Jangan Percaya 5 Mitos Disfungsi Ereksi Ini!

Mitos disfungsi ereksi

Faktanya, pria usia produktif juga bisa mengalami disfungsi ereksi.

Jika bicara tentang tips menambah gairah seksual, orang banyak yang tertarik dan menyimaknya dengan baik. Tapi saat berbicara tentang masalah kenikmatan hubungan seksual, seperti disfungsi ereksi, banyak pria yang memilih mengabaikannya karena berpikir ini hanya dialami oleh pria usia lanjut. Faktanya pria usia muda juga bisa mengalami disfungsi ereksi atau yang jamak disebut impotensi.

Baca Juga: Takut Tak Bisa Memuaskan Pasangan Bisa Bikin Disfungsi Ereksi

Agar mengetahui mana yang fakta dan mitos seputar disfungsi ereksi, maka Halo DKT kumpulkan informasi yang tidak akurat alias mitos terkait hal tersebut. Dengan mengetahui fakta yang benar tentang disfungsi ereksi maka kamu bisa mencari solusi yang tepat untuk mengatasinya. Yuk kita kupas satu per satu mitos tentang disfungsi ereksi ini:

  1. Disfungsi ereksi adalah masalah seksual jadi tidak akan berpengaruh pada kesehatan jiwa.

    Ini tentu mitos. Bagi sebagian besar pria, kehilangan fungsi seksual adalah hal yang memalukan. Karena itu ketika disfungsi ereksi terjadi, beragam reaksi emosional bisa berkecamuk dalam diri pria, mulai dari depresi, cemas, dan merasa bersalah. Pria berpikir ketidakmampuannya memberikan serta merasakan kenikmatan berhubungan seksual membuatnya kehilangan ego. Alhasil pria merasa tidak berdaya, muncul stres dan berujung pada berkonflik dengan pasangan.

  2. Disfungsi ereksi hanya dialami oleh pria usia lanjut.

    Secara statistic prevalensi disfungsi ereksi memang tinggi pada pria kelompok usia lanjut. Tapi American Journal of Medicine juga mengungkapkan kalau 15 % pria berusia 20-39 tahun, sering kali tidak mampu menjaga kemampuan ereksi mereka ketika berhubungan seksual. Sedangkan pada usia 40-59, ada sebanyak 20% pria sering kali tidak mampu menjaga kemampuan ereksi mereka. Bahkan 12% mengaku hanya beberapa kali mampu menjaga kemampuan ereksi dan dua persen bahkan tidak pernah sama sekali.

  3. Tidak perlu ke dokter ketika mengalami disfungsi ereksi.

    Ini tentu mitos. Disfungsi ereksi yang terjadi ketika berhubungan seksual bukan perkara tidak bisa memberikan kepuasan seksual kepada pasangan, melainkan bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan pada Anda. Oleh karena itu ketika mengalami disfungsi ereksi sangat penting untuk segera berkonsultasi ke dokter. Ketika berkonsultasi ke dokter, kamu tidak hanya menemukan apa penyebabnya tapi juga mendapatkan pengobatan yang tepat. Bahkan jika kamu memang memerlukan, setelah mendiagnosis dokter memberikan obat Sildenafil Sitrat seperti TOPGRA untuk mengatasi disfungsi ereksi.

  4. Menaikkan level hormon testosteron dapat mengatasi disfungsi ereksi.

    Faktanya adalah ketika hormon testosteron kamu ada di level normal dan mengalami disfungsi ereksi, lalu diatasi dengan menaikkan kadarnya di dalam tubuh tidak akan mengatasi masalah disfungsi ereksi. Bahkan ketika hormon testosteron dalam level rendah lalu diatasi dengan menambahkan kadar hormon tersebut, ternyata hasilnya tidak efektif mengatasi disfungsi ereksi. Ketika Anda berkonsultasi ke dokter, kemungkinan besar ia akan tetap meresepkan obat untuk menghambat fosfodiesterase-5 (PDE5), perusak enzim siklik guanosin monofosfat (cGMP).

    Enzim tersebut untuk melebarkan pembuluh darah di area sekitar penis sehingga aliran darah bisa mengalir ke penis dan menyebabkan pembesaran hingga kemudian mengalami ereksi penis. Adapun obat yang dapat menghambat kerja PDE5 adalah obat Sildenafil Sitrat seperti TOPGRA.

  5. Tidak ada gairah seksual maka memicu terjadinya disfungsi ereksi.

    Faktanya disfungsi ereksi tidak hanya perkara gairah seksual yang tidak optimal, tapi juga dipengaruhi oleh banyak hal seperti kesehatan fisik dan psikis. Artinya ada banyak faktor yang memicu terjadinya disfungsi ereksi.

Baca Juga: Cara Alami Mengatasi Disfungsi Ereksi

Jika kamu ingin mencari tahu lebih detail lagi tentang kesehatan seksual pria, yuk konsultasi langsung di HALO DKT melalui layanan bebas pulsa 0800-1-326459 atau Whatsapp ke 0811-1-326459 atau klik link berikut https://bit.ly/halodktwhatsapp. Tenang segala informasi pribadi akan dijaga dengan baik, jadi jangan ragu untuk berkonsultasi ya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

artikel lainnya