Ini Realita HIV di Masa Pandemi dan Strategi Pencegahannya

Di tengah pandemi virus corona yang masih meresahkan dunia, orang dengan HIV-AIDS (ODHA) mengalami kesulitan mengakses obat-obatan antiretroviral (ARV). Menurut artikel ilmiah yang dirilis dalam Asia Pacific Journal of Public Health, sebelum pembatasan aturan perjalanan dalam negeri diberlakukan oleh pemerintah Indonesia, banyak ODHA yang kehilangan pekerjaan, terpaksa kembali ke daerah asal tempat tinggal masing-masing, dan terhenti terapi ARVnya (Gedela, Januraga, Luis, et al., 2020). Selain itu, lockdown yang diberlakukan di India telah menghentikan suplai ARV yang masuk ke Indonesia, sesuatu yang sangat mengkhawatirkan, sebab Kementrian Kesehatan Indonesia mendapatkan sebagian besar stok ARV yang dibutuhkan penduduk Indonesia dari India. Bila kelangkaan ARV tidak segera ditangani, sekitar sepuluh ribu ODHA terancam harus menghentikan terapi ARV mereka. Tanpa ARV, ODHA pun menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan gangguan penyakit, termasuk COVID-19.

Untuk mencegah penyebaran HIV, dibutuhkan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat. Beberapa cara Anda bisa turut berpartisipasi adalah sebagai berikut.

  • Memakai kondom secara tepat dan konsisten setiap kali berhubungan seks.
    Kondom memiliki efektivitas hingga 91% untuk mencegah HIV (Johnson, O’Leary & Flores, 2018). Bila menggunakan kondom, pilihlah kondom yang sesuai dengan standar mutu internasional, misalnya seperti kondom Sutra, Fiesta, Andalan, dan Supreme. Untuk perlindungan maksimal, gunakan juga pelumas dengan bahan yang cocok dengan kondom demi mencegah lecet atau luka pada alat kelamin.
    Ini Realita HIV di Masa Pandemi dan Strategi Pencegahannya
  • Setia pada pasangan. Bila belum memiliki pasangan yang tetap, upayakan tidak terlalu sering bergonta-ganti pasangan. Seseorang bisa saja terlihat sehat, tetapi sebenarnya memiliki infeksi menular seksual. Satu-satunya cara untuk tahu dengan pasti adalah dengan tes HIV.
    Ini Realita HIV di Masa Pandemi dan Strategi Pencegahannya
  • Menghindari pertukaran jarum yang tidak steril, baik jarum tato, tindik, maupun narkotika.
    Ini Realita HIV di Masa Pandemi dan Strategi Pencegahannya
  • Mengonsumsi obat pre-exposure prohylaxis (PrEP) bila Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena HIV, misalnya jika memiliki pasangan ODHA. Di samping penggunaan kondom, PrEP juga bisa menurunkan risiko penyebaran HIV (Westheimer & Lehu, 2019).
    Ini Realita HIV di Masa Pandemi dan Strategi Pencegahannya
  • Melakukan pemeriksaan HIV pada masa kehamilan. Dengan teknologi pengobatan di masa kini, ibu berstatus positif HIV sudah bisa melahirkan bayi dengan status negatif HIV. Meskipun begitu ada sejumlah langkah-langkah pengobatan yang harus dilakukan dan harus rutin berkonsultasi dengan dokter.
    Ini Realita HIV di Masa Pandemi dan Strategi Pencegahannya

Baca juga : Tips Bertahan dengan HIV/AIDS di Tengah Wabah Corona

Selain itu, Anda juga bisa berpartisipasi dalam kampanye kesehatan #SayaBeraniMencegah. Dengan kampanye ini, Halo DKT mengajak warga untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan mengenai HIV, mencegah penyebarannya, serta mendukung ODHA. Caranya adalah dengan mengikuti Tik-Tok challenge competition atau menggunakan filter World AIDS Day di Instagram Stories yang ada di @HaloDKT Instagram ditambah dengan pesan-pesan kreatif sembari mention akun Instagram @HaloDKT. Kegiatan dimulai di pertengahan bulan November. Nantinya, 6 orang terpilih dengan pesan paling kreatif akan memenangkan hadiah berupa voucher senilai Rp500,000,-.

Realitanya, bertahan dengan HIV di masa pandemi virus corona sama sekali tidak mudah. Oleh karena itu, berbagai upaya pencegahan harus tetap dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan kita harus senantiasa memberi semangat dan dukungan bagi mereka yang hidup dengan HIV-AIDS. Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi mengenai pencegahan ataupun pengobatan HIV-AIDS, Anda bisa menghubungi Halo DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp dengan mengklik tautan ini pada hari Senin hingga Jumat pukul 08.00 – 17.00 WIB.  Segala informasi yang disampaikan akan dijamin kerahasiaannya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
WhatsApp chat