Proses Terjadinya Menstruasi Melewati 4 Tahapan Berikut Lho!

proses-terjadinya-menstruasi

Menstruasi adalah kejadian alamiah pada perempuan, yang siklusnya biasanya sebulan sekali. Selama menstruasi, kebanyakan perempuan tidak memahami, apa yang sedang terjadi di tubuh mereka. Menstruasi adalah sebuah siklus yang unik dan teratur, di mana proses terjadinya menstruasi itu dibagi menjadi empat fase atau tahapan.

Durasi atau satu siklus menstruasi biasanya membutuhkan waktu 28 hari, tetapi bervariasi untuk masing-masing perempuan. Ketika seorang perempuan tidak hamil, makai a akan melalui empat fase atau tahapan utama.

Baca Juga: Menstruasi yang tak Kunjung Terjadi

Proses Terjadinya Menstruasi

Berikut ini adalah proses terjadinya menstruasi yang dibagi menjadi empat tahap:

  1. Fase menstruasi
    Fase menstruasi adalah fase pertama dari siklus menstruasi dan berlangsung sekitar tujuh hari. Kamu mengenalnya dengan mens atau haid. Saat ini vagina kamu mengeluarkan darah dari dalam rahim.

    Selama fase menstruasi, terjadi perubahan hormon, yakni estrogen dan progesteron turun dan tubuh melepaskan hormon prostaglandin. Estrogen dan progesteron menyebabkan lapisan rahim luruh dan lapisan inilah yang dikeluarkan saat seorang perempuan mengalami menstruasi.

    Rahim melepaskan lapisannya karena tidak diperlukan ketika tidak ada embrio yang akan tertanam. Lamanya menstruasi sangat bervariasi, antara tiga hingga tujuh hari. Selain perdarahan, perempuan di fase menstruasi dapat mengalami gejala seperti kram atau nyeri perut, kembung, payudara menjadi lembut, munculnya jerawat, dan perubahan suasana hati.

  2. Fase folikuler
    Fase folikuler sering tumpang tindih dengan menstruasi, karena dimulai pada hari pertama menstruasi, dan berlangsung antara 10 hingga 16 hari.

    Selama fase ini, tubuh melepaskan Follicle-Stimulating Hormone (FSH) yang akan memicu ovarium membuat folikel, yang merupakan kantung berisi telur yang belum matang. Selama satu fase ini, sekitar 10 folikel akan tumbuh dan bersaing untuk “menang”. Folikel yang paling kuat akan tumbuh dan akhirnya terbentuk sel telur matang yang siap dibuahi. Folikel lain yang tidak berkembang akan diserap kembali oleh tubuh.

    Karena fase folikel tumpang tindih dengan menstruasi, gejala yang kamu alami adalah kram dan kembung, namun disebabkan menstruasi, bukan karena pertumbuhan folikel.

  3. Ovulasi
    Ovulasi terjadi sekitar hari ke-14 dari siklus menstruasi, atau sekitar seminggu setelah hari terakhir menstruasi. Folikel yang tumbuh menjadi telur matang akan dilepaskan selama ovulasi. Telur kemudian melakukan perjalanan dari ovarium ke tuba falopi, di mana ia berpotensi dibuahi oleh sperma.

    Ovulasi berlangsung selama sel telur yang dilepaskan masih hidup biasanya 12-24 jam. Namun, penting untuk dicatat bahwa ada jendela waktu 3 hingga 5 hari di sekitar waktu ovulasi di mana kamu kemungkinan besar akan hamil jika melakukan hubungan seks tanpa pengaman. Hal ini karena sperma dapat hidup di dalam perempuan hingga lima hari, menunggu sel telur matang yang lewat.

    Selama ovulasi, kamu mungkin melihat cairan vagina menjadi bening dan licin mirip putih telur mentah. Sebagian perempuan merasakan nyeri di satu sisi tergantung ovarium mana yang melepaskan sel telur. Selain itu, libido meningkat di fase ovulasi ini.

  4. Fase luteal
    Fase luteal adalah fase terakhir dari siklus menstruasi, dan biasanya berlangsung selama 14 hari. Selama fase ini, sisa folikel berubah menjadi korpus luteum, yang pada dasarnya adalah kumpulan sel yang membuat hormon progesteron. Lapisan rahim pun menebal untuk mempersiapkan kehamilan jika sel telur dibuahi.

    Fase ini adalah fase pra menstruasi sehingga kerap muncul gejala sindrom pramenstruasi (PMS, umumnya terjadi pada hari ke-12 fase luteal. Gejala PMS antara lain kram, kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala, kembung, perubahan gerakan usus, hingga susah tidur.

Baca Juga: Menstruasi Tidak Teratur Saat Sedang WFH? Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya

Kamu memiliki masalah seputar menstruasi? Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomor Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 dan juga link bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya

gejala hiv

Deteksi Gejala HIV Dari Mulut

Tanda awal HIV paling sering muncul di mulut, apa saja gejalanya? Hal pertama yang diserang oleh Human Immunodeficiency virus (HIV) adalah sistem kekebalan. Inilah yang

Read More »