Menstruasi Normal Berapa Hari?

berapa-hari-menstruasi-normal

Ini salah satu pertanyaan paling sering ditanyakan oleh wanita belia seputar menstruasi yang dialaminya. Untuk mengetahui lebih jauh apa saja batasan menstruasi yang normal, simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: Lima Problem Menstruasi yang Lazim Terjadi

Lebih jauh dari sekadar urusan durasi hari, siklus menstruasi sejatinya bisa menjadi sinyal kondisi kesehatan kamu. Yuk, kenali siklus menstruasi setiap bulannya, agar kamu makin paham dengan kondisi tubuh sendiri dan melatih untuk lebih peka apakah siklus menstruasi yang kami alami masuk dalam kategori normal atau tidak normal.

Untuk mengetahui seberapa normal siklus menstruasi kamu, coba ingat menstruasi terakhir tanggal berapa, dan berlangsung berapa hari? Jika kamu lupa atau tidak yakin dengan jawabannya, sudah saatnya mulai memperhatikan siklus bulanan berikutnya. Tandai di kalender agar mudah mengingat dan membandingkan dengan periode sebelumnya.

Pencatatan dan pelacakan ini menjadi penting, sebab dapat membantumu memahami normal atau tidaknya siklus menstruasi setiap bulannya. Juga mendeteksi jika terjadi gangguan menstruasi yang serius. Termasuk mengidentifikasi perubahan penting seperti, siklus yang terlewat, perdarahan menstruasi yang tidak biasa. Bahkan kondisi ketidakteraturan menstruasi bulanan bisa menjadi indikasi terjadinya sesuatu yang serius di dalam tubuh. Karena itu, waspadalah jika kamu mengalami siklus menstruasi yang tidak normal.

Ini batasan menstruasi normal

Tiap wanita memiliki karakteristik siklus menstruasinya sendiri, dalam hal ini tiap orang bisa berbeda-beda durasi atau panjang pendeknya jumlah hari menstruasinya. Yang pasti, inilah batasan siklus menstruasi normal:

  • Periode normal berlangsung selama rentang waktu 21-35 hari setiap bulannya.
  • Durasi menstruasi berlangsung 2-7 hari.
  • Selama beberapa tahun pertama menstruasi dimulai sering terjadi siklus yang lebih panjang. Namun seiring bertambah usia akan memendek dan lebih teratur mendekati batas normal.
  • Karena menstruasi terkait dengan hormonal dan faktor psikologis, siklus menstruasi juga kadang fluktuatif tergantung situasi dan kondisi seseorang.
  • Begitu pula gejala PMS yang menyertai, seperti nyeri perut bagian bawah, sakit kepala, cepat lelah, sensitif, mood swing, ringan-beratnya selama masih dalam batas normal, jangan terlalu khawatir.
  • Bagi kamu yang sudah menikah, penggunaan alat kontrasepsi juga mempengaruhi siklus menstruasi. Karena itu konsultasikan ke dokter dalam memilih jenis alat kontrasepsi yang tepat dengan kondisimu.
  • Jelang memasuki masa menopause, siklus menstruasi kembali tidak teratur. Konsultasikan ke dokter jika mengalami sesuatu yang serius, misalnya perdarahan tidak teratur jelang dan saat menopause. Karena di fase ini risiko terjadinya kanker serviks meningkat seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Siklus Menstruasi Normal karena Kerjasama Hormonal

Nah, buat kamu yang mengalami masalah seputar menstruasi, kamu bisa berkonsultasi secara online melalui Halo DKT di nomor 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya