Bisa ‘Keluar di Luar’, Kok Masih Perlu Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui?

kontrasepsi ibu menyusui

Setelah lama ‘cuti bersama’ dengan adanya kehadiran bayi, memulai aktivitas seksual kembali bisa menjadi sesuatu yang menantang. Akan tetapi, bukan berarti tiada cara untuk mengembalikan romansa. Dengan kontrasepsi untuk ibu menyusui, momen-momen intim penuh gairah dapat dinikmati lagi secara maksimal berdua.

Baca Juga: Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui vs Senggama Terputus, Mana yang Lebih Efektif?

Bisa ‘keluar di luar’, kenapa masih perlu kontrasepsi? Buat apa memakai yang nggak alami kalau ada strategi yang alami dan lebih mudah? Meski metode ‘keluar di luar’ alias senggama terputus banyak diandalkan orang untuk menunda kehamilan, kenyataannya metode ini sangat rentan gagal. Berikut beberapa alasannya.

  • Tidak semua orang bisa mengendalikan momen ejakulasi
    Mengontrol ejakulasi itu sulit, namun sebagian besar laki-laki meremehkan hal ini, sehingga banyak yang ‘kebablasan’ klimaks sebelum penis dikeluarkan dari vagina (Westheimer & Lehu, 2019). Secara statistik, 1 dari setiap 5 pasangan yang menggunakan metode keluar di luar hamil dalam setahun (Perez, 2019). Bagi ibu menyusui, langsung hamil lagi bisa sangat berbahaya bagi tubuh, karena tubuh belum sepenuhnya pulih dari kehamilan sebelumnya dan proses persalinan yang baru saja dilewati. Menurut RISKESDAS Kemenkes RI 2018, ibu idealnya menunggu 4-5 tahun setelah punya anak pertama sebelum hamil lagi, karena selain menunggu rahim pulih dan siap mengandung lagi, bonding antara ibu dan anak pertama juga sudah cukup kuat, sehingga anak pun lebih siap untuk menjadi kakak.

  • Cairan pra-ejakulasi terkadang mengandung sperma
    Kalau kamu perhatikan, ada cairan bening yang sering keluar dari penis sejak penis mulai tegang, meskipun momen ejakulasi masih jauh. Cairan bening tersebut dikenal sebagai cairan pra-ejakulasi. Nah, meskipun sering dianggap tidak memiliki kandungan sperma sama sekali, nyatanya cairan bening ini terkadang berisi sperma (Kovavisarach, Lorthanawanich, & Muangsamran, 2016). Meskipun penis ditarik keluar sebelum laki-laki mencapai klimaks, sperma bisa saja sudah masuk ke dalam vagina melalui cairan pra-ejakulasi. Keluarnya cairan pra-ejakulasi dari penis sama sekali tidak bisa dikendalikan, jadi pada akhirnya kamu dan pasanganmu tetap perlu menggunakan kontrasepsi bila memang belum siap memiliki anak kedua.

  • Kontrasepsi untuk ibu menyusui lebih efektif dan aman
    Daripada mengambil risiko mengalami kehamilan yang tidak direncanakan gara-gara pengen tetap memakai cara ‘alami’, jauh lebih baik bila kamu dan pasanganmu memilih metode kontrasepsi modern yang lebih terjamin keampuhannya. Misalnya, KB implan yang memiliki efektivitas 99,9%, suntikan KB dengan efektivitas 96%, atau pil mini dengan efektivitas 93% (Hill, 2019). Tak perlu khawatir soal keamanannya, sebab ketiga alat kontrasepsi hormonal ini isinya hanya hormon progesteron saja. Menurut penelitian, kontrasepsi hormonal yang hanya mengandung progesteron aman bagi ibu serta tidak memengaruhi kemampuan menyusui maupun kondisi kesehatan bayi (Phillips, Tepper, et al. 2016). Agar lebih tenang lagi, pilihlah kontrasepsi untuk ibu menyusui dari brand yang sudah terbukti unggul. Pil KB Andalan Laktasi, Suntikan KB 3 Bulanan Andalan, dan Implan Andalan bisa menjadi alternatif kontrasepsi hormonal terpercaya bagi ibu menyusui. Tak ingin menggunakan kontrasepsi hormonal? Alternatif non-hormonal seperti IUD tembaga dan kondom pun tersedia. Tinggal memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan pribadi.

Baca Juga: Kontrasepsi untuk Ibu Menyusui, Bolehkah Dilanjutkan Ketika Sudah Berhenti Menyusui?

Itulah tiga alasan mengapa kontrasepsi untuk ibu menyusui tetap masih dibutuhkan meskipun ada metode ‘keluar di luar’. Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya

menstrual cup

Cara Cakap Gunakan Menstrual Cup

Bagi pemula, menggunakan menstrual cup memang jadi tantangan tersendiri. Kebiasaan baru menggunakannya dengan mengubah kebiasaan lama menggunakan pembalut atau tampon yang sudah bertahun-tahun dilakukan, memang

Read More »