Infeksi Menular Seksual Trikomoniasis Jarang Bergejala, tapi Berisiko bagi Kehamilan

infeksi menular seksual

Pada ibu hamil, infeksi menular seksual trikomoniasis bisa menyebabkan bayi lahir prematur. Bagaimana ya mengenali gejalanya?

Infeksi menular seksual trikomoniasis mungkin tidak “sepopuler” herpes genital atau sifilis, tapi sebenarnya trikomoniasis cukup banyak terjadi. Menurut WHO, ini termasuk infeksi menular seksual yang paling umum di dunia. Di Amerika Serikat misalnya, ditemukan >2 juta kasus trikomoniasis pada 2018. Sayang di Indonesia belum ada data nasional.

Baca Juga: Penyakit Infeksi Menular Seksual yang Disebabkan Seks Anal

Trikomoniasis disebabkan oleh infeksi parasit yaitu protozoa bernama Trichomonas vaginalis. Penularannya yaitu melalui hubungan seksual yang melibatkan penetrasi penis ke vagina. Ditengarai, trikomoniasis tidak menular melalui hubungan seks oral dan anal. Penyakit ini juga tidak menular melalui ciuman, pelukan, berbagi peralatan makan/minum, maupun dudukan toilet.

Infeksi Menular Seksual Trikomoniasis Jarang Bergejala
Yang jadi masalah, infeksi menular seksual trikomoniasis jarang bergejala. WHO menyebut, setidaknya 50% perempuan dan 70-80% laki-laki yang mengalami trikomoniasis tidak merasakan gejala apapun. Kenapa jadi masalah? Karena ini berarti, seseorang mungkin saja terkena trikomoniasis tanpa menyadarinya, dan menularkannya kepada pasangannya.

Pada kondisi bergejala, gejala biasanya muncul 5-28 hari setelah infeksi. Pada laki-laki, gejalanya antara lain rasa seperti terbakar saat buang air kecil atau setelah ejakulasi, keluar cairan putih encer dari penis, dan frekuensi buang air kecil meningkat. Bisa pula terjadi iritasi di penis, dengan gejala nyeri, bengkak, dan kemerahan pada kepala penis atau kulup.

Pada perempuan, salah satu gejalanya yaitu keputihan yang banyak dengan bau amis. Warna cairan keputihan bisa putih, abu-abu, kuning, atau hijau. Gejala lain misalnya nyeri perut bagian bawah; kemerahan, gatal, dan rasa seperti terbakar di area kelamin; juga nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual.

Berisiko bagi Kehamilan
Trikomoniasis karena sering tidak bergejala, maka bisa tidak terdeteksi saat hamil. Ini makin mengkhawatirkan karena infeksi menular seksual trikomoniasis berisiko bagi kehamilan. Apalagi entah kenapa, penyakit ini lebih banyak dialami oleh perempuan ketimbang laki-laki.

Ibu hamil yang mengalami trikomoniasis bisa melahirkan prematur, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) atau <1,5 kg, dan menularkan infeksi ke bayi melalui melalui persalinan ketika bayi melewati jalan lahir.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, ada baiknya kamu melakukan pemeriksaan trikomoniasis saat merencanakan kehamilan. Ketika hamil, diskusikanlah dengan dokter kandungan apakah kamu perlu melakukan pemeriksaan trikomoniasis lagi secara berkala selama hamil.

Risiko trikomoniasis terhadap perempuan tak hanya terkait kehamilan. Perempuan yang terinfeksi trikomoniasis ternyata juga lebih mudah terinfeksi HIV, virus penyebab AIDS.

Pengobatan dan Pencegahan
Bila kamu atau pasanganmu mengalami gejala trikomoniasis, jangan diabaikan dan berharap akan sembuh sendiri ya. Kalian perlu berobat ke dokter, dan sama-sama menjalani pengobatan. Trikomoniasis bisa diobati dengan antibiotik atas resep dokter. Jangan khawatir, dokter akan meresepkan antibiotik yang aman bila kamu hamil.

Jalanilah pengobatan hingga tuntas ya. Dan sebaiknya hindari dulu berhubungan sampai pengobatan selesai. Tiga bulan setelah pengobatan, ada baiknya kamu dan pasangan kembali periksa, untuk memastikan bahwa trikomoniasis yang kalian alami sudah benar-benar selesai.

Cara paling ampuh untuk menghindari infeksi menular seksual trikomoniasis buat kamu yang aktif berhubungan seksual yaitu dengan menggunakan kondom saat berhubungan. Siapa bilang kondom mengurangi sensasi bercinta. Ada banyak pilihan kondom untuk mencegah infeksi menular seksual, tanpa mengurangi kenikmatan. Misalnya kondom Fiesta yang hadir dengan berbagai varian aroma afrodisiak maupun dengan fitur yang dibuat untuk meningkatkan kualitas bercinta.

Baca Juga: Bisakah Infeksi Menular Seksual Disembuhkan?

Kamu bisa berkonsultasi ke Halo DKT seputar masalah seksual, dengan menghubungi Halo DKT di nomor WhatsApp 0811-1-326459, atau melalui link: https://bit.ly/halodktwhatsapp, pada hari Senin hingga Jumat pukul 09.00 – 16.30 WIB. Jangan khawatir karena segala informasi yang kamu sampaikan bersifat rahasia.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya