Dear Suami, Begini Caranya Mendukung Istri Saat Ber-KB

Mendukung istri saat KB

Menjadi akseptor KB adalah tanggung jawab suami dan istri.

Sesungguhnya keberhasilan menjalankan Keluarga Berencana (KB) sangat bergantung pada komitmen dan peran aktif suami dan istri. Kehamilan, persalinan dan mengasuh anak adalah proses yang panjang karena itu perlu direncanakan secara bersama. Adapun KB adalah upaya untuk merencanakan kehamilan demi mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera. Artinya meskipun istri yang menjadi peserta atau akseptor KB bukan berarti suami tidak bisa berkontribusi.

Baca Juga: Manfaat Menunda Menstruasi dengan Pil KB

Banyak suami yang tidak sadar kalau pilihan metode KB yang digunakan istri sebenarnya akan berdampak juga pada dirinya. Karena itu suami wajib hadir dalam setiap proses yang harus dilalui istri saat mencari KB yang cocok, memasang KB, sampai kemudian bersama-sama memutuskan untuk melepaskan KB. Kehadiran suami dalam setiap proses ini bukan sekadar menjadi bentuk dukungan tapi juga bentuk tanggung jawab kepala keluarga dalam mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Lantas dukungan seperti apa yang bisa diberikan kepada suami dalam tahapan-tahapan istri ber-KB? Inilah bentuknya:

  1. Mengumpulkan segala informasi terkait metode KB yang ada

    Pastikan informasi yang kamu dapatkan berasal dari sumber yang terpercaya agar tidak terjebak pada mitos-mitos seputar KB. Lalu buat catatan penting tentang kelebihan serta kekurangan dari setiap metode KB yang ada. Ini adalah ‘modal dasar’ istri untuk memilih metode KB yang cocok untuk dirinya.

  2. Berdiskusilah secara terbuka dengan istri tentang metode KB seperti apa yang diinginkan

    Jangan lupa juga untuk memasukkan unsur gairah bercinta saat memilih metode KB. Meski bertujuan merencanakan kehamilan bukan berarti kamu dan istri mengabaikan unsur kenikmatan saat bercinta.

  3. Temani istri ketika berkonsultasi dengan dokter atau bidan

    Sampaikanlah segala hasil mengumpulkan informasi dan diskusi dengan istri kepada dokter atau bidan. Jika memang dibutuhkan, siapkan pertanyaan-pertanyaan terkait metode KB kepada dokter atau bidan. Lengkapi juga dengan riwayat penyakit serta obat yang dikonsumsi istri, sehingga dokter atau bidan bisa memilih metode KB yang nyaman dan aman.

  4. Pasang pengingat di ponsel untuk membawa istri rutin memeriksakan KB-nya ke dokter atau bidan

    Idealnya akseptor KB melakukan pemeriksaan rutin 1-2 tahun sekali untuk memastikan tubuh istri merespon dengan baik. Agar istri tidak melewatkan jadwal konsultasinya, kamu bisa memasukkannya ke dalam jadwal penting di ponsel. Akan lebih baik lagi kalau kamu juga yang melakukan pendaftaran ke fasilitas kesehatan tempat istri memasang KB-nya.

Dengan kamu memberikan dukungan secara aktif selama istri menggunakan KB maka ia merasa tidak sedang sendirian berjuang membentuk keluarga ideal. Ingatlah bahwa merencanakan keluarga juga merupakan cara untuk membuat hubungan suami istri lebih harmonis, tumbuh kembang anak baik secara fisik, emosional dan psikologis jauh lebih sehat, serta kamu dan istri tetap punya waktu berkualitas untuk mengembangkan diri.

Baca Juga: Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Ber-KB

Jika kamu mempunyai pertanyaan seputar pilihan KB, yuk langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya

pil kb

Tiga Cara Tepat Mengganti Pil KB

Wajar bila seseorang ingin mengganti pil KB karena berbagai alasan, misalnya ingin mengurangi gejala PMS, mengalami efek samping, atau sekadar ingin mendapatkan pengalaman baru dengan

Read More »