Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Saat Ber-KB

Kesalahan saat ber KB

Lima Kesalahan ini akan mengurangi efektivitas kontrasepsi dalam merencanakan kehamilan.

Kamu dan suami akhirnya memutuskan untuk ber-KB, selamat! Ini adalah strategi yang tepat dan sehat dalam membentuk keluarga yang berkualitas. Sebagai langkah awal untuk mengoptimalkan tujuan kamu dan suami ber-KB, ketahuilah kesalahan-kesalahan yang paling sering dilakukan akseptor KB dan kemudian mengacaukan kerja kontrasepsi yang kamu pilih untuk merencanakan kehamilan.

Baca Juga: Jangan Percaya Mitos Pil KB Bikin Gemuk

Apa pentingnya mengetahui kesalahan-kesalahan ini? Anggap saja ini sebagai modal awal agar misi dan visi kamu bersama suami dalam membentuk keluarga berkualitas bisa terwujud tanpa “kebobolan” di tengah jalan. Dan inilah 5 kesalahan yang paling sering dilakukan saat ber-KB:

  1. Merokok saat menggunakan pil KB:

    Zat aktif yang ada di dalam rokok akan menurunkan efektivitas kerja pil KB. Artinya kamu justru berisiko mengalami kehamilan meskipun minum pil KB secara teratur. Disamping itu, kandungan hormon yang ada di dalam pil KB ketika bertemu dengan zat aktif rokok juga bisa menyebabkan pembekuan darah, serangan jantung, hingga stroke. Karena itu sebaiknya berhentilah merokok.

  2. Salah memilih lubrikan:

    Yang tidak banyak orang tahu tentang KB kondom adalah karena berbahan lateks ketika bersentuhan dengan minyak maka akan bocor. Jadi ketika kamu menggunakan lubrikan yang bahan dasarnya minyak untuk menambah gairah bercinta saat memakai kondom, maka dapat dipastikan kondom akan mengalami kebocoran. Dari sinilah awalnya terjadi “kebobolan” saat menggunakan kondom.

    Solusinya? Pilihlah lubrikan yang berbahan dasar air. Air tidak hanya “bersahabat” baik dengan lateks sehingga tidak mempengaruhi efektivitas kondom membuat sperma tidak dapat membuahi sel telur, tapi juga bisa membuat aktivitas bercinta semakin bergairah. Lubrikan Fiesta dan Sutra adalah dua contoh lubrikan berbahan dasar air yang bisa kamu gunakan ketika memakai kondom.

  3. Tidak memakai kondom karena sudah memakai KB lain:

    Kebanyakan pasangan ketika istrinya sudah ber-KB maka para suami memilih untuk tidak menggunakan kondom. Padahal tidak ada salahnya untuk tetap memakai kondom, karena ada situasi tertentu yang bisa menurunkan efektivitas KB dalam menunda kehamilan. Contoh, jika istri tidak teratur mengonsumsi pil KB-nya maka pil KB jadi tidak efektif dalam mencegah terjadinya kehamilan.

    Jadi tak ada salahnya suami tetap memakai kondom meskipun istri sudah mengonsumsi pil KB. Tidak hanya untuk tujuan double protection tapi juga untuk mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual (IMS). Karena kondom adalah satu-satunya KB yang bisa juga mencegah penularan IMS.

  4. Tidak menyimpan kontrasepsi darurat (postpil):

    Untuk mengantisipasi ‘kebobolan’ akibat lupa minum pil KB atau salah memilih lubrikan saat menggunakan kondom, kamu dan suami penting juga untuk menyediakan KB darurat atau yang biasa disebut postpil. KB ini bisa didapat dengan resep dokter atau bidan. Cara minumnya adalah sesegera mungkin setelah bercinta. Jika KB ini diminum 1×72 jam setelah bercinta maka bisa mengurangi risiko kehamilan hingga 89%. Tapi jika diminum 24 jam setelah bercinta, maka efektivitasnya melonjak menjadi 95%.

    KB ini bukanlah pil aborsi karena tidak dapat menghentikan kehamilan apabila sudah terjadi, tapi merupakan kontrasepsi pencegah kehamilan sesaat setelah bercinta tanpa kontrasepsi.

  5. Salah memilih kondom:

    Yup penting untuk selalu membaca material kondom di kemasan pembungkus. Pastikan kondom yang dipilih tidak berbahan polyurethane, karena ini cepat sekali robek dan bocor. Jika ini yang terjadi maka dapat dipastikan potensi kehamilan sangat tinggi pasca bercinta. Pilihlah kondom berbahan lateks dan lubrikan berbahan dasar air.

Baca Juga: Lupa Minum Pil KB Satu Kali, Apakah Ada Kemungkinan Hamil?

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya