Cara Menghitung Masa Subur untuk Kamu yang Nggak Suka Hitung-hitungan

menghitung masa subur

Meskipun sudah bertahun-tahun hidup dengan siklus menstruasi, masih banyak perempuan yang belum memahami masa subur masing-masing. Padahal, mengetahui cara menghitung masa subur penting sekali untuk mendapatkan informasi yang tepat ketika sedang merencanakan kehamilan, baik ketika ingin segera melanjutkan keturunan maupun ketika ingin menundanya. Soalnya, dengan informasi ini kamu bisa menentukan masa terbaik untuk berhubungan seks.

Baca Juga: Proses Terjadinya Menstruasi Melewati 4 Tahapan Berikut Lho!

Salah satu cara menghitung masa subur yang banyak dibahas adalah metode kalender kesuburan. Metode kalender merupakan metode yang efektif untuk memprediksi masa subur (Scherwitzl, Hirschberg, dan Scherwitzl, 2015). Akan tetapi, tekniknya lumayan membutuhkan ketelatenan. Soalnya, untuk memakai cara ini, kamu harus mencatat pengalaman menstruasi selama beberapa bulan: tanggal berapa mulai menstruasi, tanggal berapa selesainya, serta berapa hari jarak sejak mulai menstruasi hingga mengalami menstruasi lagi di siklus berikutnya. Dari data ini, nantinya kamu akan menemukan pola panjangnya durasi siklus menstruasi, sehingga kamu bisa memprediksi kapan akan menstruasi lagi. Berdasarkan tanggal prediksi hari pertama menstruasi yang akan datang, kamu harus menghitung mundur 14 hari untuk menemukan tanggal ovulasi, yaitu tanggal ketika sel telur dilepas dari indungnya dan tubuh sedang dalam puncak kesuburan. Nah, masa subur perempuan dimulai sejak 5 hari sebelum ovulasi hingga 1 hari setelahnya (Jensen & Stewart, 2015).

Ribet? Lumayan! Apalagi, kalau kamu termasuk perempuan yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Melahirkan, menyusui, atau konsumsi obat-obatan tertentu yang mempengaruhi hormon bisa mempengaruhi keteraturan siklus menstruasi (Hill, 2019). Begitu juga dengan stress, pola tidur, pola makan, dan pola olahraga (Lim, Kim, et al., 2018). Di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini, pola aktivitas dalam kehidupan kita banyak sekali yang mengalami perubahan. Tak mengherankan jika siklus menstruasi juga ikut terpengaruh. Lah, kalau angka-angkanya sudah amburadul begini, gimana menghitungnya? Pusing, kan?

Lantas bagaimana solusinya biar nggak perlu ribet hitung-hitungan? Alternatif yang lebih mudah dan praktis adalah dengan menggunakan alat tes ovulasi. Alat tes ovulasi bekerja dengan mendeteksi kadar hormon LH (Luteinizing Hormone) di dalam urin perempuan. Nah, kadar LH biasanya meningkat menjelang ovulasi (Dweck & Westen, 2017). Bila ingin menggunakan alat tes ovulasi, kamu bisa menggunakan Andalan Ovulation Kit dengan tingkat keakuratan hingga 99,9%.

Pemakaiannya pun mudah sekali, nggak perlu hitung-hitungan! Berikut langkah-langkahnya.

  1. Teteskan urin ke dalam lubang sampel dengan pipet yang disediakan.
  2. Tunggu 3-10 menit hingga hasilnya muncul.
  3. Baca hasil. Jika ada dua garis merah muda yang mirip atau salah satunya lebih gelap, maka kemungkinan besar kamu akan ovulasi 24-48 jam lagi. Lakukan hubungan intim setelah 24 jam namun sebelum 48 jam. Bila ternyata hasilnya hanya satu garis pink saja, berarti tubuh sedang tidak di masa subur.

Baca Juga: Menstruasi Normal Berapa Hari?

Dengan cara menghitung masa subur yang satu ini, kamu nggak perlu lagi pusing memikirkan pola angka-angka dan mencatat segala macam penanggalan, namun kamu tetap bisa mengetahui masa suburmu. Simple banget, kan? Mudah-mudahan informasi ini berguna dan bisa membantumu merencanakan kehamilan dengan mudah, ya! Selain itu, jika kamu masih punya pertanyaan lebih lanjut mengenai topik ini, kamu pun bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Tak perlu ragu untuk berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya

keunggulan kondom

4 Keunggulan Kondom Berbahan Lateks

Kondom berbahan lateks memiliki pori-pori yang sangat kecil sehingga transmisi segala mikroba atau patogen bisa diminimalisir. Fungsi kondom sebagai kontrasepsi dan mencegah terjadinya infeksi menular

Read More »