Nah, bagaimana kalau siklus menstruasi tidak teratur? Bulan ini haid tapi bulan depan tidak, dan baru haid lagi 2-3 bulan berikutnya. Atau, siklus menstruasi kurang dari 21 hari. Apakah normal?

Baca Juga: Menstruasi yang tak Kunjung Terjadi

Sayangnya, tidak. Kondisi ini merupakan salah satu tanda infertilitas atau ketidaksuburan. Kalau kamu memiliki siklus menstruasi tidak teratur, tidak haid, atau mengalami perdarahan yang abnormal, sebaiknya jangan kamu abaikan ya. Ketiga kondisi tadi sering kali menandakan bahwa kamu tidak mengalami ovulasi (anovulasi).

Artinya, tidak ada sel telur yang dilepaskan oleh indung telur lalu masuk ke tuba falopi. Padahal untuk bisa dibuahi oleh sperma, sel telur harus ready di tuba falopi. Ditengarai, ovulasi tidak teratur menyumbang sekitar 30-40% kasus infertilitas pada perempuan.

Penyebab Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Banyak hal yang bisa memicu menstruasi tidak teratur. Bila dikaitkan dengan infertilitas, salah satu yang paling sering yaitu PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik. PCOS ditandai dengan tingginya hormon androgen pada tubuh. Inilah yang diduga menyebabkan siklus haid jadi tidak teratur. Secara fisik, tingginya hormon androgen bisa terlihat dari lebatnya rambut pada tubuh atau wajah. Bila dilihat dengan USG, indung telur tampak membesar, dan banyak folikel sel telur di dalamnya, seperti untaian mutiara.

Penyebab lain dari siklus menstruasi tidak teratur yang berhubungan dengan ketidaksuburan yaitu endometriosis. Ini adalah kondisi di mana endometrium (dinding rahim) tumbuh di tempat/organ lain. Endometriosis bisa membuat darah haid lebih banyak, perdarahan lebih lama, dan siklus haid lebih pendek. Akibat endometriosis, bisa terjadi perlengketan/peradangan pada organ-organ panggul, timbulnya jaringan parut pada tuba falopi, terganggunya implantasi telur, dan penurunan kualitas sel telur. Ciri khas endometriosis: darah haid sangat banyak, dan nyeri saat haid.

Gangguan tiroid juga bisa membuat menstruasi tidak teratur, yang berujung pada infertilitas. Hormon tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) maupun kurang aktif (hipotiroid) bisa menimbulkan ketidakseimbangan hormonal. Akibatnya terjadi gangguan ovulasi, yang membuat perempuan sulit hamil.

Jadi, jangan abaikan siklus haid yang tidak teratur ya. Terlebih bila kamu berusia 20-30 tahun, yang bisa dibilang berada di masa puncak usia reproduktif. Sebaiknya segeralah ke dokter, sekalipun kamu belum menikah atau belum berencana hamil. Makin cepat penyebabnya diketahui, keberhasilan pengobatan pun akan makin baik, sehingga begitu tiba saatnya kamu ingin hamil, kondisimu sudah baik.

Baca Juga: Menstruasi Tidak Teratur Saat Sedang WFH? Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya