Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur

Cara menghitung masa subur dengan menandai siklus menstruasi di kalender sudah banyak digunakan orang. Mengetahui masa subur pada dasarnya cukup sederhana. Kamu hanya perlu menghitung mundur 14 hari dari prediksi hari pertama menstruasi di bulan depan untuk menemukan tanggal ovulasi di bulan ini. Misalnya, jika bulan depan kamu diprediksi akan menstruasi pada tanggal 29 Maret, maka tanggal ovulasimu adalah tanggal 15 Maret. Nah, masa subur dimulai sejak 5 hari sebelum ovulasi hingga 1 hari setelahnya (Jensen & Stewart, 2015). Jika kamu dan pasanganmu ingin mendapatkan keturunan, ini adalah masa paling tepat untuk bercinta. Bila ingin mencegah kehamilan, hindari hubungan seks tanpa kontrasepsi khususnya di 6 hari ini.

Masalahnya, tidak semua orang cocok menggunakan cara menghitung masa subur dengan metode kalender. Jika dipaksakan, justru penanggalannya bisa meleset. Berikut beberapa ciri-ciri orang yang kurang cocok memakai cara menghitung masa subur dengan metode kalender menurut Hannah Witton dalam bukunya, The Hormone Diaries (Witton, 2019).

  • Memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.
    Cara menghitung masa subur dengan metode kalender hanya bisa digunakan bila siklus menstruasimu terjadi secara teratur. Misalnya, jika siklusmu terjadi setiap 28 hari sekali, 34 hari sekali, ataupun durasi lain yang lebih pendek atau lebih panjang namun terjadi secara konsisten hingga ada polanya. Kalau siklus menstruasimu tidak teratur, kemungkinan besar perhitungan yang dilakukan dengan metode ini akan meleset.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Memiliki penyakit bawaan tertentu.
    Ada banyak sekali penyakit yang bila kambuh bisa memengaruhi siklus menstruasi. Misalnya, polycystic ovarian syndrome (PCOS), endometriosis, gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia, dan sejenisnya. Bila kamu memiliki salah satu kondisi tadi, akan sangat sulit bagimu untuk mengandalkan cara menghitung masa subur dengan metode kalender.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Sering bepergian melewati zona waktu yang berbeda.
    Traveling melintasi zona waktu yang berbeda bisa memicu perubahan hormonal dalam tubuhmu. Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari menstruasi lebih awal daripada jadwal, terlambat menstruasi, durasi menstruasi yang lebih pendek atau lebih panjang, volume menstruasi yang lebih banyak atau lebih sedikit, hingga absennya menstruasi. Siklusmu bisa menjadi berantakan karena menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, ritme tidur, dan ritme aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, bila kamu sering melancong, hindari cara menghitung masa subur dengan metode kalender.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

  • Betul-betul sedang tidak ingin punya anak.
    Terakhir, karena cara menghitung masa subur dengan metode kalender bisa meleset akibat berbagai faktor, kamu sebaiknya tidak menggunakannya bila kamu dan pasanganmu betul-betul sedang tidak ingin punya anak. Tanyakan dulu secara blak-blakan pada dirimu sendiri dan pada pasanganmu, separah apa dampaknya bila perhitunganmu meleset dan terjadi kehamilan? Bila kamu ketakutan membayangkannya, coba deh, beralih ke metode kontrasepsi modern saja. Ada banyak pilihan yang lebih bisa diandalkan, seperti kondom, pil KB, suntikan KB, implan KB, dan IUD.
    '4 Ciri-ciri Orang yang Kurang Cocok Memakai Cara Menghitung Masa Subur dengan Metode Kalender

Baca juga : 7 Kesalahan yang Bisa Dilakukan Ketika Menghitung Masa Subur

Itulah 4 ciri-ciri orang yang kurang cocok memakai cara menghitung masa subur dengan metode kalender. Jika ingin berkonsultasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat