Infeksi Menular Seksual Selama Kehamilan, Apakah Berbahaya untuk Janin?

Penyakit seksual selama kehamilan

Seorang perempuan hamil bisa tertular infeksi menular seksual (IMS). Mungkin IMS selama kehamilan ini kemudian menimbulkan kekhawatiran, apakah akan membahayakan janin di kandungan?

Wanita hamil dengan IMS dapat menularkan infeksinya ke janin sebelum, selama, atau setelah kelahiran bayi. Oleh karena itu, saat ini pemeriksaan IMS rutin dilakukan pada kunjungan prenatal pertama.

Baca Juga: Empat Fakta Infeksi Menular Seksual Pada Ibu Hamil

Wanita hamil bisa tertular IMS dari pasangan yang memilikinya. Tidak perlu khawatir, jika memang terdeteksi salah satu IMS, dokter akan memberikan pengobatan melindungi ibu dan juga janin di kandungan.

Gejala IMS dan Efeknya pada Janin

Penyakit menular seksual pada kehamilan bisa saja tidak menunjukkan gejala.Namun, beberapa ibu hamil mengalami gejala, tergantung jenis penyakitnya.

Klamidia

ditandai dengan pembengkakan atau kemerahan serta gatal di area vagina. Janin yang terkena infeksi klamidia dari ibunya dapat mengalami infeksi mata yang parah atau pneumonia setelah dilahirkan. Ibu hamil biasanya akan diterapi dengan antibiotik agar tidak menularkan penyakitnya ke janin.

Herpes

ditandai dengan lesi atau luka di area dekat mulut, anus, atau vagina. Infeksi herpes pada wanita hamil relatif aman sampai melahirkan. Hal ini karena lesi herpes yang aktif pada alat kelamin dapat menular dan menginfeksi bayi saat melahirkan. Disarankan ibu hamil dengan herpes melalui operasi caesar. Terapinya adalah antivirus.

Gonore

Jika tertular selama kehamilan, infeksi dapat menyebabkan sariawan, demam, dan infeksi aliran darah. Bayi biasanya tidak terpengaruh, tetapi jika bayi lahir saat ibu mengalami infeksi aktif, bayi dapat mengalami infeksi mata atau kebutaan, infeksi sendi, atau infeksi darah.

Sifilis

Sifilis mudah ditularkan ke janin yang belum lahir dan cenderung menyebabkan infeksi fatal. Jika tidak diobati dapat menyebabkan kelahiran prematur atau mengalami masalah di berbagai organ, termasuk mata, telinga, jantung, kulit, dan tulang.

Infeksi saluran kencing (ISK)

Gejalanya berupa nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seks. ISK mudah diobati dengan antibiotik sehingga infeksi tidak sampai menjalar dan berdampak pada janin.

Masih banyak jenis IMS yang bisa menulari ibu hamil dan berdampak ke janin, seperti HIV/AIDS, hepatitis, dan HPV. Untuk mencegah penularan, maka cara paling mudah adalah berhubungan seks dengan aman menggunakan kondom. DKT Indonesia memiliki tiga merek kondom yang efektif mencegah penularan IMS yaitu Sutra, Supreme dan Fiesta.

Baca Juga: Tujuh Ciri Hamil Anak Kembar

Kamu bisa langsung berkonsutasi ke Halo DKT dengan menghubungi nomer Whatsapp Halo DKT 0811-1-326459 atau melalui link berikut: https://bit.ly/halodktwhatsapp pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB. Tak perlu ragu untuk bertanya atau berkonsultasi, sebab segala informasi yang kamu sampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya