COVID-19 dan Herpes, Ini 5 Persamaannya

persamaan covid dan herpes

Tahun 2020 ini merupakan tahun yang penuh tantangan. Bagi sebagian orang yang paham akan COVID-19 dan metode penyebarannya, rasa takut terhadap kemungkinan bahwa kita tanpa sadar bisa menjadi pembawa virus dan menularkannya pada orang-orang terdekat sungguh luar biasa. Sementara itu, sebagian orang lagi bersikap cuek, seolah-olah mereka, teman-teman, dan keluarga mereka tak mungkin bisa terkena virus corona, sehingga mereka masih bisa beraktivitas sebebas-bebasnya. Gambaran situasi ini sebenarnya sudah cukup familiar dan telah terlebih dulu dirasakan oleh orang-orang yang mengalami infeksi menular seksual (IMS), yaitu herpes. Pakar seksualitas, Emily L. Depasse, baru-baru ini membuat perbandingan antara COVID-19 dengan herpes. Berikut beberapa persamaan di antara keduanya.

Baca Juga: 4 Tips Mengurangi Covidivorce di Masa Pandemi

  • Belum ditemukan obatnya
    Meskipun sudah banyak penelitian dan eksperimen yang dilakukan, hingga saat ini belum ada obat spesifik untuk infeksi virus corona. Herpes pun demikian. Jadi, yang bisa dilakukan hanyalah mencegah.
    COVID-19 dan Herpes, Ini 5 Persamaannya
  • Bisa muncul tanpa menunjukkan gejala
    Suhu tubuh normal tidak bisa menjamin apapun. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terkena virus corona atau herpes adalah melalui tes kesehatan. Bila tes COVID-19 dilakukan dengan rapid test dan PCR, tes herpes dilakukan dengan kultur, PCR, dan serologi spesifik.
    COVID-19 dan Herpes, Ini 5 Persamaannya
  • Bisa menular ke orang lain dengan ataupun tanpa gejala
    Hanya karena Anda tidak bergejala, bukan berarti Anda sehat dan bebas berinteraksi dengan siapapun tanpa memedulikan protokol keamanan. Anda tetap harus mawas diri demi menjaga orang lain, khususnya mereka yang lebih rentan. Bila dalam kasus herpes yang lebih rentan adalah bayi, dalam kasus COVID-19 yang lebih rentan misalnya lansia dan orang-orang dengan penyakit bawaan tertentu yang cukup serius. Dengan menjaga diri Anda, Anda pun turut menjaga mereka.
    COVID-19 dan Herpes, Ini 5 Persamaannya
  • Alat pelindung seperti kondom atau masker bisa mengurangi risiko penyebarannya
    COVID-19 menyebar melalui droplet yang terhirup dari udara saat orang melakukan kontak sosial yang terlalu dekat. Oleh karena itu, tetaplah melakukan protokol social distancing, gunakan masker Anda dengan benar, dan hindari pertemuan yang tidak perlu. Dalam kasus herpes, pencegahan terbaik adalah dengan memakai kondom dan membatasi jumlah pasangan intim, sebab herpes bisa menyebar melalui ciuman, hubungan seks oral, seks vaginal, dan seks anal.
    COVID-19 dan Herpes, Ini 5 Persamaannya
  • Orang yang mendapatkan diagnosis positif sering dicap negatif akibat stigma
    Risiko lebih rendah bukan berarti bebas risiko. Walaupun Anda sudah melakukan berbagai upaya pencegahan, tetap masih ada kemungkinan Anda bisa terkena COVID-19 dan herpes. Oleh karena itu, Anda pun tidak bisa serta merta menghakimi bahwa orang-orang yang terkena COVID-19 atau herpes pasti merupakan orang-orang yang ‘nakal’. Bila ada kenalan Anda yang positif COVID-19 atau herpes, tetaplah berpikiran positif dan berikan mereka dukungan moral.
    COVID-19 dan Herpes, Ini 5 Persamaannya

Baca Juga: Waspadai, Herpes Saat Hamil Bisa Timbulkan Komplikasi

Selain itu, jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya