Bikin Enggak Nyaman, Ini Penyebab Diare Saat Menstruasi!

menstruasi

Sejak remaja, para wanita sudah akrab dengan sensasi tidak nyaman selama menstruasi: kram, mood swings, hingga kembung. Tetapi ada lagi nih efek menstruasi yang kerap dialami wanita, yaitu diare saat menstruasi. Apa kira-kira penyebab diare saat menstruasi?

Baca Juga: Lima Drama Saat Menstruasi Tiba

Sebenarnya, keluhan di saluran pencernaan selama menstruasi bukan hanya diare. Beberapa wanita mengeluhkan kembung, begah, dan malah sembelit. Padahal, jika tidak sedang menstruasi, keluhan ini jarang dialami, kecuali berkaitan dengan salah makan.

Penyebab Diare Saat Menstruasi
Perubahan hormon dalam tubuh saat menstruasi adalah penyebab semua keluhan. Hormon memainkan peran kunci dalam mengatur siklus menstruasi seorang wanita, yang dimulai hari pertama menstruasi.

Ketika sel telur tidak dibuahi, kadar hormon estrogen yang membantu mengatur siklus menstruasi dan progesteron yang membantu mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang sudah dibuahi, berada di titik rendah. Hal ini menyebabkan lapisan rahim atau endometrium akan hancur dan luruh dan menjadi pendarahan menstruasi.

Sepanjang siklus menstruasi, kadar hormon ini juga mengalami pasang surut. Kadar estrogen mulai meningkat selama periode menstruasi dan mencapai puncaknya sekitar 14 hari setelahnya, atau tepat sebelum ovulasi. Setelah itu, hormon perlahan akan turun tetapi tetap tinggi, karena progesteron kembali berperan dalam penebalan lapisan rahim dan mempersiapkannya untuk pembuahan.

Tingkat kadar hormon progesteron, mulai meningkat selama ovulasi dan puncaknya kira-kira seminggu kemudian. Kedua hormon kemudian menurun jika sel telur yang dibuahi tidak tertanam di rahim, menyebabkan siklus berulang.

Nah, semua perubahan hormonal itu dapat menyebabkan beberapa efek samping di saluran pencernaan menjelang dan selama menstruasi. Menjelang awal siklus menstruasi, kamu mungkin mengalami sedikit lebih banyak kembung dari biasanya karena tingkat estrogen yang tinggi, yang berpotensi meningkatkan retensi cairan.

Peningkatan progesteron juga dapat menyebabkan sembelit karena akan memperlambat motilitas usus, yang berarti makanan bergerak lebih lambat melalui saluran pencernaan.

Lalu apa penyebab diare saat menstruasi?Jawabannya adalah hormon prostaglandin. Ini adalah zat seperti hormon yang dihasilkan tubuh, berfungsi menyebabkan otot dan pembuluh darah rahim berkontraksi.

Di awal menstruasi, lapisan rahim memproduksi prostaglandin dalam kadar tinggi, yang merupakan penyebab utama kram menyakitkan saat menstruasi. Namun, prostaglandin diperlukan untuk membantu merangsang proses pelepasan lapisan rahim. Dan saat lapisan terkelupas, tingkat prostaglandin menurun kembali.

Prostaglandin juga dapat menyebabkan kontraksi otot di usus, meskipun tidak sepenuhnya jelas apakah prostaglandin di masuk ke usus atau otot usus itu sendiri juga menghasilkan lebih banyak prostaglandin selama menstruasi. Di usus, prostaglandin dapat memicu lebih banyak ketidaknyamanan seperti diare dan kram usus.

Kapan Harus Menemui Dokter?
Diare saat menstruasi bukanlah penyakit. Ini sepenuhnya normal. Meskipun begitu, jika diare kamu disertai gejala lain seperti pendarahan dari anus, artinya diare kamu sudah menimbulkan masalah lain.

Diare yang hebat bisa melukai dinding usus dan menyebabkan perdarahan. Selain itu, diarea yang terus menerus akan membuat kamu berisiko mengalami dehidrasi. Jika sudah seperti ini, kamu ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Baca Juga: Cara Alami atasi Nyeri Saat Menstruasi

Beberapa wanita juga mengalami mual hebat selama menstruasi karena peradangan dan perubahan hormonal, sehingga mengalami kesulitan untuk makan, bahkan sampai turun berat badan.

Terlepas dari tingkat keparahan diare saat menstruasi dan gejala penyertanya, kamu disarankan lebih sering menghubungi petugas kesehatan, terkait keluhan apapun terkait menstruasi.

Saat ini menemui petugas kesehatan atau dokter sudah sangat mudah. Kamu juga bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya

normalkah-keputihan-pada-remaja

Normalkah Keputihan Pada Remaja?

Ketika remaja putri memasuki masa pubertas, ada sejumlah perubahan pada tubuhnya. Termasuk mengalami keputihan. Hal ini sepenuhnya normal. Seiring dengan perubahan fisik, misalnya postur semakin

Read More »