Bisakah Tertular HIV Melalui Seks Oral?

tertular-HIV-seks-oral

Seks oral tetap berpotensi untuk menularkan tidak hanya infeksi menular seksual tapi juga HIV.

Masih banyak orang berkeyakinan seks oral tidak berpotensi untuk menularkan HIV, benarkah demikian? Selama tidak ada luka terbuka di dalam gusi dan mulut, risiko penularan HIV melalui seks oral sangat minim. Meski resikonya minim bukan berarti potensi penularan tidak ada, karena itu tetap perlu dilakukan pencegahan agar aktivitas seksual tidak menimbulkan risiko terjadinya infeksi menular seksual dan HIV.

Baca Juga: Bisakah Kita Mengetahui Orang Terinfeksi HIV dari Penampilannya?

Secara sederhana pengertian dari seks oral adalah memberikan stimulasi pada alat kelamin pasangan dengan mulut. Jika yang distimulasi adalah penis maka disebut dengan fellatio sedangkan apabila yang distimulasi adalah klitoris atau vagina maka disebut cunnilingus. Lantas bagaimanakah aktivitas seksual ini bisa berpotensi untuk menularkan HIV?

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan penularan HIV terjadi melalui cairan tubuh yaitu darah, air mani, cairan vagina, cairan anus, dan ASI yang masuk ke dalam tubuh orang yang sehat. Potensi penularan HIV bisa ketika orang yang menerima oral seks juga positif HIV dan terdapat luka di area genitalnya. Maka pasangan yang melakukan oral seks berisiko tinggi untuk tertular HIV apalagi jika di dalam mulutnya terdapat luka terbuka seperti sariawan di bibir atau ada luka di gusi atau lidah.

Cara memproteksi diri dari HIV ketika melakukan seks oral.

CDC juga menyebutkan kalau rentang waktu penularan HIV baru dirasakan oleh orang yang tertular setelah enam bulan melakukan oral seks. Pada beberapa minggu pertama setelah tertular, bisa jadi orang tersebut tidak mengalami gejala atau hanya berpikir mengalami flu biasa karena gejala yang muncul adalah demam, menggigil, tenggorokan sakit, kelenjar getah bening bengkak, dan sakit kepala. Pada periode ini biasanya virus berkembang dengan cepat sehingga jumlah virus di dalam darah menjadi sangat tinggi dan sangat mudah menularkan ke orang lain.

Lalu bagaimanakah cara untuk menghindari potensi tertular HIV yang bisa saja terjadi melalui seks oral? Jawabannya adalah dengan menggunakan kondom pada setiap aktivitas seksual, termasuk saat melakukan seks oral. Tapi ketika melakukan seks oral pada vagina yang digunakan adalah dental dam, lapisan lateks berbentuk persegi yang diletakkan di atas vagina.

Mengapa kondom dan dental dam bisa menekan risiko penularan HIV? Penelitian membuktikan material lateks yang digunakan pada kondom dan dental dam mampu mencegah terjadinya transmisi patogen ke dalam tubuh. Penting juga untuk diingat adalah gantilah kondom dan dental dams jika sebelumnya alat kelamin sudah penetrasi ke vagina atau penis atau anus. Mengapa? Sehingga ketika oral seks dilakukan cairan yang menempel pada kondom dan dental dams tidak akan berkontak dengan mulut.

Pada prinsipnya penularan HIV bisa dicegah dengan menerapkan rumus setia pada pasangan dan selalu menggunakan kondom pada setiap aktivitas seksual. Lalu jika kamu sudah aktif secara seksual, penting juga untuk melakukan tes HIV secara regular demi mengetahui bagaimana status kamu dengan pasangan. Last but not least sangatlah penting untuk selalu menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan mulut dan gigi. Karena ternyata luka terbuka yang ada di dalam mulut dan gigi bisa berpotensi menjadi pintu masuk penularan HIV.

Baca Juga: Ketahui 7 Siklus Hidup HIV dalam Tubuh Manusia

Kalau kamu ingin tahu lebih detail lagi tentang memproteksi diri agar tidak tertular HIV, langsung saja konsultasi ke HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Jangan kuatir, semua informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya